• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 9 Agustus 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Menafsir Puisi Abad Dua Puluh Karya Jeihan

Abad Dua Puluh Kita Mau Ke Mana, karya Jeihan Sukmantoro

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

Iya Resto Vegan, Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Menafsir Puisi Abad Dua Puluh Karya Jeihan

Abad ke-21, Indonesia Masih Gini-gini Aja

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
5 Juni, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
146 10
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

 

  ABAD DUA PULUH 

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X  X

X   X

      KITA MAU KE MANA?  

Puisi ini berjudul Abad Dua Puluh. Abad transisi bagi masyarakat dan manusia Indonesia. Kata transisi mengacu pada cara berpikir antara terbawa pengaruh modern bangsa barat, tetap mempertahankan khasanah budaya tradisional warisan dari nenek moyang atau dapat memilah sisi positif dari keduanya.

Cara berpikir modern lahir di Eropa sekitar tahun 1500. Kemunculannya mulai di kota-kota dagang daerah pantai Italia. Manusia hidup dari transaksi dagang. Menjual jasa dalam praktik jual beli. Mereka bukan manusia produktif, tapi sebenarnya manusia eksploitatif.

Manusia modern hidup dari eksploitasi dan manipulasi. Mengeksploitasi dan memanipulasi produsen dan konsumen. Masyarakat modern pada awalnya adalah manusia “penipu”. Kalau tidak berdusta tidak akan hidup.

Dalam dusta, peran kata-kata jadi amat penting. Memanipulasi realitas faktual dalam kesadaran, pikiran, bahasa, dan kata. (Sumardjo, 2007)

Pandangan ini mengandung relevansi langsung dan tidak langsung cara berpikir modern di Indonesia dengan perkembangan pemikiran barat yang dimulai sekitar tahun 1500.

Jakob Sumardjo melihat kecenderungan masuknya pemikiran modern barat di Indonesia sebagai sesuatu yang negatif dan dipandang secara skeptis.

Awal Mula Abad Moderm di Dunia Barat

Melalui Masa Depan Tuhan: Sanggahan Terhadap Fundamentalisme dan Ateisme, Karen Amstron dengan ciamik memaparkan mengenai awal mula abad modern di dunia barat. Pada abad ke-16, dunia barat mulai menciptakan peradaban baru dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketika itu bangsa Barat berpandangan, ekonomi modern lebih bertumpu pada replikasi sumber daya teknologi dan penanaman modal terus-menerus, daripada mengandalkan surplus hasil pertanian. Menyediakan sumber kekayaan yang dapat diperbarui tanpa batas

Pandangan ini membebaskan banyak kendala pada kehidupan masyarakat pramodern, ketika ekonomi tidak bisa melebihi titik tertentu dan akhirnya kehabisan sumber dayanya.

Akibatnya, masyarakat agraris cenderung konservatif karena tidak mampu melakukan replikasi infrastruktur yang mencirikan modernitas.

Pemikiran orisinal tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan frustasi dan kerusuhan sosial, karena ide-ide segar jarang bisa dilaksanakan dan proyek-proyek yang membutuhkan pengeluaran keuangan terlalu besar biasanya ditunda.

Peradaban yang Bertumpu pada Aspek Ekonomi dan Teknologi

Pada abad  ke-16 bangsa barat khususnya Eropa memulai suatu peradaban yang bertumpu pada aspek ekonomi dan teknologi. Kemudian memengaruhi cara berpikir dan memandang sesuatu.

Karen Amstrong memaparkan, ketika itu sebuah proses kompleks terjadi di Eropa. Kemudian perlahan-lahan mengubah cara orang berpikir dan menjalani kehidupan.

Berbagai penemuan terjadi serempak di berbagai bidang. Tidak ada yang tampak sangat menonjol ketika itu, tetapi efek kumulatifnya akan amat menentukan.

Para spesialis dalam satu disiplin menemukan bahwa mereka mendapat manfaat dari penemuan-penemuan yang dibuat orang lain. Ilmuan selaku pembuat instrumen dan penjelajah sama-sama bergantung pada peningkatan efesiensi.

Pada abad ke-16 bangsa Eropa menggagas tiga aspek krusial dan fromatif. Renaisans, Reformasi, dan Revolusi Ilmiah. Ketiga aspek tersebut saling terkait dan memengaruhi dalam cara yang sama. Ketiganya mencerminkan zeitgeist modern awal dan diliputi oleh etos agama. 

Bangsa Eropa Memengaruhi Dunia Timur, Termasuk Indonesia

Perubahan yang terjadi pada peradaban bangsa Eropa, sedikit-banyak berpengaruh terhadap bangsa-bangsa di belahan dunia Timur, khususnya Indonesia. Perubahan ini yang ditafsir berkaitan dengan konteks puisi Abad Dua Puluh karya Jeihan Sukmantoro.

Nyoman Kutha Ratna dalam Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra mengatakan, terjadinya kolonialisme di Asia, khususnya Indonesia, memiliki sejarah perkembangan sangat panjang. Menyangkut persoalan ekonomi, sosial, politik, dan agama.

Awal kedatangan bangsa Eropa pada dasarnya bukan untuk menjajah seperti yang diyakini pada umumnya. Artinya, kehadiran mereka di dunia Timur tidak sertamerta dapat dikaitkan dengan maksud mengadu domba, memecah belah, melakukan monopoli, berperang, dan berbagai tujuan lain untuk menguasai.

Beberapa indikator pemicu utama kedatangan bangsa Barat yaitu pengaruh langsung hasil-hasil pendidikan dan pengajaran yang diperoleh sepanjang Zaman Renaissance. Akibat langsung berbagai penemuan, khususnya ilmu pengetahuan praktis.

Persaingan ketat dalam bidang ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing negara. Minat menemukan wilayah baru akibat sempitnya wilayah negara-negara di Eropa.

Pecahnya agama Kristen menjadi Katolik dan Protestan dengan pertimbangan bahwa agama terakhir dianggap memiliki etos lebih kuat untuk berkembang.

Renaissance dan Puisi Abad Dua Puluh

Merujuk pada uraian Nyoman, kata Renaissance hadir sebagai salah satu indikator. Mengarah pada konsep besar puisi Jeihan yang ditandai oleh simbol ’X’. Simbol yang menyiratkan kondisi ruang dan waktu. Spasial dan temporal.

Menurut Jensen dalam Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra, zaman Renaissance menyajikan kemajuan pada empat bidang, yaitu: seni sastra, karya seni pada umumnya, ilmu pengetahuan, dan agama.

Zaman dibangkitkannya kembali nilai-nilai manusia secara individual di satu pihak, nilai-nilai kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno yang disebut kebudayaan klasik di pihak lain.

Karen Amstrong juga mengulas mengenai hubungan Zaman Renaissance dengan kaum humanis. Menurutnya, para humanis yang terutama bertanggung jawab menciptakan konsep individubagi etos modern.

Hanya seseorang yang lepas dari semboyan komunal, sosial, atau dogmatis yang bisa berinovasi dengan bebas, bereksperimen dengan berani, menolak otoritas mapan, dan mengambil resiko kemungkinan kesalahan.

Pahlawan masa modern awal adalah para penjelajah, yang bisa menembus alam pemikiran dan pengalaman baru secara independen, tetapi siap untuk bekerja sama dengan orang lain.

Mencermati Struktur Abad Dua Puluh

Puisi Abad Dua Puluh memiliki kesamaan rupa dengan puisi Indonesia, karya Jeihan lainnya. Visual kotak kembali muncul di dalam puisi ini, hanya saja Jeihan memakai simbol yang berbeda untuk kedua puisinya.

Puisi Indonesia memakai simbol ‘V’ pada bangunan rupa puisinya. Di dalam puisi Indonesia Jeihan membawa konteks pancasila untuk kembali direnungkan. Konteks menjadi penting untuk menafsirkan puisi yang tersaji secara visual.

Puisi Abad Dua Puluh membawa konteks yang berbeda dengan puisi Indonesia. Pada puisi ini Jeihan menggunakan simbol ‘X’ pada bangunan rupa puisinya.

Puisi ini terdiri dari dua bait. Bait pertama terdiri dari kumpulan simbol ‘X’ berbentuk kotak berjumlah dua puluh dalam dua puluh baris pada setiap sisinya.

Setiap baris terdiri dari satuan simbol ‘X’ yang berjumlah dua puluh. Baris terakhir pada bait pertama dilengkapi dengan dua simbol ‘X’ yang terpisah dengan kesatuan bangunan ‘X’ lainnya.

Kedua ‘X’ yang terpisah ini sekilas secara visual menyiratkan kejanggalan dan tidak simetris. Dan bait kedua terdiri dari baris yang berbunyi: /Kita mau ke mana?/

Kata-kata Sudah Tidak Lagi Menggambarkan Apa-apa

Mengacu pada kutipan Jakob Sumardjo, “Masyarakat modern pada awalnya adalah manusia “penipu”. Dapat ditafsirkan bahwa Jeihan menggunakan simbol ’X’ untuk menunjukan bahwa kata-kata tidak lagi menggambarkan apa-apa.

Ketika Sutardji Calzoum Bachri melalui kredonya mengatakan mengenai fungsi kata yang harus bebas dari penjajahan pengertian dan beban ide. Jeihan sudah melampauinya.

Puisinya bahkan sudah tidak berpangkal pada peran dan fungsi kata. Ia mengembalikan kata kepada bentuk asalnya yaitu sebagai huruf dan simbol.

Menggunakan huruf jadi struktur yang membentuk visual. Menjadikan Rupa visual sebagai cara berkomunikasi dan menyampaikan pesan.

Bangsa Mesir sekitar tahun 3100 SM sudah melakukannya. Menggunakan pictograph sebagai simbol-simbol yang menggambarkan objek.

Komunikasi dengan menggunakan gambar berkembang dari pictograph hingga ideograph. Simbol-simbol merepresentasikan gagasan kompleks serta konsep abstrak.

Peran kata-kata sudah mencapai taraf yang paling ambigu. Jeihan melalui puisinya ingin mengembalikan bahasa dan kata kepada aspek rupa dan visual.

Menafsir Simbol ‘X’

Pengaruh Renaissance secara langsung dan tidak langsung melekat di dalam cara berpikir manusia Indonesia pada konteks ruang dan waktu Abad Dua Puluh, sesuai dengan judul puisi ini.

Simbol ’X’ mengarah pada penafsiran mengenai kebebasan satu individu dari semboyan komunal seperti yang diutaran oleh Karen Armstrong.

Kebebasan adalah syarat kemajuan dan kebaruan bagi cara berpikir, bertolak dari kata Renaissance. Simbol ’X’ juga berkaitan dengan identitas yang dimiliki Indonesia pada Abad Dua Puluh.

Kata Renaissane memicu kata pendamping yaitu modern. Modern dalam konteks ruang dan waktu di Indonesia, berbeda dengan kata modern bagi bangsa Barat.

Modern Bagi Manusia Indonesia

Modern bagi manusia Indonesia, ada ketika pengaruh asing masuk. Kedatangan bangsa Barat membawa pengaruh yang relatif besar di berbagai aspek kehidupan.

Kolonialisme di Indonesia diawali ketika empat buah kapal Belanda, dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di Banten (1596), pelabuhan lada terbesar di Jawa Barat ketika itu. Semenjak itu perubahan banyak terjadi pada wajah Indonesia, membekas luka luar maupun dalam (Ratna, 2008).

Pada tahun yang lebih awal di bawah pimpinan kapten Fransisco Serrao dalam ekspedisi Antonio de Abreu, Portugis jadi bangsa Eropa pertama yang tiba di Maluku. Merapatkan kapalnya pada 1512.

Pada konteks puisi ini, bangsa Barat meninggalkan bekas yang hingga saat ini masih diperdebatkan. Jeihan memberi judul Abad Dua Puluh, sebagai isyarat awal yang mengarah pada tafsiran mengenai indentitas diri, mental dan cara pandang manusia Indonesia menanggapi perubahan zaman.

Dalam Bangsa yang Belum Selesai: Indonesia, Sebelum dan Sesudah Soeharto Max Lane mengungkapkan, keragaman nusantara pada awal abad ke-20 adalah keragaman berbagai kebudayaan yang dikalahkan.

Keragaman budaya diubah jadi sebatas tradisi, sebatas kebudayaan tiruan di museum. Dipelihara untuk diamati atau diselewengkan demi kemaslahatan penguasa kolonial.

Meleburnya Kebudayaan Lama

Pada awal abad ke-20 Kebangkitan nasional mampu melahirkan kesadaran baru. Walaupun beberapa unsur kebudayaan lama tetap masih hidup, namun telah melebur dengan kebudayaan Indonesia baru.

Merujuk pada Max Lane, kebangkitan nasional memiliki konsekuensi dengan bergantinya kata keragaman (berbagai kebudayaan tradisonal tiap-tiap daerah) jadi hanya sebatas satu kata, yaitu tradisi.

Lane mengungkapkan hal ini dengan mencermati Tetralogi Buru, Pramoedya Ananta Toer. Novel-novel Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca sering digambarkan sebagai karya tentang kebangkitan nasional. Namun, tak sekalipun disebut kata Indonesia dalam 1.000 halaman fiksi sejarah sosial tersebut.

Kata itu memang tak ada karena gagasan mengenai Indonesia belum ada karena sebagai entitas, bangsa Indonesia pun belum ada.

Benturan selalu terjadi ketika sesuatu yang baru hadir dan bersinggungan dengan yang sudah ada sebelumnya. Dalam konteks Indonesia di dalam puisi ini, hal tersebut berkaitan dengan persinggungan kata tradisi dan kata modern yang hadir setelah adanya pengaruh dari luar.

Bersambung…

Tags: Budaya NusantaraJeihan SukmantorokelananusantaraPuisi MbelingPuisi Visual
Share136Tweet54Pin19SendShareSend
Previous Post

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

Next Post

Iya Resto Vegan, Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
148
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
250
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
350
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
1k
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
390

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
16.2k
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.6k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.4k
Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

22 April, 2020
1.4k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
749

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
227
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
148
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
250
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
172
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
133

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist