• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Kamis, 15 Januari 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Sugeng Hendratno dan Wildlife Photography

Mati Ketawa ala Rudy Badil

Santap Masakan Rumahan, Warung Imah Babaturan

Sugeng Hendratno dan Wildlife Photography

Seorang fotografer, Tidak Cukup Hanya Berkunjung ke Hutan, Jepret Sana-sini, Lalu Selesai

Abroorza A. Yusra by Abroorza A. Yusra
16 April, 2020
in Sosok, ZZ Slider Utama
48 2
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sugeng Hendratno (c) Abroorza A Yusra/Kelananusantara

Memotret hubungan antara alam dan manusia, yang berpagut dan berpilin, tidak segampang yang dibayangkan. Seorang fotografer, tidak cukup hanya berkunjung ke hutan, jepret sana sini, lalu selesai. Jika hal itu yang menjadi tolok ukur kapasitas seorang fotografer, terutama yang berorientasi pada wildlife photography, tentu yang tercipta hanya karya-karya dangkal.

Saya berjumpa beberapa orang yang mampu memotret dengan menyadari elemen-elemen penting dari hubungan antara alam dan budaya, menjadikan karya-karya hasil bidikan mereka tidak berbatas pada estetika atau eksotisme alam belaka.

Mereka turut merasakan esensi atau setidaknya nilai-nilai yang mungkin diraih dari kondisi alam. Satu di antara beberapa orang (yang sedikit itu) adalah Sugeng Hendratno.

Kami Biasa Memanggilnya Babe

Babe, begitu saya dan sahabat-sahabatnya kerap memanggilnya. Ia adalah fotografer dari Kalimantan Barat yang mengabdikan diri pada kerja konservasi alam. Sebelum mengenal dunia fotografi, ia menggeluti seni lukis. Pernah menempuh pendidikan formal di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) di Jogjakarta namun tidak selesai.

Sekembalinya ke Pontianak, ia kerap diundang oleh hotel-hotel untuk mendekorasi atau melukis. Suatu kali, salah satu hotel membeli kamera dan Babe diminta untuk mendokumentasikan acara-acara hotel dengan kamera tersebut. Sejak saat itu fotografi dan dirinya menjadi dua hal yang saling bertaut.

Beberapa tahun berkarya di hotel, Babe lalu memutuskan meniti jalan baru. Ia pergi ke pelosok Kalimantan, Rumah Betang Ensaid Panjang, Sintang untuk mendokumentasikan budaya masyarakat Iban di sana.

Agaknya, dari sini, hasrat murni seorang Babe semakin meluap. Budaya dan alam menjadi motivasi utamanya menekan tombol shutter. Mulai dari tahun 2003, ia jarang di rumah karena lebih banyak pergi ke pelosok Kalimantan.

Pilihan Hidup Babe di Dunia Wildlife Photography

Pilihan hidupnya didukung oleh kesempatan-kesempatan untuk turut serta dalam ekspedisi WWF-Indonesia selaku yayasan lingkungan. Kawasan Heart of Borneo (kawasan lindung inisiasi tiga negara: Indonesia, Malaysia, Brunei, yang luasnya sekitar 2 juta hektar) mungkin sudah ia jelajahi tiap sudutnya.

Hutan telah menjadi rumah keduanya. Ia selalu menjadi fotografer pilihan utama bila akan dilakukan ekspedisi dokumentasi satwa-satwa, dari orangutan di perbukitan hingga pesut di kawasan pesisir.

Perannya dalam mengembangkan fotografi di Kalimantan Barat juga tidak kecil. Ia pernah mendirikan Pontianak Fotografi dan School of Rock. Fotografer maupun videografer muda binaannya hampir mencapai seratus orang.

Karya Fotografi Babe

Bicara soal karya, foto-foto Babe selalu mengandung makna yang kuat. Ada dua foto Babe yang masih membekas di kepala saya hingga hari ini.

Pertama, foto orangutan yang tengah menggendong anak. Foto tersebut berlokasi di Teluk Aur, Kapuas Hulu.

Kedua, foto seorang ibu yang sedang berendam setengah badan dengan anaknya. Si anak yang berusia di bawah lima tahun, mendekap tubuh dengan erat, seolah takut dengan dingin air, namun sang ibu justru beraut wajah bahagia.

Lewat karya tersebut Babe seolah berpesan, “Sehebat apapun budaya dan peradaban yang kita bangun, mustahil untuk memisahkan diri dari alam.”

Ia pernah berkata, bahwa dalam berkarya, antara pikiran dan hati harus seiring sejalan, sebab karya menjadi wakil atas pemaknaan diri si seniman.

Saya kira, prinsip seperti itu yang membuat karya-karya Babe memiliki kekuatan. Karya-karyanya tidak lahir dari sekedar jepretan pada kamera, namun juga pengetahuan, pengalaman, kelana-kelana ke hutan, keakraban dengan hampir semua orang yang berjumpa dengannya.

Selamat Jalan Babe

Pengunjung Memerhatikan karya foto Sugeng Hendratno dalam acara A Tribute to Sugeng Hendratno, Pontianak, Desember 2019 (c) Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

Sekali waktu saya pergi bersamanya menuju kawasan pesisir Batu Ampar, Kubu Raya untuk hunting satwa. Sejak subuh, kami sudah harus beranjak dari tempat menginap. Menelusuri cabang-cabang sungai dengan perlahan. Mesin klotok (kapal air) dimatikan agar tidak menakuti satwa apapun.

Selama hunting, Babe memerhatikan dengan cermat ke sekitar. Beberapa burung tertangkap mata, tetapi Babe tidak tergesa-gesa mengangkat kamera. Ia tetap berdiam diri saja, seolah meresapi alam, menyatukan dirinya dengan udara dan hutan bakau.

Akhirnya, pada momen tertentu, seakan mendapat isyarat dari alam, jari-jari dan kamera Babe mulai berkerja.

Agustus 2019, Babe berpulang. Usianya belum lagi mencapai enam puluh. Mereka yang mengiring kepergiannya, datang langsung ke pemakaman maupun dengan doa-doa dari kejauhan. Merasakan kesedihan yang mendalam. Babe dikenal sebagai manusia yang mudah bergaul, dari masyarakat kampung hingga pejabat tinggi, dari anak kecil hingga orang-orang tua.

Tribute to Sugeng Hendratno

Pada 13-15 Desember 2019, diadakan acara A Tribute to Sugeng Hendratno. Agenda utamanya, launching buku fotografi “Eksotik Borneo, Seni Mata Melihat ala Sugeng Hendratno” dan pameran foto karya-karya Babe.

Acara berlangsung di Canopy Centre Pontianak. Mereka yang hadir, berasal dari berbagai latar, seperti NGO, komunitas-komunitas fotografi dan lingkungan, seniman, pemerintah, pihak hotel, para akademisi, hingga perwakilan masyarakat Ensaid Panjang.

Buku dicetak dua kali. Beberapa pihak hotel menawarkan pameran serupa di hotel mereka. Para musisi menampilkan performa musik hingga larut malam. Tokoh adat Ensaid Panjang melantunkan bekana, syair-syair berbahasa Iban yang mengandung wejangan-wejangan hidup.

Semua itu dipersembahkan untuk Babe, menunjukkan bahwa arti hidupnya berbekas dalam memori tiap orang. Ia tidak usang walau raganya telah berpulang. Ars Longa, Vita Betis. Seni itu panjang, hidup itu singkat. Kiranya, hal itu pantas disematkan kepada seorang Sugeng Hendratno.

Tags: borneokalimantankalimantan baratsosok kelanasugeng hendratnowildlife photography
Share97Tweet17Pin6SendShareSend
Previous Post

Mati Ketawa ala Rudy Badil

Next Post

Santap Masakan Rumahan, Warung Imah Babaturan

Abroorza A. Yusra

Abroorza A. Yusra

Penulis, penggiat literasi, dan pendukung konservasi lingkungan. Kelahiran 1987. Bermukim di Singkawang, Kalimantan Barat.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
95
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
107
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
227
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
329
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
946
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
363

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
10.9k
Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

13 September, 2020
5k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.2k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.3k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.5k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
152
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
95

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
107
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
227
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
154
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
115

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist