• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Sabtu, 13 Juni 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Kisah Stasiun Jakarta Kota, Termegah di Hindia-Belanda

Stasiun Jakarta Kota Hari Ini © Hendro Prabowo

Wacana Antropologi Dan Kebudayaan Dalam Desain

OSVIA Madiun, Sejarah Sekolah Calon PNS Masa Kolonial

Kisah Stasiun Jakarta Kota, Termegah di Hindia-Belanda

Stasiun Batavia menempati tempat yang cukup strategis, berada di sebelah selatan Balaikota, jadi jantung perekonomian

Lengkong Sanggar Ginaris by Lengkong Sanggar Ginaris
14 September, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
201 15
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Ketika matahari mulai menyongsong dari ufuk timur, sebuah kereta listrik perlahan memasuki satu dari dua belas jalur yang terentang di Stasiun Jakarta Kota.

Kereta berhenti, dengan para penumpang menyeruak dari dalam kereta, berpencar ke berbagai penjuru. Sudah berdiri lebih dari sembilan puluh tahun, stasiun ini menyaksikan lika-liku kehidupan manusia ibukota.

Lengkung kanopi besinya seolah ingin mengisahkan sejarah kehadiran si ular besi di Batavia. Sekaligus sebagai salah satu karya arsitek yang mahsyur di masanya, Frans Johan Lowrens Ghijsels.

Riwayat stasiun Jakarta-Kota

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij/Batavia Zuid Staatsspoorwegen (sumber: colonialarchitecture.eu)

Membaca riwayat stasiun Jakarta-Kota tak bisa lepas dari upaya pembangunan jalur kereta di Batavia.

Pembuatan jalur kereta dari Batavia menuju Bogor sudah direncanakan oleh pemerintah kolonial sejak tahun 1851.

Tiga belas tahun sebelum jalur kereta api pertama dibuka di Semarang pada 1864.

Ketika itu, Letnan Maarschalk, seorang perwira zeni militer Belanda, diberi tugas untuk menjajaki lokasi yang akan dilalui jalur kereta api Batavia-Buitenzorg.

Kendati rencana telah disusun matang, namun pemerintah kolonial tampaknya masih berpikir ulang untuk mengeksekusinya.

Pembuatan jalur kereta jelas memakan biaya yang tinggi, sementara itu belum ada kepastian apakah jalur kereta tersebut akan menghasilkan keuntungan atau tidak.

Barulah setelah jalur kereta Semarang-Vorstenlanden menunjukan kesuksesannya, maka pemerintah kolonial memberi lampu hijau untuk pembangunan jalur kereta Batavia-Buitenzorg.

Tahapan pembangunan jalur kereta Batavia-Buitenzorg

1928 3 oct. Emplacement. in uitvoering. in de verte: opstelempl. en remise in bouw. Gezicht op het emplacement 3-10 ’28 © Hes H.A. (Hendrik); Asselbergs F.B.H.; Ghijsels F.J.L. (Frans Johan Louwrens) Ir. (sumber: colonialarchitecture.eu)

Sebagai permulaan, diadakan upacara pencangkulan pertama yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Pieter Mijer di bakal lokasi stasiun Batavia pada 25 Oktober 1869 Bataviaasch (Nieuwsblad, 15 Agustus 1929).

2.500.000 gulden, perhitungan biaya yang dihabiskan pemerintah kolonial untuk membangun jalur kereta Batavia-Buitenzorg. Pembangunan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama, ruas Batavia-Weltevreden dibuka 15 September 1871. Kemudian disusul Weltevreden-Meester Cornelis dibuka pada 16 Juni 1872.

Dan diikuti dengan Mesteer Cornelis-Buitenzorg yang dibuka pada 31 Juni 1873. Begitulah cerita datangnya si ular baja di Batavia.

Stasiun Zuid Batavia dan Noord Batavia

Het spoorwegstation Kota in aanbouw, Batavia © Hes H.A. (Hendrik); Asselbergs F.B.H.; Ghijsels F.J.L. (Frans Johan Louwrens) Ir. (sumber: colonialarchitecture.eu)

Sebelum pembangunan stasiun Jakarta Kota, Batavia sudah memiliki dua stasiun dengan jarak yang berdekatan, yakni stasiun Zuid Batavia dan Noord Batavia.

Stasiun Zuid Batavia atau Batavia Selatan yang dikelola oleh B.E.O.S berada di lokasi stasiun Jakarta kota yang sekarang.

Sementara itu, terpaut 200 meter ke utara, ada stasiun Noord Batavia milik NIS yang melayani jurusan Batavia-Bogor. NIS lalu menjual konsensus jalur tersebut kepada Staaspoorwegen pada 1913.

Kemudian tahun 1923, stasiun Batavia selatan ditutup sehingga tinggal stasiun Batavia utara saja yang masih berfungsi.

Rencana pemerintah dalam bidang perkeretaapian di Batavia lainnya adalah menyatukan kedua Stasiun Batavia, yakni stasiun Zuid Batavia dan Noord Batavia.

Lokasi stasiun Batavia yang strategis

Air photo of Batavia including the Java Bank, the NHM building, the Kota railway station and the Chinese area © [KNILM] [Frans Johan Louwrens] [Hendrik] (sumber: colonialarchitecture.eu
Stasiun Batavia menempati tempat yang cukup strategis, berada di sebelah selatan Balaikota, jadi jantung perekonomian.

Diapit oleh pusat perdagangan Eropa di sebelah utara dan ruko-ruko orang Tionghoa di sebelah selatan. Berhadapan dengan stasiun ini, berdiri dua gedung perusahaan terbesar di Hindia-Belanda, Nederlands Handel Maatschappij dan De Javaasche Bank.

Selain lintas Batavia-Buitenzorg, stasiun Batavia juga juga tersambung dengan Tanjung Priok, Tanah Abang, dan Meester Cornelis (Jatinegara).

Sepanjang berdirinya, stasiun ini tersohor dengan nama Stasiun Beos. Nama Beos mengacu pada Bataviasche Oostpoorweg Maatschappij.

Sejarah berdirinya maskapai ini dimulai ketika H.J. Meertens mengajukan konsensi pembangunan kereta api dari Batavia ke wilayah timur, seperti Pasar Senen, Meester Kornelis, Tanjung Priok, dan Bekasi.

Namun, karena tidak memenuhi persyaratan hukum, maka konsensi tersebut ditolak. Tidak putus asa, Meertens beserta firma Tiedeman dan van Kerchem mengajukan konsensi yang sama pada pada 1881 dan setahun berikutnya, pemerintah akhirnya menerima konsensi tersebut.

Mereka diberi konsensi selama 90 tahun untuk membangun dan mengoperasikan jalur kereta dari Batavia ke wilayah timur seperti Bekasi dan Meester-Cornelis.

Pada 1887 lintas Batavia-Bekasi sendiri selesai dibuka, kemudian diikuti Bekasi-Cikarang pada 1890, dan Cikarang-Kedunggede pada 1901.

Pemerintah kolonial rupanya juga meminta B.E.O.S untuk melanjukan pembangunan kereta hingga lebih jauh ke timur sampai Cirebon. Namun, B.E.O.S menolak permintaan tersebut dengan pertimbangan bahwa biaya yang dibutuhkan sangat tinggi, mengingat mereka harus membuat jembatan di sungai Citarum (Rietsma, 1916;6-8).

Stasiun megah yang mencitrakan kejayaan

Station Batavia (sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

Sebagai stasiun yang berdiri di ibukota pemerintah, Belanda berharap untuk memiliki stasiun megah yang dapat mencitrakan kejayaan kekuasaan mereka.

Maka dari itu, Staatspoorwegen menugaskan C.W. Koch, kepala insinyur di Staatspoorwegen untuk merancang sebuah stasiun dengan muka yang megah dan di salah satu sudutnya dilengkapi dengan menara jam.

Namun, karena alasan ekonomi dan ketidaksepakatan, maka rencana Koch dibatalkan. Tugas perancangan bangunan stasiun yang memiliki 12 jalur tersebut akhirnya berpindah tangan kepada Frans Josef Lowrens Ghijsels. Arsitek dari biro konsultan Algemeen Ingenieurs- en Architectenbureau (A.I.A).

Dalam merancang stasiun baru tersebut, arsitek kelahiran Tulungagung tersebut mencoba beberapa variasi bentuk. Di antaranya pintu masuk utama pada bagian fasad depan.

Setelah bereksperiman dengan berbagai bentuk, Ghijsels akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah bangunan yang lebar, fasad rendah, dan di bagian tengah terdapat sebuah atap melengkung megah. Bentuk tersebut dinilainya cocok untuk sebuah stasiun terminus atau stasiun ujung (Akihary, 1996; 83).

Upacara peresmian pada 8 Oktober 1929

Pada Juni 1927, selepas Ghijsels mematangkan desainnya, stasiun Batavia selatan lantas dirobohkan.

Proyek pembangunan tersebut ditangani oleh kontrakrtor Hollandsch Beton Maatschappij.

Dengan kemajuan teknologi konstruksi saat itu, stasiun ini hanya perlu dibangun selama dua tahun.

Kontras dengan bangunan arsitektur stasiun yang bernuansa modern, upacara peresmian yang diadakan pada 8 Oktober 1929 menampilkan unsur tradisional yang sangat kental.

Pada pagi hari, para pegawai baik yang berdarah Eropa atau pribumi mengadakan upacara selamatan.

Pada siang harinya, gubernur Jenderal A.C.D. de Graeff melakukan upacara penanaman kepala kerbau di depan pintu masuk stasiun.

Maksud dari upacara selamatan dan penanaman kepala kerbau supaya bangunan stasiun dapat terhindar dari marabahaya.

Seminggu setelah upacara tersebut, koran Javabode menyebut stasiun Batavia “berdiri bak monumen yang bersaksi kepada penerus kita tentang apa yang harus dipahami seputar ekonomi.

Bangunan itu akan menjadi stasiun yang memesona dan bergelar sebagai salah satu stasiun tercantik di timur”.

Stasiun dengan sistem teknologi mutakhir di zamannya

Het spoorwegstation Kota in aanbouw, Batavia/1929. Hoofdingang. steigerwerk en formeelen © Asselbergs F.B.H.; Ghijsels F.J.L. (Frans Johan Louwrens) Ir.; Hes H.A. (Hendrik); Aiko fotografisch atelier (sumber: colonialarchitecture.eu)

Pada tahun 1923 Staatspoorwagen mengelektrifikasi stasiun Jakarta Kota. Keamanan perjalan sudah dipikirkan dengan baik pada saat itu.

Stasiun ini menggunakan sistem keamanan Siemens & Halke, sistem paling mutakhir yang sudah digunakan pada stasiun-stasiun besar di Eropa dan Amerika.

Elektrifikasi jalur kereta disusul dengan rencana pengembangan bangunan stasiun-stasiun seperti Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Pasar Senen (Anonim, 1937; 164-167)

Langgam arsitektur Art Deco

De hal achter de hoofdingang van het spoorwegstation Kota, Batavia © Asselbergs F.B.H.; Ghijsels F.J.L. (Frans Johan Louwrens) Ir.; Hes H.A. (Hendrik); Aiko fotografisch atelier (sumber: colonialarchitecture.eu)

Seakan menolak kemewahan langgam neo-klasik yang jadi pakem bangunan stasiun dari periode sebelumnya, Ghijsels memilih langgam arsitektur Art Deco yang terkesan lugas dan rasional, namun bercita rasa tinggi.

Langgam tersebut sejalan dengan prinsip Ghijsles, “kesederhanaan adalah jalan tersingkat menuju keindahan”.

Prinsip tersebut dituangkan dalam hiasan interior dan eksterior yang tampak sederhana, hanya menampilkan permainan garis tegak lurus.

Bagian dalam stasiun ini berupa kantor berlantai dua yang membentuk galeri. Sementara itu, di atasnya terbentang atap lengkung yang ditopang oleh kuda-kuda baja yang melindungi ruang di bawahnya.

Perhatian besar juga ditujukan pada detil pintu dan jendela. Racikan Ghijsels menghasilkan sebuah bangunan stasiun yang melampaui masanya.

Karenanya, orang yang pertama kali berjumpa dengan bangunan ini, tidak akan menyangka jika sebenarnya bangunan ini adalah bangunan lawas.

Walau aura kekunoan masih membungkus di stasiun ini, namun bagaimanapun juga perkembangan zaman tak bisa dihindarkan.

Pintu utama yang berada di tengah kini tidak bisa dilalui pengunjung lagi.

Di samping itu, peron yang berada di sebelah utara ditambahkan ruang tunggu baru untuk penumpang kereta api jarak jauh dan menengah.

Seperti itulah kisah stasiun Jakarta Kota, salah satu stasiun termegah di Hindia-Belanda.

Penanda babak baru sejarah transportasi di ibukota. Dengan visinya yang spektakuler, arsitek Ghijsels berhasil menghadirkan sebuah bangunan stasiun dengan arsitektur yang melampaui masa.

Bangunan ini terlihat gagah dipandang di masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.

 

Referensi

Akihary,H. 1996. Ir. F.J.L Ghijsels ; architect in Indonesia (1910-1929). Utrecht L: Seram Press.

Anonim. 1937. Batavia Als Handels-, Industrie-,en Woonstad. Batavia : G.Kolff & Co.

Anonim. Nederlandsch Indische Staatspoor-en Tramwegen. Nedelands Welvaart.

Reitsma, S.A. 1916. Indische Spoorweg Politiek (Deel I). Batavia : Landsdrukkerij

Bataviaasch Nieuwsblad. 15 Agustus 1929.

 

Foto sampul artikel oleh: Hendro Prabowo

Tags: BataviaStasiun Jakarta KotaStation Nord BataviaStation Zuid Batavia
Share1344Tweet74Pin27SendShareSend
Previous Post

Wacana Antropologi Dan Kebudayaan Dalam Desain

Next Post

OSVIA Madiun, Sejarah Sekolah Calon PNS Masa Kolonial

Lengkong Sanggar Ginaris

Lengkong Sanggar Ginaris

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
347
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
993
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
387

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.9k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
561
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.3k
Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

14 September, 2020
2.5k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
211
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist