• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 19 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal Warrior © Agraworks

Sebongkah Sejarah Tambang Batu Bara Sawahlunto

Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black metal bukan hanya sekedar musik dengan distorsi yang memekakan telinga semata

Lingga Agung by Lingga Agung
14 September, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
4 min read
378 19
0
Share on Facebook

Pada mula, kebanyakan berpikir

Beberapa tahun ke belakang, saya selalu kesulitan untuk tertidur. Hal ini sangat melelahkan karena saya harus cari cara cepat untuk menutup mata rapat dan menghindari terbangun di tengah malam.

Istri saya selalu bilang, “makanya kalau mau tidur jangan banyak mikir!”

Betul juga. Barangkali saya terlalu banyak berpikir. Kalau tidur kening saya mengerut persis seperti orang yang sedang berpikir—Begitu kesaksian istri saya.

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Tapi apa yang sebetulnya saya pikirkan? Banyak. Salah satunya barangkali memulai tulisan tentang black metal ini.

Adalah saudara saya, tepatnya anak dari adiknya nenek yang entah apa sebutannya, yang jelas kami bersaudara dan akrab.

Saat itu, sekitar tahun 1997 saya sudah main band membawakan lagu-lagu Madball, Ryker’s, Warzone, One Life Crew, Burgerkill, Total Chaos, The Exploited, Savor of Filth, Slayer, dan Sepultura.

Berkenalan dengan Black Metal

Dari saudara saya ini, untuk kali pertama saya mengenal black metal. Perkenalan yang saya rasa cukup unik. Saya sudah banyak mendengar kabar tentang black metal tetapi belum pernah mendengarkan musiknya.

Konon, black metal adalah ‘musik setan’ dalam pengertian yang sebenarnya dengan aksi panggung serupa ritual pemanggilan iblis ke muka bumi.

Pada suatu sore yang lumayan cerah, menjelang magrib saudara saya mengajak ke pemakaman umum kampung kami untuk sesi foto band black metal yang baru dia bentuk. Saya menolak karena takut, pemakaman kampung kami terkenal angker. Saudara saya itu memang sableng.

Dia dan kawan satu band-nya membawa berbagai aksesoris, seperti spike, baju hitam sobek-sobek, salib terbalik buatan sendiri, belt peluru, krim putih, dan hitam untuk corpse paint [1]—dan, ya, dia membawa kemenyan dan beraneka kembang.

Katanya, “Meh eweh nu ngaganggu.” Dasar sableng!

Sekitar dua mingguan hasil foto sudah jadi. Maklum, saat itu masih zaman analog. Mencetak foto membutuhkan waktu yang lama. Foto-fotonya ternyata cukup bagus—seram, dan memang itu yang diharapkan.

Sambil melihat-lihat hasil fotonya, saudara saya memutar lagu Naglfar dan Burzum, “Yeuh dangukeun black metal!”.

Berkenalan dengan kegelapan

Dua lagu itu jadi perkenalan pertama saya dengan black metal. Tetapi, jujur, saya kurang sreg, musiknya terlalu monoton.

Singkat cerita, saya malah lebih menyukai musik black metal yang lebih ‘mainstream’ seperti, Cradle of Filth, Dissection, Behemoth, Hate, Dimmu Borgir, Marduk, Watain, Wolves in the Throne Room, Rotting Christ, Mayhem, dan Sunn O))).

Saya bukan penikmat black metal yang kaffah. Karena nyatanya lebih menyukai band-band black metal yang ‘mainstream’ dan lebih bernuansa death/melodic death. Malah saya lebih tertarik pada dinamika kultural yang terjadi di dalam skena musik black metal.

Ketertarikan saya, salah satunya, dipicu oleh Cradle of filth, Behemoth, dan Rotting Christ yang dalam lirik dan beberapa video klipnya menampilkan simbol-simbol tertentu dalam bentuk yang sangat vulgar.

Hal ini ternyata sejalan dengan minat saya yang semakin besar terhadap simbolisme, oklutisme, dan kebudayaan kuno.

_________________________________________

[1] Yuka Dian Narendra. Glokal-Metal: Baurnya Batas Budaya dan Imaji Jawa yang Baru. “Corpse Paint adalah gaya make up yang digunakan oleh musisi Black Metal dalam penampilannya (Lihat Phillips dan Cogan 2009:54).
Sebagian menganggap bahwa Corpse Paint merupakan ekstensi dari citraan Metal yang dikreasikan oleh Kiss (salah satu pionir Heavy Metal asal Amerika sejak 1973 – ibid. 132-135) dan juga King Diamond (ibid: 130).
Akan tetapi sebagian lagi (lihat tulisan Chris Campion 2005, dalam The Guardian) mengatakan bahwa Dead (Per Ohlin, 1969-1991, ex-vokalis Mayhem) adalah orang pertama yang menggunakan Corpse Paint karena memang ingin terlihat seperti mayat.” (Surya University, 2014).

Pengetahuan dalam Semesta Cadas!

Menariknya, saya mendapat banyak sekali pengetahuan baru hasil dari perkelidanan antara buku-buku yang saya baca dengan lirik lagu dan video klip dari band-band black metal.

Ini membuat saya lebih banyak membaca dan menggali informasi mengenai black metal dalam konteks kultural.

Setelah lumayan banyak membaca tentang skena musik ini, saya akhirnya sedikit banyak mengerti bahwa black metal bukan hanya sekedar musik dengan distorsi yang memekakan telinga semata.

Black metal adalah subgenre dan subkultur yang paling ekstrim di skena musik cadas dunia. Bagaimana tidak, beragam kontroversi lahir darinya.

Lahirnya Kegelapan

Istilah Black Metal sering dihubung-hubungkan dengan band metal asal Inggris, Venom. Pada tahun 1981 Venom merilis album berjudul Black Metal.

Pada album tersebut Venom mengeksplorasi citra-citra ‘satanisme’, seperti pentagram dan salib terbalik, serta iblis berkepala kambing (Baphomet).

Album tersebut kemudian dianggap sebagai titik tolak dari perkembangan subgenre black metal yang mengusung resistensi terhadap selera dominan dan berbagai upaya untuk terlihat ekstrem (Narendra, 2014:10).

Selain Venom, Bathory, Celtic Frost, dan Hellhammer, dianggap sebagai santo-patron skena musik black metal. Para sesepuh ini secara musikalitas terdengar seperti band-band speed/trash metal [2] umumnya akan tetapi satanisme dan paganisme jadi tema yang dominan dalam produksi estetis-tekstual maupun visualnya.

_________________________________________

[2] Valeri Tsatsishvili. Automatic Subgenre Classification Of Heavy Metal Music. “The music, nowadays referred to as the First Wave of Black Metal, was rather close to speed metal of its time in terms of musical features” (University of Jyvaskyla, 2011), 27-28.

Mother North melahirkan kegelapan yang lebih pekat!

Pada tahun 1990an, skena musik black metal yang lebih otentik lahir di Norwegia dan dengan cepat menyebar ke negara-negara Scandinavian lainnya. Band-band seperti, Mayhem, Burzum, Darkthrone, Immortal, Gorgoroth, Marduk, dan Dark Funeral lahir di era ini.

Beberapa peneliti menyebut era ini dengan istilah the second wave of black metal tetapi saya lebih suka menggunakan istilah black metal renaissance [3].

Karena selain mengeksplorasi dan reinterpretasi musikal dan lirik yang lebih extrim dan radikal, black metal telah menjelma semacam arena dalam mereginterpretasikan identitas kultural mereka.

Dari reinterpretasi di atas, ideologi Scandinavian lahir kembali sebagai resistensi terhadap ‘kultur kekristenan’ yang dianggap telah membaptis tanah dan leluhur mereka secara paksa.

Terbentuklah ideologi-ideologi yang relatif baru di dalam skena black metal Norwegia seperti, satanisme (anti-christian), paganisme, national socialist black metal, red and anarchist black metal, depressive atau suicidal black metal, hyperboreanisme [4], dan lainnya.

Ragam ideologi ini adalah pemberontakan, resistensi terhadap kuasa-kuasa yang selama ini dianggap telah menjajah.

Ideologi-ideologi ini bukan pepesan kosong semata karena dalam perkembangannya menjelma jadi gerakan massa dan individu yang cukup nyata[5].

Salah satu contohnya adalah kasus Varg Vikernes, yang didakwa telah melakukan pembunuhan dan pembakaran beberapa Gereja di Norwegia.

Mas Yuka menulis, “Pembakaran gereja Storetveit di Bergen, Norwegia, tahun 1992. Kasus bunuh diri Per Ohlin (alias Dead, vokalis Mayhem) dan terbunuhnya Øystein Aarseth (alias Euronymus, gitaris Mayhem) oleh Varg Vikkernes dari Burzum membuat citra NBM menjadi semakin buruk dan dekat dengan perilaku ekstrem (Narendra, 2014).

Bandung, 5 Juli 2020.

____________________________________________

[3] Lingga Agung. Pengantar Sejarah dan Konsep Estetika. “Renaisans (Renaissance) secara harfiah berarti “kelahiran kembali”: “re” (kembali) dan “naissance” (kelahiran).
Istilah ini merujuk kepada sebuah gerakan kebudayaan pada abad ke-14 yang bermula di Italia dan menyebar hampir ke seluruh Eropa hingga akhir abad ke-17.
“Kelahiran kembali” yang dimaksud dalam istilah Renaisans adalah kembali lahirnya kebudayaan Yunani Klasik, setelah berabad lamanya kehidupan masyarakat Italia dan Eropa termasuk seni didominasi oleh aturan yang ketat dari Gereja.
Renaisans atau “kelahiran kembali” bukanlah reproduksi kebudayaan antik, melainkan interpretasi baru atasnya” (Yogyakarta: PT. Kanisius, 2017), 37.
[4] Hunter Hunt-Hendrix. Transcendental Black Metal. A Vision Of Apocalyptic Humanism. “The black metal that was born in Scandinavia in the mode of Fortification can be termed Hyperborean Black Metal.
Hyperborean Black Metal is lunar, atrophic, depraved, infinite and pure. The symbol of its birth is the Death of Dead. Its tone is Nihilism and its key technique is the Blast Beat.” (Hideous Gnosis: Black Metal Theory Symposium 1), 54.
[5] Yuka Dian Narendra. Glokal-Metal: Baurnya Batas Budaya dan Imaji Jawa yang Baru. “Pembakaran gereja Storetveit di Bergen, Norwegia, tahun 1992. Kasus bunuh diri Per Ohlin (alias Dead, vokalis Mayhem) dan terbunuhnya Øystein Aarseth (alias Euronymus, gitaris Mayhem) oleh Varg Vikkernes dari Burzum membuat citra NBM menjadi semakin buruk dan dekat dengan perilaku ekstrem.
Paganisme dalam kancah NBM menjadi ideologi tentang identitas Skandinavia yang merujuk pada nenek moyang bangsa Skandinavia, yaitu bangsa Viking.
Kepunahan bangsa Viking akibat pembantaian di masa penyebaran agama Kristen ketika di kawasan Skandinavia, menjadi dalil utama penolakan para pelaku subkultur Black Metal terhadap kekristenan, termasuk juga pada dengan berbagai bentuk agama yang terorganisir.
Merepresentasikan diri sebagai makhluk “jahat” dan “mengerikan,” ataupun “dekat dengan kematian” merupakan bentuk-bentuk artikulasi ekstremitas tersebut.” (Surya University, 2014), 11.

Sumber Bacaan:

  1. Agung, Lingga. 2017. Pengantar Sejarah dan Konsep Estetika. Yogyakarta: PT. Kanisius.
  2. Hunter Hunt-Hendrix. Transcendental Black Metal. A Vision Of Apocalyptic Humanism. Hideous Gnosis: Black Metal Theory Symposium 1.
  3. Narendra, Y. Dian. 2014. Glokal-Metal: Baurnya Batas Budaya dan Imaji Jawa yang Baru. Surya University.
  4. Tsatsishvili, Valeri. 2011. Automatic Subgenre Classification Of Heavy Metal Music. University of Jyvaskyla.

Repertoire Black Metal Writer Playlist: Black Metal Legions

Ilustrasi sampul artikel oleh Agraworks

Tags: Black Metalkelananusantara
Share441Tweet137Pin49SendShareSend
Previous Post

Sebongkah Sejarah Tambang Batu Bara Sawahlunto

Next Post

Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

Lingga Agung

Lingga Agung

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
978
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
378

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

27 Mei, 2020
3.2k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
641
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
191
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist