• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 21 Juni 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Menelusuri Kisah Tari Topeng Malangan

Mengenalkan Tari Topeng Malangan Kepada Generasi Penerus via

Pantai Paloh Surga Bertelur Si Penyu

Hidden Paradise di Sumbawa Barat

Menelusuri Kisah Tari Topeng Malangan

Mengenalkan Tari Topeng Malangan Kepada Generasi Penerus

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
5 Maret, 2020
in Budaya
3 min read
327 17
0
Share on Facebook
Tari Topeng Malangan adalah salah satu jenis kesenian tari topeng tradisional yang berasal dari kabupaten Malang, Jawa Timur. Sesuai dengan namanya kesenian ini diperankan oleh penari yang mengenakan topeng.
Tari topeng ini sekilas hampir sama dengan Wayang Wong, yang membedakan adalah pemerannya menggunakan topeng dan cerita yang sering diangkat adalah cerita panji. Cerita yang berasal dari tanah Jawa periode klasik.
Banyak versi terkait dengan cerita panji, hanya saja inti cerita selalu berputar dalam kisah cinta antara Panji Asmarabangun dan Galuh Candrakirana.

Sejarah Tari Topeng Malangan

Mengenalkan Tari Topeng Malangan Kepada Generasi Penerus via kwodokijo

Sejarah tari topeng Malangan diyakini berasal dari kerajaan Kediri pada zaman kepemimpinan Prabu Airlangga. Menurut penuturan Mbah Karimun, seniman senior kota Malang, dikutip dari Prasetya, sejarah tari topeng ini sudah berkembang pada masa kerajaan Kanjuruhan.

Penuturan lainnya, sejarah tari topeng Malangan mendapat pengaruh dari kebudayaan India. Hal ini karena sejarah kerajaan Kanjuruhan menyebutkan, jika saat itu kerajaan didominasi kebudayaan dan sastra dari negeri India. Asimilasi budaya India memiliki pengaruh kuat dalam perdagangan di kerajaan tersebut, melalui para saudagar asal India.
Cerita yang dikisahkan dalam tari topeng adalah kisah yang sering dipentaskan di India, seperti kisah Ramayana dan Mahabarata. Hal yang membuat sandiwara topeng ini sakral adalah dipadukannya nilai seni, budaya dan religi.
Saat pemerintahan kerajaan Kanjuruhan berganti dari Raja Gajayana ke Raja Airlangga, kesenian topeng berubah menjadi kebudayaan biasa. Pertunjukan menggunakan topeng pun berubah, dari awalnya seni drama menjadi seni tari.
Kostum Tari Topeng Malangan

Kostum yang dikenakan oleh penari dalam pertunjukan ini utamanya adalah topeng yang khas. Selain itu penari mengenakan kemben berwarna hitam yang memanjang sampai ke kaki, serta selendang berwarna kuning yang di kalungkan di leher.

Keunikan tarian ini terdapat pada warna topeng yang dikenakan oleh penari. Beraneka jenis warna topeng sesuai dengan tokoh yang diperankannya.

Keunikan lainnya, para penari topeng Malangan menggunakan mahkota bagikan seorang ratu yang menambah nilai seni dan keanggunan tarian ini.

Ciri khas Topeng Malangan

Tradisi tari topeng ini memang tidak hanya di temukan di Malang. Hanya saja, karakteristik budaya Malangan yang kuat terletak pada jenis jenis topeng yang digunakan.

Topeng Malangan memiliki keragaman warna yang unik sehingga bisa dibedakan dengan topeng dari daerah lain. Ukiran topeng Malangan juga lebih detail. Salah satu perbedaan yang menonjol ada pada topeng yang dikenakan tokoh para ksatria.

Autentisitas topeng Malangan diperkuat oleh kombinasi lima warna dasar, yaitu merah, putih, hitam, kuning, dan hijau. Masing-masing warna menyimbolkan keberanian, kesucian, kebijaksanaan, kebahagiaan, dan

Pertunjukan Dibagi Beberapa Sesi

Pertunjukan Tari Topeng Malangan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama yaitu Gending Giro, iringan musik gamelan yang dilakukan okeh pengrawit sebagai penanda prosesi pertunjukan akan dimulai. Gendang Giro juga berfungsi sebagai pemanggil penonton untuk segera menyaksikan pertunjukan.

Selanjutnya, Sesi kedua adalah salam pembukaan, sesi ini dilakukan oleh salah satu anggota pertunjukan untuk menyapa penonton dan menceritakan sinopsis cerita yang akan dibawakan.

Sesi ketiga yaitu sesajen, ritual ini dilakukan agar pemain dan penonton diberi keselamatan dan diberi kelancaran selama prosesi pertunjukan tari berlangsung. Kemudian, terakhir adalah inti acara yaitu pertujukan Tari Topeng Malangan.

Alur Cerita Pertunjukan

Alur cerita yang dibawakan dalam pertunjukan tari ini dibagi menjadi beberapa babak. Di antaranya adalah Jejer Jawa, Jejer Sabrang, Perang Gagal, Gunungsari – Patrajaya, Perang Brubuh dan Bubaran.
Kemudian, tokoh dalam cerita Tari Topeng Malangan, sama halnya dengan cerita pewayangan, juga dibagi menjadi beberapa penokohan. Di antaranya adalah Bolo Tengen (Ksatria Jawa), Bolo Kiwo (Raksasa), Dewa, Penari Putri dan Punakawan
Memerankan tokoh-tokoh pada pertunjukan tarian ini membutuhkan kemampuan ekspresi gerak, pendalaman peran dan fisik yang sesuai dengan peran.
Karakter Tokoh Tari Topeng Malangan

Secara umum terdapat sekitar 76 karakter tokoh yang dibagi dalam empat kelompok besar. Kelompok pertama adalah tokoh panji yang bercirikan pemuda tampan, baik hati dan pemberani. Tokoh ini memainkan peran sebagai pahlawan (protagonis).

Kelompok kedua adalah tokoh antagonis yang bercirikan memiliki peran berbanding terbalik dengan tokoh panji. Ini disimbolkan dengan corak topeng dengan mata bulat besar dan bertaring.

Kelompok ketiga adalah abdi yang ditandai dengan simbol ornamen unik pada ukiran topeng, dan kelompok keempat adalah tokoh binatang sebagai pelengkap cerita.

Dalang Sebagai Pengatur Jalannya Cerita

Sama halnya dengan pertunjukan Wayang Wong, pada pertunjukan Tari Topeng Malangan terdapat peran seorang Dalang. Peran ini dimainkan untuk mengatur jalan cerita, memberikan sesaji dan membacakan doa pada saat sesajen.

Ketika pertunjukan berlangsung, tarian diiringi oleh musik tradisional seperti kendang, bonang, gong dan intrumen gamelan. Pertunjukan juga dimeriahkan oleh Panjak dan Sinden. Khusus untuk Panjak biasanya dilakukan oleh salah satu penabuh musik pengiring. Selain bertugas memainkan musik dan menyanyi mengiri pertujukan, Panjak juga berperan untuk berkomunikasi dengan Dalang dan penonton untuk menghidupkan suasana pertunjukan.

Baca jugaArtikel :

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

FOOD NOT BOMBS: Bentuk Protes Melalui Makanan

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

Padepokan Tari Topeng Malangan

Saat ini, hanya tersisa dua padepokan Tari Topeng Malangan yang bertahan, yaitu padepokan Asmoronbangun dan padepokan seni Mangun Dharma. Padepokan Asmorobangun berlokasi di Jl. Prajurit Slamet, dusun Kedungmonggo, desa Karangpandan, kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Padepokan ini dikelola oleh Mbah Karimun. Salah satu sari 27 maestro seni tradisional yang mendapat penghargaan MURI karena kegigihannya melestarikan topeng Malangan.

Kemudian, padepokan seni Mangun Dharma yang berlokasi di dusun Kemulan, desa Tulusbesar, kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Tags: kelananusantaraSejarah tari topeng Malangantari topengtari topeng malanganUniquely Nusantara
Share189Tweet118Pin42SendShareSend
Previous Post

Pantai Paloh Surga Bertelur Si Penyu

Next Post

Hidden Paradise di Sumbawa Barat

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
996
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19
ZZ Slider Utama

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
702
FOOD NOT BOMBS: Bentuk Protes Melalui Makanan
Budaya

FOOD NOT BOMBS: Bentuk Protes Melalui Makanan

7 Desember, 2021
1.2k
Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang
Budaya

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

13 September, 2020
5.2k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta
Budaya

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Mengenang 100 tahun Gedung Sate
Budaya

Mengenang 100 tahun Gedung Sate

14 September, 2020
1.2k

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.9k
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.6k

Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumardjo

21 April, 2020
1.3k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.3k
Hakuna Matata Jakarta, Bohemian Family Cafe

Hakuna Matata Jakarta, Bohemian Family Cafe

12 Juni, 2020
821

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
213
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
113

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
135
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist