• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Kamis, 16 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Danum, Ringkasan Bagian 11-22: yang Menentang Sawit, yang Berkebun Sawit

Patung Sopunduk di Desa Sakai © Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

K-Pop, Budaya Korea yang Menimbulkan Masalah?

Kelas Belajar Kelas Pra Sertifikasi Bidang Produksi Film: Grip

Danum, Ringkasan Bagian 11-22: yang Menentang Sawit, yang Berkebun Sawit

Santo mendapat gambaran bahwa kegiatan ekspedisi yang telah mereka lakukan dengan bersemangat, justru berujung sangat lunak dalam menentang sawit

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
14 September, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
4 min read
44 1
0
Share on Facebook

Danum, Karya Abroorza A. Yusra salah satu bacaan yang patut dinikmati bagi mereka yang menggemari kisah pertualangan, desa, roman, dan alam.

Novel ini berlatar belakang Desa Sakai, Kalimantan Barat yang dihuni oleh masyarakat Uud Danum. Danum telah rilis dalam bentuk cerita bersambung oleh Penerbit Enggang Media.

Tim redaksi Kelana Nusantara, Penerbit Enggang Media, dan penulis, bekerja sama untuk memuat ringkasannya secara rutin di website Kelana Nusantara.

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sebelumnya : Santo bekerja sama dengan Yayasan W melakukan ekspedisi ilmiah ke kawasan hutan di Kecamatan Ambalau.

Ekspedisi tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi dalam menghadapi ancaman pencaplokan lahan oleh perusahaan sawit. Desa Sakai, kampung halaman Santo, jadi salah satu desa yang terancam.

Penulis (belakang), ketika melakukan observasi secara langsung ke Desa Sakai untuk menulis novel Danum. *Dokumentasi pribadi Abroorza A. Yusra

***

Tim ekspedisi menelusuri Desa Soban

Dalam dua bulan ekspedisi, tim peneliti yang dipimpin oleh Aloisius Santo tidak hanya menyasar kawasan hutan di Desa Sakai. Mereka juga pergi ke desa-desa lain, salah satunya adalah Desa Soban.

Di sana, kondisi yang mereka temukan berbeda dari yang diharapkan. Hutan mulai tercemar dan besar kemungkinan disebabkan oleh ulah manusia.

Tidak jarang, ketika menjelajahi hutan, mereka menemukan gelondongan pohon belian yang menumpuk. Sementara itu, masyarakat Desa Soban yang menyertai mereka sebagai penunjuk jalan maupun pengangkut barang, selalu menjawab tidak tahu saat ditanyai.

Santo curiga, bahwa gelondongan kayu yang mereka temui adalah hasil kerja pembalakan liar. Ketika ia menyampaikan masalah ini kepada Leto, salah seorang pemuka masyarakat di Soban, justru yang ia tangkap adalah kesan abai dan tidak peduli. Tentu, hal ini membuat Santo kecewa.

Jelas baginya, usaha yang disusuri lebih terjal, karena masalah bukan hanya dari luar. Kerusakan sudah berbenih dari dalam, dari orang-orang desa sendiri. Jika nanti perusahaan masuk, itu hanya akan menjadi pemantik, bukan sebab utama. Lantas, apa gunanya ia berbolak-balik Pontianak-Ambalau hanya untuk menyaksikan semua yang diperjuangkan tetap punah. Untuk apa juga ia berkirim-kirim surat ke Jakarta, ke perusahaan, berdebat tentang hak sementara yang mereka yang dibelanya tidak ambil peduli (Danum – Bagian 13).

Bagi masyarakat Uud Danum kerja ladang seperti beribadah

Di luar masalah yang mereka temukan di Soban, kegiatan ekspedisi memberi banyak petunjuk dan informasi tentang kondisi alam dan budaya masyarakat Uud Danum.

Bagi Nadi, peneliti sastra lisan dan budaya, salah satu kunci untuk memahami nilai-nilai sosial hingga spiritual masyarakat Uud Danum adalah melalui ladang.

Ia melihat sendiri bagaimana Nek Ga, narasumber utama penelitiannya, melaksanakan kerja ladang seperti sedang beribadah.

Dari semua tempat, ladang menjadi tempat yang menyediakan banyak kunci jawaban. Menilai Uud Danum, sebagaimana Dayak yang lain, tidak akan mengerucut sempurna bila perladangan diremehtemehkan. Lantun-lantunan disuarakan untuk ladang. Tari-tarian menggerakkan tingkah laku ladang. Puja-pujaan disampaikan untuk kebaikan ladang. Mantra-mantra diucapkan demi kemakmuran ladang. Bagian mana yang tidak berhubungan? (Danum – Bagian 14).

Di Ladang, hubungan Nadi dan Puhtir, gadis yang bekerja sebagai guru sekolah dasar sekaligus cucu Nek Ga, semakin dekat. Percakapan-percakapan sering terjadi di ladang.

Puhtir menceritakan arti namanya, yakni “Dewi Padi”. Puhtir bahkan menyebutkan nama Tuhan dalam bahasa Kolimoi yang sebenarnya tidak diperkenankan untuk didengar sembarangan orang. Ranying Hattala Ngambu.

Ritual perpisahaan di hari akhir ekspedisi

Di hari akhir ekspedisi, masyarakat Desa Sakai membuat acara yang cukup meriah. Mereka berbondong-bondong datang ke rumah Benediktus, tempat para peneliti menginap. Dari petang hingga malam, berbagai atraksi seni dipertunjukkan.

Nek Ga memimpin ritual perpisahan dengan gerakan-gerakannya yang sulit diterima akal sehat seandainya ia tidak kerasukan.

Sementara itu, Rupung, tetua Sakai, bercerita tentang masa ketika hutan masih dipimpin oleh seekor beruk, hingga kemudian tiba hewan yang disebut sebagai manusia.

Gerakan Nek Ga, atau tarian, atau apalah itu, menjadi lebih cepat dan berenergi. Mereka yang hadir seperti dihadapkan pada perempuan empat puluh tahun yang masih belum menikah. Tenang, bijak, namun tidak tertebak akibat pubertas kedua. Emosi dan letusan energi bisa terjadi secara tiba-tiba. Ayam dipegang Nek Ga dengan lebih erat pada lehernya. Suara-suara tertahan dan tercekat, menunggu apa yang akan terjadi dalam beberapa menit, atau detik kemudian. Semua tahu bahwa ajal ayam akan berakhir dengan cara yang tidak biasa (Danum – Bagian 16).

Rupung tidak main-main. Ia tidak sekadar ngalor-ngidul. Ia benar-benar bercerita. Disampaikan dalam dua jam dengan diselingi pamit ke kamar mandi atau menegak minuman. Cerita itu adalah tentang masa ketika dewa-dewa memutuskan untuk menghadirkan makhluk yang lebih bijak dari semua hewan yang ada, sekaligus lebih mengerikan. Sebuah fabel nan menawan. Akhirnya Nadi mengerti mengapa Rupung dijuluki sebagai “pendekar mabuk” jika sudah berkaitan dengan kisah-mengisah (Danum – Bagian 17).

Seminar yang berujung sangat lunak dalam menentang sawit

Setelah kegiatan ekspedisi rampung, tim ekpedisi segera melaksanakan seminar. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, dari pihak pejabat, kaum pelajar, pebisnis, hingga masyarakat umum.

Para peneliti menyampaikan hasil temuan mereka. Acara seminar ini, diharapkan oleh Santo menjadi salah satu daya gedor dalam menentang masuknya perusahaan sawit ke kampungnya.

Namun, yang terjadi ternyata di luar harapan Santo. Setelah mendengar pidato Profesor Tom, Santo mendapat gambaran bahwa kegiatan ekspedisi yang telah mereka lakukan dengan bersemangat, justru berujung sangat lunak dalam menentang sawit.

Bagi Santo, isi pidato Profesor Tom justru memberi keleluasaan bagi perusahaan sawit untuk terus beroperasi, dengan atas nama pembangunan dan kemajuan masyarakat.

Sementara, pengalaman yang ia alami berbeda dari teori. Tentu hal ini membuat Santo, yang sangat anti terhadap sawit, menjadi sangat gusar.

Profesor benar secara teori, tapi ia tidak pernah merasakan kehilangan tanah, kehilangan rumah tinggal, kehilangan kepercayaan, kehilangan identitas. Di Serawai dan Ambalau, membiarkan sehektar sawit tertanam tidak lain dengan membiarkan kuman penyakit berkembang biak. Awalnya hanya di ujung jari, tapi nantinya menggerogoti seluruh tubuh, dari sel darah, tulang, otak, kaki, kepala, paru-paru, jantung (Danum – Bagian 22)

Sementara itu Benediktus

Di Desa Sakai, setelah tim ekspedisi angkat kaki, adik Santo, Benediktus, berkunjung ke Kemangai, Ibu Kota Kecamatan Ambalau. Tujuannya adalah untuk berbelanja. Ia memiliki uang yang cukup banyak dari pemberian Santo.

Di Kemangai, ia bertemu dengan Amat dan Bonar, sahabat-sahabat karibnya. Amat lantas menjejali Benediktus tentang prospek cerah berkebun sawit.

“Kau pernah dengar petuah bapak-bapak kita? Kalau mau makan di hari ini, pergilah memancing. Kalau mau ada makanan hingga lima tahun lagi, tanamlah karet. Kalau mau ada makanan dua puluh tahun lagi nanti, tanamlah pokok belian…Petuah hari ini, Bens, dengarkan aku, bunyinya: kalau mau makan lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi, tanamlah sawit! (Danum – Bagian 20).

Penjelasan panjang lebar Amat berhasil mempengaruhi Benediktus. Ia memutuskan untuk membeli benih-benih kelapa sawit yang ditawarkan Amat.

Seminggu telah lewat, dan akhirnya Benediktus datang ke pasar Kemangai untuk menyerahkan duitnya pada Amat. Kedua sahabat itu bersalaman. Bonar menjadi saksi transaksi itu. Benediktus memandang jauh ke hilir sungai, seolah sorot matanya menjamah kebun-kebun sawit yang ada di seluruh Serawai dan Ambalau, dan pohon-pohon sawit siap berbuah uang untuk dirinya. Pohon berbuah uang! Itu bukan dongeng ((Danum – Bagian 20).

Untuk membaca selengkapnya, silakan kunjungi www.enggangmedia.com

Tags: Desa Sakaikalimantan baratkelananusantaraNovel DanumUud Danum
Share32Tweet16Pin6SendShareSend
Previous Post

K-Pop, Budaya Korea yang Menimbulkan Masalah?

Next Post

Kelas Belajar Kelas Pra Sertifikasi Bidang Produksi Film: Grip

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
977
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
378

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

14 September, 2020
2.4k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
186
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist