• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Sabtu, 1 Agustus 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result

Berkelana Berbekal Rp70 Ribu Menuju Papua (Bag I)

Perempuan dan Fotografi

Memperingati Konferensi Asia Afrika Ke-65

Bandung Sebagai Sebuah Situs Ingatan

Kelana Wisnu Sapta Nugraha by Kelana Wisnu Sapta Nugraha
19 April, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
66 3
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Kondisi pandemik COVID-19 saat ini membuat Museum Konferensi Asia—Afrika dikunci. Jika museum buka, hari ini kita dapat mengunjunginya dan memperingati KAA ke-65 tahun.

Meski telah 65 tahun berlalu, gema persahabatan negara-negara yang tergabung di dalamnya masih bergaung. Jejaknya dapat dilihat dari hubungan bilateral atau multilateral negara-negara tersebut.

Pada peringatan yang ke-60 tahun 2015, diadakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia—Afrika. Peringatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan kerja sama Selatan-Selatan bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Ada satu hal yang janggal dalam peringatan itu. Dekorasi yang dibuat di jembatan layang Pasopati tidak sesuai. Wajah Nelson Mandela terpampang besar. Padahal dulu ia tidak hadir. Afrika Selatan juga bukan negara peserta KAA.   

Sahabat Kelana pernah berkunjung ke Museum Asia—Afrika atau melewati Gedung Merdeka? Kenapa sih Konferensi ini penting, sampai-sampai peringatannya pernah digelar begitu megah?

Nehru dan U Nu menuruni tangga Gedung Merdeka. Sumber: Arsip Nasional RI/Koleksi Pribadi

Konferensi Asia—Afrika Jawaban Perang Dingin

Di tengah Perang Dingin KAA digelar. Pertarungan untuk memperebutkan dominasi antara blok negara komunis dan liberal-kapitalis setelah Perang Dunia II adalah penyebab Perang Dingin.

Perebutan hegemoni itu mengancam negara-negara Asia—Afrika. Sadar akan hal itu, mereka berkumpul untuk menentukan sikap.

Ali Sastromidjojo, perdana menteri Indonesia kala itu dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Sementara menyarakan pentingnya kerja sama negara-negara Asia—Afrika untuk perdamaian dunia.

Selanjutnya, ia mengunjungi beberapa negara bertemu dengan Jawaharlal Nehru di India, U Nu di Birma.

Lawatan Ali berujung dengan keputusan mengadakan Konferensi Bogor. Pada tanggal 28-29 Desember 1954 di Bogor mereka merumuskan niat kerja sama yang netral.

Wildan Sena Utama dalam Konferensi Asia Afrika: asal-usul intelektual dan warisannya bagi gerakan global antiimperialisme (2018) menarasikan alur peristiwa itu dengan rinci dan apik.

Empat bulan setelahnya, pada 18—24 April dua puluh sembilan pemimpin negara-negara Asia—Afrika hadir di Bandung. Mayoritas negara-negara yang hadir adalah negara bekas jajahan atau negara dunia ketiga.

Negara-negara yang hadir itu berdiri dalam posisi netral dalam ketegangan antara dua blok yang bertikai. Gerakan Non-blok adalah atas Perang Dingin. Perdamaian dan kemerdekaan, bukan perang yang diinginkan oleh para anggota KAA.  

Sukarno membacakan pidato pada pembukaan KAA di dalam Gedung Merdeka. Sumber: Arsip Nasional RI/Koleksi Pribadi

Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru

Pada hari pembukaan, Sukarno membacakan pidatonya, “Mari Kita Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru”. Sukarno berharap Asia dan Afrika dapat bersatu agar sejahtera.

Konferensi KAA juga dimaksudkan untuk “memberikan pedoman kepada umat manusia, akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian,” ucap Sukarno dalam pidatonya.

Pertemuan ini juga menjadi panggung diplomasi internasional pertama bagi beberapa negara seperti China. Zhou Enlai, perdana menteri China waktu itu menjadi sorotan.

Ia diberondong pertanyaan mengenai kebijakan China. Tetapi sorotan yang ditujukan kepadanya adalah berkat sikap diplomatisnya yang tenang serta tidak mudah terpancing.

Berita berkumpulnya sepertiga perwakilan masyarakat dunia di Bandung itu menjadi ancaman bagi negara-negara dominan.

Richard Wright, salah satu penulis kulit hitam terkenal Amerika datang untuk menyaksikan secara langsung konferensi tersebut.

Ia membuat sebuah laporan khusus berjudul The Color Curtain: A Report on Bandung Conference (1956). Belakangan diketahui Wright disokong oleh CIA.

Pertemuan besar yang mengadu urat itu menghasilkan Dasasila Bandung. Negara-negara yang terlibat bersepakat untuk bekerjasama, menjunjung persamaan derajat serta saling menghormati.

Dasasila Bandung juga menekankan pengakuan kemerdekaan negara-negara baru di Asia dan Afrika. 

Suasana di luar Gedung Merdeka pada saat KAA. Sumber: Arsip Nasional RI/Koleksi Pribadi

Setelah 65 Tahun Konferensi Asia—Afrika

Ahmad Ben Bella, presiden Aljazair dikudeta. KAA kedua yang diadakan di Aljazair pada 29 Juni 1965 tetap berjalan. Tempat KAA II secara misterius dibom. Konferensi pun dibatalkan, para delegasi yang telah sampai di Aljazair mengungsi.

Seperti yang dikhawatirkan sebelumnya, kedua blok bertarung melalui infiltrasi di tanah Asia—Afrika untuk memperebutkan pengaruh ideologi.

Perang Dingin menyebabkan negara-negara Asia—Afrika tidak stabil. Serangkaian kudeta di belahan dunia selatan terjadi setelahnya.

Meski KAA II batal digelar, semangat KAA melatarbelakangi berdirinya banyak organisasi yang memakai nama Asia—Afrika.

Semisal persatuan wartawan, pengarang, film, wanita sampai organ religius seperti Islam. Organ-organ itu ada yang memiliki kaitan langsung dan tidak. Wildan (2018) menyebutnya sebagai warisan intelektual.

Semangat Asia—Afrika adalah semangat kemerdekaan dan solidaritas. Enam puluh lima tahun yang lalu jadi tonggak kebangkitan negara-negara bekas jajahan. Mereka bersepakat mengulurkan tangan satu sama lain atas nama solidaritas.

KAA lebih dari sekadar pertemuan politik. Giorgio Shani (2016) menyebut tujuan utama dari konferensi adalah untuk menemukan titik temu dan visi untuk masa depan.

Bukan kapitalisme atau komunisme, tapi caranya adalah dekolonisasi. Penghapusan daerah jajahan untuk selama-lamanya.

Ia juga menyebut Bandung, sebagai sebuah situs ingatan, lieu de mémoire. Ia meminjam frasa itu dari sejarawan Prancis, Pierre Nora.

Dengan begitu kita dapat melihat Bandung sebagai situs ingatan atas janji penghapusan abadi kolonialisme.

Janji dekolonisasi Konferensi Bandung dalam konteks hubungan internasional seolah telah dilupakan.

Meskipun peringatan KAA ke-60 lalu menuai banyak kritik di balik kemegahannya, tetapi peringatan itu menghasilkan Deklarasi Mengenai Palestina. Kemegahan abadi dari KAA adalah kemerdekaan.

Jadi, Sahabat Kelana ada yang punya rencana berkunjung ke Museum Asia—Afrika setelah pandemi ini reda? Sampai bertemu di sana!

 

Tags: BandungKonferensi Asia Afrik ke-65Konferensi Asia Afrika
Share53Tweet24Pin8SendShareSend
Previous Post

Berkelana Berbekal Rp70 Ribu Menuju Papua (Bag I)

Next Post

Perempuan dan Fotografi

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Mahasiswa sarjana Sastra Indonesia Unpad dan pemimpin redaksi Penerbit Jungkir Balik. Tertarik pada kajian sastra, perang dingin, pasca-kolonial, serta kajian genosida.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
349
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
1k
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
389

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
16.1k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.4k
Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

20 Februari, 2020
1.8k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.2k

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

20 April, 2020
1.1k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
225
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
172
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
133

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist