• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 5 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Mitos Wayang Kulit Manusia pada Film Perempuan Tanah Jahanam

Wayang Kulit di Tengah Masyarakat

Mengapa Orang Sunda Malas?

Lokalisasi Gagasan Wild Trip ala Australia Barat

Mitos Wayang Kulit Manusia pada Film Perempuan Tanah Jahanam

Wayang Kulit Manusia Mitos atau Kenyataan?

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
14 Mei, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
288 4
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sahabat Kelana ada yang mulai kangen nonton di bioskop? Semoga pagebluk cepat berakhir dan semua normal kembali. Ohiya, buat yang udah nonton film Perempuan Tanah Jahanam (PTJ), masih inget kan adegan Dini ditangkap dua ajudan Ki Saptadi. Terus kulitnya dijadikan wayang, setelah mengalami penyiksaan yang mengerikan.

Isu di dalam film ini yang masih nempel adalah sebuah pertanyaan. “Emang bener ya, ada wayang kulit yang dibuat dari kulit manusia?” Relasi budaya apa yang dijadikan referensi oleh Joko Anwar dalam konteks wayang kulit manusia sebagai salah satu benang merah di film ini.

Simbol Budaya dalam Film Perempuan Tanah Jahanam

Poster Film Perempuan Tanah Jahanam via Joko Anwar

Di dalam film ini tidak dijelaskan secara eksplisit latar kejadian. Meski, simbol-simbol budaya dapat ditemukan dari penamaan tokoh, arsitektur, pakaian yang dikenakan para tokoh, dan nama desa tempat alur utama film ini terjadi.

Penamaan desa Harjosari, arsitektur bangunan desa, dan dialek bahasa yang digunakan masyarakat di dalam film secara awam lekat dengan simbol budaya tertentu. Terlebih, dijelaskan di dalam film, setiap kepala desa haruslah seorang Dalang. Begitu juga dengan nama-nama tokoh seperti Nyi Misni, Ki Saptadi, dan Ki Donowongso.

Terlepas dari elemen sadistis yang bertujuan untuk memikat penonton. Beberapa aspek di dalam film ini semakin mengerucut mengarah pada satu kebudayaan yang kental dengan simbol-simbol itu.

Wayang Kulit Manusia Mitos atau Kenyataan?

Ilustrasi Wayang Kulit via Instagram badaralam

Masyarakat Jawa memiliki kecenderungan untuk menyampaikan sesuatu secara tidak langsung yaitu melalui simbol, sanepan (perumpamaan), ataupun sindiran. Gaya bahasa semacam itu sangat mengakar di dalam kehidupan masyarakat, sehingga banyak diketahui aturan tidak tertulis (Herusatoto, 1987: 86).

Otok Herum Marwoto menuliskan, di dunia pewayangan masih banyak sekali misteri-misteri yang belum terungkap, baik dalam hal kesusasteraan maupun bentuk wayangnya itu sendiri.

Rupa wayang kulit pada zaman dahulu tidaklah seperti yang kita lihat sekarang. Terutama bentuk wayang kulit sebelum peradaban modern. Termasuk material pembentuk yang terbuat dari kulit binatang.

Bahan Pembuatan Wayang Kulit

Pada zaman kerajaan Demak para Raja dan Wali di pulau Jawa gemar akan kesenian daerah termasuk wayang. Wayang bahkan jadi salah satu kesenian rakyat untuk media dakwah. Sunan Kalijaga, mengembangkan Wayang Purwa, wayang kulit bercorak Islam.

Mengenai material, menggunakan kulit binatang atau kulit lainnya masih butuh penelitian lebih lanjut. Soedarso dalam “Morfologi Wayang Kulit: Wayang Kulit dipandang dari Jurusan Bentuk,” mengutip historia.id mengatakan, berdasarkan Kakawin Arjunawiwaha gubahan Mpu Kanwa pada 1036, wayang sudah dibuat dengan memahat kulit. Sementara naskah Bhoma Kawya dan Bharatayuddha melengkapi penggambaran tentang bagaimana pertunjukkan wayang kulit dimainkan kala itu.

“Sampai pada adanya kelir, blencong, serta instrumen pengiringnya, dapat dipastikan apa yang tergambar pada 1036 itu adalah hasil perkembangan dari sesuatu yang sudah dimulai lama sebelumnya,” kata Soedarso.

Dituliskan dalam Kitab Kakawin Arjunawiwaha

Ilustrasi Tokoh Wayang Kulit via Instagram badaralam

Keterangan lain yang menyebutkan penggunaan kulit untuk wayang terdapat dalam kitab Kakawin Arjunawiwaha, nyanyian ke-V, bait 9, yang ditulis oleh Mpu Kanwa.

Sekitar tahun 1019-1042 masehi pada masa pemerintahan raja Airlangga di Kediri, di dalamnya terdapat bagian yang menceritakan pertunjukan wayang dengan cukup jelas.

Hanonton [sic, Hananonton] ringgit manangis asekel muda hidepan huwus wruh towin yan walulang inukir molah angucap hatur ning wang tresneng wiyasa malaha tan wihikana ri tat wan yan maya sahanahananing bhawa siluman.

“Orang yang menyaksikan pertunjukkan wayang, ada yang lalu menangis atau sedih hatinya, walaupun ia sudah tahu bahwa yang dilihatnya itu hanyalah kulit yang dipahat, dibuat seakan-akan dapat bergerak dan berbicara.” (Mangkudimeja, 1979: 142).

Wayang Kulit sebagai Sebuah Kepercayaan Masyarakat

Wayang Kulit di Tengah Masyarakat via Instagram badaralam

Dalam esainya Otok menguraikan bahwa semenjak abad XI Masehi, wayang sudah menggunakan boneka dari kulit yang diukir (walulang inukir). Namun, hal ini belum menunjukkan bahwa kulit yang diukir tersebut adalah kulit binatang atau kulit yang lain.

Tahun 1500 sebelum Masehi bangsa Indonesia memeluk kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Di masa itu leluhur kita sering memanggil roh nenek moyang dengan sarana benda-benda yang sangat dekat dengan kehidupan.

Bahkan ada anggapan menggunakan sebagian dari organ tubuh yang sudah tiada, seperti tulang, kulit, rambut dan sebagainya. Berawal dari itulah ada kecenderungan fungsi wayang pada zaman itu bukan sebagai sarana upacara tradisi dan hiburan semata. Tapi, sebagai benda atau media untuk menghadirkan roh leluhur.

Mitos Keberadaan Wayang Kulit Manusia

Wayang Kulit Dimainkan oleh Dalang via Instagram badaralam

Keberadaan wayang kulit yang terbuat dari kulit manusia hingga kini diyakini masih ada, meskipun dianggap mitos oleh masyarakat.

Film Perempuan Tanah Jahanam berhasil membawa kita pada kisah sesungguhnya narasi tentang hal ini. Saya lalu bertanya, “ini kisahnya beneran pernah terjadi gak ya, di desa-desa pedalaman Jawa?”

Mitosnya Ada Dusun Kedakan

Pertunjukan wayang kulit di Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, salah satu wayangnya diyakini terbuat dari kulit manusia. Diwariskan secara turun temurun hingga sekarang, dipegang dan dimiliki oleh seorang dalang yang bernama bapak Sumitro.

Dipentaskan saat ada acara-acara khusus, seperti meruwat Bocah Bajang, meruwat Sukerto (anak yang bernasib sial), atau acara khusus di bulan Syawal dan bulan Safar.

Budaya Masyarakat Kedakan

Masyarakat Kedakan masih melestarikan budaya tradisi, salah satu yang dipertahankan adalah memetri desa. Aktivitas ini diadakan setahun sekali, pada bulan Safar (bulan Jawa/Islam).

Biasanya setiap kali mengadakan upacara memetri, di desa ini selalu ada pertunjukan wayang kulit keramat. Masyarakat setempat sangat menyakralkan wayang kulit ini karena ada 1 tokoh yang diyakini berbahan kulit manusia.

Sejarah Dusun Kedakan

Masyarakat Dusun Kedakan hanya mementaskan Wayang Kulit Manusia 2 kali dalam setahun, yaitu pada Safar dan Syawal, selain bulan itu tidak ada pertunjukan kepada umum. Kecuali ada permintaan dari warga masyarakat karena nadar (kaul).

Meneruskan cerita dari sesepuh sebelumnya, Sumitro kembali mengisahkan, ada tokoh agama bernama Ki Hajar yang membawa budaya wayang kulit ke Dusun Kedakan.

Nama Dusun Kedakan bermula dari kata duka, yang berarti marah. Dahulu Ki Hajar bersama teman satu perguruannya datang ke wilayah Kabupaten Magelang. Mereka sama-sama membawa seperangkat wayang beserta gamelan.

Teman satu perguruannya menetap di Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo dan Ki Hajar Daka di Dusun Kedakan, Desa Kenalan. Suatu ketika ada kejadian yang membuat Ki Hajar marah atau dalam bahasa Jawa, duka. Setelah kejadian itu, di tempat Ki Hajar duka inilah, nama dusun Dakan berasal. Sekarang disebut sebagai Dusun Kedakan yang artinya tempat Ki Hajar duka (marah).

Wayang Kulit Benda Pusaka Milik Desa

Masih menurut Sumitro, ada dua kotak wayang kulit yang dimiliki Ki Hajar. Satu kotak tersimpan dalam batu. Kotak wayang kulit lainnya hingga kini masih ada di Dusun Kedakan sebagai barang pusaka milik masyarakat.

“Jadi wayang kulit ini adalah milik warga. Bukan milik perorangan, sebagai barang pusaka. Tetapi sering diaku milik orang pribadi.” Menurut Sumitro, peninggalan Ki Hajar selain wayang kulit, ada yang lain yaitu seperangkat gamelan.

Sekarang ini seperangkat gamelan peninggalan Ki Hajar keberadaannya sudah tidak menyatu dengan wayang kulit. “Ini yang menjadi keprihatianan masyarakat,” ungkap Sumitro.

Mitos Tokoh Arjuna

Lukisan Arjuna dan Srikandi via Instagram kamajayataufik

Struktur ‘Wayang Kulit Manusia’ khususnya pada tokoh Arjuna tidak jauh berbeda denga wayang-wayang pada umumnya. Terbuat dari bahan kulit, dipahat, dan disungging. Namun, berbeda dengan wayang-wayang yang lain, mitos yang berkembang di masyarakat bahwa wayang kulit tokoh Arjuna tersebutlah yang terbuat dari kulit manusia.

Sampai di sini, kita bisa sama-sama sepakat, film Joko Anwar berhasil membawa narasi kebudayaan Nusantara, khusus budaya masyarakat Dusun Kedakan sekitar abad XI Masehi.

Referensi :

‘Wayang Kulit Manusia antara Mitos dan Kenyataan’, karya Otok Herum Marwoto

Tags: Budaya Nusantarafilm perempuan tanah jahanamKakawin Arjunawiwahakelananusantarakulit manusiaPerempuan Tanah Jahanamwayang kulit
Share173Tweet100Pin36SendShareSend
Previous Post

Mengapa Orang Sunda Malas?

Next Post

Lokalisasi Gagasan Wild Trip ala Australia Barat

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
972
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
377

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.6k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
185
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist