• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Senin, 15 Juni 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Menafsir Puisi Abad Dua Puluh Karya Jeihan

Abad Dua Puluh Kita Mau Ke Mana, karya Jeihan Sukmantoro

Mindfulpreneur: Value dalam Membangun Startup

Ancol Kembali Buka, 20 Juni 2020

Menafsir Puisi Abad Dua Puluh Karya Jeihan (Bagian II)

Persinggungan antara Tradisi dan Budaya Modern

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
12 Juni, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
43 1
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sebelumnya Baca: Menafsir Puisi Abad Dua Puluh Karya Jeihan

Tradisi menurut Nyoman Kutha Ratna adalah kebiasaan-kebiasaan, perilaku masyarakat yang pada umumnya diwariskan secara turun-temurun, sejak nenek moyang hingga sekarang.

Karisma tradisi ditunjukkan melalui pola-pola yang dilakukan dengan rasa patuh karena dianggap sebagai cara yang baik dan benar. Tradisi dengan demikian didominasi oleh orde sosial, pola-pola perilaku diikat oleh ciri-ciri kelompok dan solidaritas primordial pada umumnya.

Belum berhenti sampai di titik itu, Kuntowijoyo dalam Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi menuliskan, kebudayaan tradisional terbagi dalam dua kategori, yaitu antara budaya keraton dan budaya populer.

Kedua kategori ini pernah dialami Indonesia sebagai konteks budaya dan pernah jadi suatu dualisme. Dan kedua kategori tersebut dipengaruhi budaya Islam.

Budaya Keraton

Budaya keraton dalam istilah lain disebut budaya istana, dikembangkan oleh abdi-dalem mulai dari pujangga sampai arsitek.

Raja berkepentingan menciptakan simbol-simbol budaya tertentu dengan tujuan untuk melestarikan kekuasaannya. Biasanya, bentuk-bentuk kebudayaan yang diciptakan untuk itu berupa mitos.

Efek yang ingin dicapai oleh penciptaan simbol-simbol budaya mitologis kerajaan ini dimaksudkan agar rakyat loyal kepada raja. Pengaruh kebudayaan Islam di dalam budaya keraton terdapat pada Babad Jawa, sebagai salah satu karya kerajaan.

Dalam Babad Jawa, raja digambarkan sebagai pemegang “wahyu”. Ia merasa sah untuk mengklaim dirinya sebagai wakil Tuhan untuk memerintah rakyatnya.

Sultan Agung sebagai contoh, diberi gelar Khalifatullah, wakil Tuhan di tanah Jawa. Namun, masuknya budaya Islam di dalam keraton tidak memengaruhi keseluruhan budaya Jawa. Penerimaan yang dilakukan oleh keraton Jawa terhadap pengaruh Islam cenderung bersifat defensif.

Menerima pengaruh-pengaruh tertentu dari Islam selama dapat diadopsi untuk status-quo kekuasaan Jawa dan dapat ditundukkan dalam konsep kosmologinya.

Inilah sikap yang kemudian jadi karakteristik budaya keraton Jawa ketika berhadapan dengan Islam. Suatu sikap yang berbeda dengan budaya keraton di luar Jawa yang cenderung menerima sepenuhnya pengaruh Islam sebagai unsur pembentuk utama.

Budaya Populer (Budaya Rakyat)

Budaya yang selanjutnya adalah budaya populer, budaya ini adalah milik rakyat yang berada di luar keraton. Sama dengan budaya keraton, dalam budaya populer juga dikenal adanya cerita-cerita mitologis dan mitos.

Menurut Kuntowijoyo, yang lebih penting diamati adalah akibat pengaruh budaya populer, Islam jadi berwarna mistis.

Tapi pada perkembangan berikutnya kebudayaan populer di Indonesia banyak menyerap konsep dan simbol-simbol Islam. Sehingga sering tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer Indonesia.

Pengaruh Islam sangat terasa dalam bidang keilmuan di lingkungan kebudayaan populer Indonesia. Dalam ilmu pengetahuan tradisional sering dikenal dengan istilah ngelmu, konsep-konsep Islam tampak jelas, mulai dari pembahasan tentang kosmologi sampai adab bersuami-istri.

“Sesungguhnya ngelmu-ngelmu Jawa seperti yang terdapat dalam buku-buku Betal Jemur atau Adam Ma’na sangat dipengaruhi oleh kitab Mujarobat yang kendatipun banyak dikritik sangat sinkretik, masih memperlihatkan pengaruh Islam yang kuat, dibandingkan buku sebelumnya”, tulis Kuntowijaya

Kebudayaan tradisi atau tradisional di Nusantara banyak dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan lain yang datang dari wilayah sistem kepercayaan.

Max Lane dalam Bangsa yang Belum Selesai: Indonesia menambahkan, Hinduisme, Budaisme, dan kemudian Islam, telah menyebar di Nusantara dengan keluasan dan kedalaman berbeda. Melalui proses dinamis dan lokal.

Kebudayaan-kebudayaan lain ini mengusung gagasan, literatur, dan teknologi baru yang saling menyesuaikan. Digunakan dalam proses, dikendalikan, serta dikembangkan oleh kekuatan sosial yang ada di Nusantara.

Budaya Nusantara Berubah Jadi Sebatas Tradisi

Sejak abad ke-16 dan seterusnya, perampasan kemakmuran dan pembatasan alih pengetahuan telah menjadi norma. Budaya nusantara berubah menjadi tradisi yang dipelihara langsung oleh kebijakan kolonial atau dijaga dengan isolasi yang dipaksakan agar tak bertranformasi jadi sesuatu yang baru.

Situasi kemandekan kebudayaan dan pemisahan wilayah berlangsung hampir selama 400 tahun hingga kebangkitan nasional Indonesia, pada awal abad ke-20.

Kebangkitan ini melaju jadi gerakan yang memperjuangkan kebebasan dan kolonialisme. Gerakan revolusi nasional demi kemerdekaan dan membangun landasan bangsa. Negara baru yang merdeka.

Lane menambahkan mengenai saling hubungan antara identitas kebangsaan dan pengaruh kolonial terhadap pembentukan suatu bangsa yang penah terjajah dan pernah memiliki kebudayaan asli.

Kata bangsa dan revolusi telah memainkan peran sentral dalam sejarah modern. Masyarakat, pengelompokan etnik, suku, klan, kerajaan, negara dalam berbagai bentuknya, telah ada selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia.

Tapi, bangsa adalah gejala baru yang dihasilkan dari perjuangan menumbangkan feodalisme Eropa. Sistem yang memecah wilayah dan kekuasaan kebangsawanan berdasarkan bahasa, hukum, batas wilayah, dan identitas.

Perjuangan tersebut digerakkan oleh kaum borjuis, kelas baru yang memiliki uang dan harta kekayaan. Aktivitas perdagangan kaum ini dibatasi dan terhambat, salah satunya oleh fragmentasi akibat desentralisasi sistem feodal.

Tradisi dan Modern, Timur dan Barat

Kata tradisi dan modern identik dengan Timur dan Barat. Keduanya menurut Nyoman Kutha Ratna awalnya mengarah pada letak geografis masing-masing wilayah, namun bergeser dari segi pemaknaan. Paradigma kontemporer mengenai Timur dan Barat sarat dengan makna tambahan.

Bukan lagi berkaitan dengan kondisi geografis, melainkan pada perilaku dan tata cara kehidupan sosial, etos kerja, dan sistem kepercayaan. Khususnya perbedaan pada kemajuan sistem informasi dan teknologi.

Timur dikonotasikan dengan dunia mistik dan spiritual, lebih banyak mengkaji masalah-masalah kehidupan dalam kaitannya dengan kebutuhan rohaniah. Sebaliknya, Barat dikaitkan dengan dunia logika dan realitas, lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan jasmaniah.

Krisis Kebebasan Manusia Indonesia

Kembali pada struktur puisi Abad Dua Puluh, saya menafsirkan simbol ‘X’ sebagai posisi setiap manusia. Individu yang berdiri sendiri namun merasa terasing dengan keberadaannya. Daerah ‘X’ terlarang bagi dirinya dan orang lain yang berdiri di dekatnya.

Ketika dihubungkan dengan wacana mengenai kebebasan. ‘X’ menandakan kebebasan individu manusia Indonesia dalam meletakkan cara berpikir dan memandang sesuatu.

Albert Camus dalam Krisis Kebebasan mengungkapkan, kebebasan sesungguhnya tidak akan mampu menjawab semua hal, terutama karena ada batas-batas.

Kebebasan seseorang mencapai batas ketika mulai merambah daerah kebebasan orang lain. Tak seorang pun berhak atas kebebasan mutlak. Batas mulai dan berakhirnya kebebasan, saat hak dan kewajiban menyatu, disebut hukum.

Simbol ‘X’ berjumlah dua puluh berupa ikon imaji bangunan ‘kotak’ mengarah pada konteks pemaknaan yang sudah dituliskan oleh Jeihan melalui judul puisi ini, Abad Dua Puluh. Simbol ‘X’ adalah gambaran mengenai kondisi identitas manusia Indonesia.

Manusia Indonesia berada di posisi yang terasing. Sulit untuk menetapkan identitasnya, antara tetap mempertahankan tradisi atau mengikuti arus kemajuan dan perubahan.

Keterasingan muncul berdasarkan apa yang sudah dijabarkan oleh Camus. Setiap individu berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Pada titik ketika bisa saja terjadi suatu benturan dengan hak individu lain yang juga ingin menentukan jalan hidupnya.

Sedangkan, secara hukum manusia Indonesia berhak dan bebas mengutarakan pendapat ataupun sudut pandangnya masing-masing.

Menempuh Masyarakat yang Sehat dalam Keterasingan Identitas

Demokrasi adalah kata yang paling sering didengar ketika menghubungkan dengan hak dan kebebasan individu. Hak untuk bebas nampaknya tidak sejalan dengan kewajiban yang menyertainya.

Visual kotak yang terdiri dari sekumpulan simbol ’X’ bila dikaitkan dengan konsep Erich Fromm dalam Masyarakat yang Sehat adalah simbol dari masyarakat.

Kelompok sosial, institusi, atau bahkan negara yang dijadikan pegangan oleh individu untuk mengatasi masalah keterpisahan.

Manusia menurut Fromm dapat mengusahakan persatuan dengan dunia melalui jalan kepatuhan kepada fungsi kelompok sosial, masyarakat, atau bahkan negara.

Manusia mengatasi keterpisahan eksistensi individualnya dengan menjadi bagian dari seseorang atau sesuatu yang lebih besar, lebih berkuasa darinya. Manusia mengalami (menjalani) identitasnya dalam hubungan dengan kekuatan pribadi atau lembaga yang dipatuhi itu.

Fungsi Demokrasi dalam Mengatasi Masalah Manusia

Berdasarkan penuturan Erich Fromm, peran dari simbol ‘X’ yang tersusun sebagai bangunan masyarakat ataupun negara idealnya dapat mengarahkan jalan bagi individu untuk mengatasi masalah keterpisahan.

Menyambung dengan apa yang dikatakan oleh Camus, fungsi negara terdapat pada aspek hukum yang mampu menjamin hak dan kewajiban setiap individu.

Menjadi manusia bebas tidak semudah anggapan. Satu-satunya pihak yang menganggap hal itu mudah justru adalah mereka yang menyangkal kebebasan itu sendiri.

Kebebasan ditolak bukan karena hak-hak istimewanya, melainkan karena kewajiban yang melelahkan. Sebaliknya, pihak yang berperan menjamin segala hak dan kewajiban. Idealnya memahami untuk mencapai itu semua diperlukan usaha dan kewaspadaan tanpa henti.

Di satu sisi kewaspadaan yang tidak sesuai porsi dapat memicu keterasingan yang saling mengasingkan satu sama lain. Membentuk pola kebebasan yang saling menyesatkan dalam penerapan fungsi hak dan kewajiban.

Demokrasi akhirnya jadi sistem pemerintahan Indonesia sebagai sebuah bangsa dalam menanggung beban kewaspadaan kebebasan mengutarakan pendapat dan menunjukan jati diri individu.

Demokrasi mengandung unsur kebebasan yang identik dengan budaya barat. Demokrasi bersinggungan dengan budaya komunal tradisional. Benturan keduanya hadir pada bait terkahir puisi ini, berupa frasa: ‘Kita Mau Ke Mana?’.

Frasa ’Kita Mau Ke Mana?’ dapat ditafsirkan sebagai kritik Jeihan kepada identitas individu atau identitas ideologi secara keseluruan manusia Indonesia. Identitas individu dan ideologi nasional akhirnya jadi terasing terhadap dirinya sendiri.

Dua Dasar Pijakan Manusia Indonesia

Pada bait pertama ada sebuah baris tambahan, terdiri dari dua simbol ’X’ yang menyangga bangunan ‘kotak’. Dua simbol ’X’ jadi dasar atau akar identitas masyarakat dan manusia Indonesia.

Dua simbol ’X’ ini bila dikaitkan dengan pembahasan yang sudah diuraikan di atas mengarah pada dua pilihan. Tetap mempertahankan tradisi warisan luhur nenek moyang atau begitu saja menerima pemikiran modern yang dibawa kolonialisme bangsa Barat.

Setiap unit pada puisi ini saling berkaitan satu dengan yang lain. Simbol ’X’ bermakna manusia Indonesia sebagai seorang individu. Simbol ’X’ yang membentuk kotak bermakna kumpulan manusia di dalam masyarakat, institusi, atau bahkan negara yang dijadikan objek kepatuhan.

Dua simbol ’X’ yang berada di dasar bangunan kotak menandakan akar, dasar, pondasi identitas masyarkat, institusi, dan Bangsa Indonesia. Bangunan tersebut memiliki dua akar dan saling berpengaruh, hasil dari proses sejarah yang dilalui oleh bangsa Indonesia.

Menafsirkan Bentuk Visual Kotak yang Dibangun dari Kumpulan Simbol ‘X’

Simbol ’X’ yang membentuk bangunan kotak, menyiratkan sebuah jawaban yang ditawarkan oleh Jeihan. Simbol ini menandakan sesuatu yang statis. Membuat batas-batas sehingga yang satu dengan yang lain berpotensi saling terpisah.

Bentuknya yang bertingkat dua puluh baris menyiratkan pesan, menandakan pola dan tatanan masyarakat Indonesia yang linier. Memandang sesuatu berdasarkan strata dan tingkatan.

Posisi dualisme juga mengakibatkan keterasingan yang membedakan posisi dan keberadaan manusia: berada di atas dan berada di bawah.

Kondisi ini melahirkan kesenjangan dan kecurigaan sesama manusia yang disimbolkan oleh ‘X’. Setiap ‘X’ merasa terasing dengan ‘X’ di sampingnya, ‘X’ di bawahnya, dan ‘X’ di atasnya.

Erich Fromm menjelaskan mengenai masalah keterpisahan, menurutnya, kemungkinan lain untuk mengatasi keterpisahan terdapat dalam arah yang berlawanan: manusia mencoba untuk menyatukan dirinya dengan dunia melalui jalan berkuasa, menjadikan orang lain bagian dari dirinya dan mengatasi masalah eksistensi individualnya dengan dominasi.

Elemen umum antara kepatuhan dan dominasi adalah kodrat simbiosis keterbukaan. Individu-individu yang terlibat di dalamnya kehilangan integritas maupun kebebasannya. Hidup saling mengandalkan satu sama lain. Memuaskan hasrat hati akan kedekatan, namun kepercayaan diri dan kekuatan batinnya berkurang.

Mensyaratkan kebebasan dan tidak bergantung, lebih jauh lagi terus-menerus diancam oleh permusuhan, yang sadar atau tidak sadar keluar dari hubungan simbiosis tersebut.

Konsep Cinta Menurut Fromm dan Camus dalam Mengatasi Masalah Keterpisahaan dan Keterasingan

Petikan kata ‘berlawanan’ menurut Erich Fromm dapat dipahami sebagai keharusan untuk bersatu dengan sesama manusia lain. Saling menjalani hubungan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan ini berada di belakang semua fenomena yang membentuk keseluruhan hubungan manusiawi yang intim. Keseluruhan hasrat yang disebut cinta dalam arti kata seluas-luasnya.

Erich Fromm menawarkan konsep mengenai cinta, menafsirkan kata cinta memaknainya sebagai pola keterbukaan kepada sesama manusia sebagai satuan individu. Ketika sesama manusia sudah saling terbuka, maka kecenderungan lahirnya kecurigaan akan menipis secara perlahan.

Menawarkan cinta sebagai aspek yang positif sebagai gerak dan tindak aktif manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Ketika sesama manusia sudah saling mengenal, maka keterasingan dan keterpisahan perlahan akan menipis dan menemui titik temu.

Albert Camus juga memiliki bahasanya sendiri dengan mengatakan, bila orang-orang mengetahui kemampuan manusia, ia juga memahami bahwa bukan sosok manusianya yang perlu dilindungi, melainkan kemungkinan-kemungkinan yang terbuka karena potensi kebebasannya. Diri manusia mengakui sejauh menyangkut diri sendiri.

Setiap individu tidak mampu mencintai seluruh umat manusia jika bukan dengan cinta yang amat luas dan sedikit abstrak. Kebebasan pada akhirnya adalah kesempatan mengamalkan hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya, sedangkan penindasan adalah bentuk kebatilan yang sangat pasti.

Dua dasar Identitas Manusia Indonesia

Apa yang dikutipkan oleh Fromm ternyata tidak berhasil terlahir sepenuhnya. Jeihan berkata lain menyampaikannya melalui puisi sebagai kritik.

Dua simbol ‘X’ yang berperan sebagai penopang keseluruhan 20 bentuk ‘X’ berupa bangunan kotak, tetaplah simbol ‘X’ yang terasing. Terpisah, berada di paling bawah seolah dua simbol ‘X’ tersebut memikul beban berat ‘X’ lainnya.

Saya menafsirkan, dua simbol ’X’ menandakan identitas manusia Indonesia yaitu ‘tradisi’ dan ‘modern’. Dua dasar ini tidak bisa saling terbuka dan mengisi satu sama lain.

Sementara, Kutha Ratna (2008) mempunyai konsep keselarasan antara ‘tradisi’ dan ‘modern’. Menurutnya, sebagai kontemplasi masa lampau, tradisi tidak perlu bersifat statis. Sebaliknya, sebagai akumulasi interaksi sosial sepanjang sejarah, tradisi secara terus-menerus mesti menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat.

Dalam proses perubahan tersebut tradisi dapat mempertahankan diri, artinya selalu diresapi secara intens oleh masyarakat pendukungnya. Dalam hubungan inilah, tradisi dan modern dapat berjalan beriringan.

Tradisi dan modernisasi bukan dua gejala yang terpisah, tetapi sebaliknya, selalu dalam bentuk saling melengkapi, sebagai proses dinamis. Tradisi dan modernisasi bukanlah dua gejala yang mesti dipertentangkan secara diametral.

Kemajuan bangsa justru dihasilkan melalui interdependensi antara keduanya sebab modernisasi pada dasarnya adalah proses, bukan hasil.

Indonesia, Kita Mau Ke Mana?   

Ide yang dikutipkan oleh Kutha Ratna ini, nampak belum berjalan pada kenyataannya. Jeihan melalui bait terakhirnya tetap mempertanyakan perihal mengenai identitas manusia Indonesia.

Bait terakhir yang tertulis: ’Kita Mau Ke Mana?’ menandai cara berpikir manusia Indonesia yang terjepit antara identitas tradisional yang mengutamakan keselarasan spiritual dan modern yang mengutamakan kemajuan rasional.

Kondisi terjepit ini yang membawa setiap individu berada di posisi terpisah dengan individu lainnya. Simbol ’X’ melambangkan kondisi terasing yang tidak mengetahui keberadaan dirinya sendiri.

Kata ’kita’ menandai seluruh manusia Indonesia termasuk Jeihan sendiri di dalamnya. Kata ’Ke Mana?’ menandai arah identitas Indonesia yang berhubungan dengan masa depan manusia Indonesia.

Share80Tweet15Pin5SendShareSend
Previous Post

Mindfulpreneur: Value dalam Membangun Startup

Next Post

Ancol Kembali Buka, 20 Juni 2020

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
347
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
995
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
387

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.9k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
561
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.3k
Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

14 September, 2020
2.5k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Mitos Wayang Kulit Manusia pada Film Perempuan Tanah Jahanam

Mitos Wayang Kulit Manusia pada Film Perempuan Tanah Jahanam

14 Mei, 2020
1.9k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
212
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist