• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Rabu, 27 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Menerobos Masuk Kapal Menuju Sorong (Bag III)

Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

Perkawinan Adat Feodal dan Kolonialisme Membuat Perempuan Sunda Tidak Boleh Menari

Kelana Wisnu Sapta Nugraha by Kelana Wisnu Sapta Nugraha
22 April, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
212 11
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Revolusi Fisik (1945—1949) menjungkirbalikkan tatanan sosial-politik. Status kebangsawaanan tidak lagi berguna. Mereka yang sebelumnya mengembik pada meneer-meneer diseret ke tanah lapang untuk dijagal. Revolusi sosial pun mekar bersama para laskar.

Pada masa penuh marabahaya, kecurigaan serta ketidakpastian ini lahir gagasan untuk membebaskan perempuan Sunda menari. Sebelumnya, mereka tidak boleh menari di ruang publik karena hal itu dianggap sundal.

Rakyat Bandung membumihanguskan tempat tinggal mereka pada masa revolusi. Pasukan Belanda tidak dapat menempati rumah-rumah dan gedung-gedung yang terpanggang. Gelombang eksodus rakyat Bandung Lautan Api menyebar.

Di tengah gejolak revolusi, Tjeje Somantri dan Oemay Martakusuma bertemu dalam pengungsian di Garut, ibu kota Priangan waktu itu. Berkat dukungan Sekretaris Residen Priangan, Rd. Barnas Prawiradiningrat, mereka pun leluasa meneruskan proyek tarinya.

Pada tahun 1947 di Garut, diadakan Kongres Pamongpraja seluruh Indonesia yang dihadiri Sukarno. Tarian karya mereka ditampilkan pada penutupan kongres di Pendopo Kabupaten. Karena terpincut dengan suguhan tarian itu, Sukarno sering memilih Garut sebagai tempat untuk acara penting.

Peran Badan Kesenian Indonesia

Setahun setelahnya para budayawan Sunda kembali dari pengungsian. Mereka mendirikan Badan Kesenian Indonesia (BKI). Berbagai kesenian daerah yang tidak diberi ruang pada zaman penjajahan diangkat ke permukaan. Bermacam kursus seni diadakan oleh BKI yang disambut banyak peserta.

Ada tiga tahap perkembangan tari BKI, terang Irawati Durban Ardjo (2007), murid tari Tjeje. Pada fase awal (1880—1942) Tjeje mempelajari dan menguasai berbagai tari dan Oemay bereksperimen dengan tari Sunda.

Fase kedua (1942—1958) Tjeje dan Oemay mengawinkan wawasan dan idenya untuk mementaskan koreografi tari Sunda modern. Fase terakhir (1958—1980) penyebaran dan pengembangan karya-karya BKI di seluruh Jawa Barat.

Ketika pemerintahan feodal dan kolonial masih mesra duduk bersama, perempuan dilarang menari di ruang publik. Duet Tjeje-Oemay menata tarian sunda untuk perempuan, yang sebelumnya tidak ada. Ada pun, tari Sunda perempuan hanya untuk kalangan bangsawan. Berkat usaha keduanya, tarian untuk perempuan berkembang.

Corak tarian yang dikembangkan oleh BKI meninggalkan pengaruh feodalisme. Tjeje keturunan priayi yang  mengenyam pendidikan Eropa. Menurut Henry Spiller dalam Music and Identity Politics (2012), para pemimpin BKI berusaha untuk memisahkan citra pelacur dengan mementaskan tarian mereka. Sebelumnya, perempuan Sunda yang menari selalu diasosiasikan dengan ronggeng.

“Semua wanita dari berbagai kalangan boleh belajar menari bersama-bersama di BKI, dan mereka ditampilkan pada pertunjukan terhormat yang disaksikan oleh para pembesar,” tulis Irawati (2012). Sukarno mempercayakan suguhan untuk tamu-tamu negaranya kepada Oemay dan BKI.

Meskipun seolah berfokus pada tari tradisional, Oemay dan Tjeje tetap tidak dapat terlepas dari pengaruh Barat yang dipengaruhi oleh latar pendidikan keduanya. Selera Barat serta corak modern tampak dalam karya-karya tari mereka.

Irawati (2012) mengisahkan bahwa Oemay memiliki ide untuk meleburkan balet ke dalam tari Sunda. Ide itu lalu diterjemahkan oleh Tjeje yang menguasai berbagai bentuk tari Sunda. Lahirlah, tari Kukupu sebuah tari Sunda modern yang tampil memukau.

Tari Kukupu yang diciptakan pada tahun 1952 itu ditampilkan pertama kali di Konferensi World Health Organization di Hotel Savoy Homann, Bandung. Tari ini juga pernah ditampilkan dalam New York World’s Fair selama tujuh bulan pada April sampai Oktober 1964.

 Konferensi WHO di Hotel Savoy Homman, Bandung pada tanggal 3 September 1952. Sumber: Arsip Nasional RI/Koleksi Pribadi

Gagasan tentang tarian binatang mandiri yang tidak terikat dengan manusia adalah kebaruan dari tari ini. Menurut Irawati, gerak tari Kukupu lekat dengan idiom gerak tari Sunda yang menggambarkan gerak kehidupan kupu-kupu yang khas.

Sekali lagi, Sukarno jatuh hati. Tari ini lalu dipamerkan pada tamu-tamunya, dikirim ke luar negeri dalam berbagai misi kesenian.

Keseluruhan unsur yang padu dalam tari Kukupu menggambarkan keindahan alam Priangan yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan pribadi Sukarno.

Dari Priangan ke Jalan Lain Keliling Dunia

Irawati Durban Ardjo menuliskan pengalamannya bergelut dengan tari Sunda modern bertajuk “Tari Sunda Baru untuk panggung baru” (2012). Ia mengisahkan proses perjalanan berdiri di samping gurunya, Tjeje, yang membawanya keliling dunia.

Tjeje meminta izin ibu Irawati. Ia ingin membawa anak didikannya itu turut serta dalam misi kesenian atas nama Indonesia ke luar negeri. Ibu Irawati ragu untuk melepas anak perempuannya. Ia meminta pertimbangan kepada kakak laki-laki Irawati.

Alasan yang diberikan kakak laki-laki Irawati cukup logis, “Biarlah ia pergi, karena kita belum tentu dapat membiayainya untuk pergi ke mancanegara”. Lampu hijau itu mengantkarkan Irawati yang saat itu berumur 14 tahun ke Eropa Timur dan Mesir pada tahun 1957.

Para seniman dikirim sebagai perwakilan presiden. Jennifer Lindsay (2012) menyimpulkan, pelbagai misi kebudayaan pada zaman Sukarno merupakan sebuah ekspresi rasa percaya diri serta kebanggaan nasional. Misi kebudayaan paling pretensius disebut ‘Misi-misi Kepresidenan’. Misi itu ditanggung oleh pemerintah Indonesia dan dipimpin oleh Menteri.

Program itu berpengaruh secara signifikan. Para seniman jadi memiliki pandangan yang segar setelah berkunjung ke berbagai negara, seperti yang diceritakan Irawati. Dari situ pencarian mengenai rumusan peran seni tradisional untuk kehidupan sosial terus digali.

Penampilan tari Sulintang dalam program Misi Kebudayaan Indonesia pada tahun 1957 di Smetena Theatre, Praha. Sumber: Koleksi Pribadi Irawati Durban Arjo

Irawati menuturkan, banyak seniman bereksplorasi agar sebuah tarian jadi mengindonesia. Di Bandung, grup tari Viatikara asuhan pelukis Barli adalah salah satu yang berupaya melakukan eksperimen itu. Beberapa karya tari dari grup ini menjunjung idealisme dan semangat tinggi, kata Irawati.

Tari Petik Teh (Sunda), Kupu dan Bunga (Sunda—Indonesia), Angin Timur (Sunda-Sumatra-Bali) adalah tiga dari sekian banyak karya grup Viatikara. Dalam bahasa sansekerta Viatikara berarti campur sari. Bersama dengan filosofi itulah mereka meleburkan beberapa unsur tari dari beberapa daerah.

Menurut Irawati beberapa tarian tradisional sebelum Indonesia merdeka tidak memiliki ragam tari untuk wanita. Selain Sunda, kondisi itu juga dialami oleh perempuan Makassar. Tapi salah satu pegiat seni, Andi Nurhani mengembangkan tari Pakerana untuk perempuan. Kisah itu serupa dengan usaha Tjeje.

Irawati juga mengembangkan tari Jayengrinengga (tari kemenangan) yang menampilkan selebrasi kehebatan prajurit wanita dengan melakukan gerakan seni bela diri. Irawati dalam artikelnya yang dimuat oleh Asian Theatre Journal (1989) menerangkan bahwa dengan mengenal dan mempelajari tarian Sunda dengan baik, “kita memecah perbedaan kelas dan kelamin yang membatasi penari pada hari-hari sebelumnya”.

Setelah Masa Keemasan Berlalu

Upaya untuk membangkitkan kesenian tradisional pada zaman Sukarno untuk dipamerkan pada publik internasional memiliki pengaruh yang penting secara personal pada para pelaku seni pada masa itu, juga untuk perkembangan seni di Indonesia.

Tapi masa keemasan geliat kebudayaan itu terhempas bersama dengan rontoknya Presiden Sukarno karena Gestok.

Peristiwa politik seperti Revolusi Fisik yang terjadi di Indonesia membuat pandangan feodal yang mengekang perempuan dalam budaya patriarki memudar perlahan.

Tapi tanpa kesadaran para laki-laki atas kesetaraan gender, rasanya musykil betul gagasan itu dapat menjadi bagian dari keseharian kita.

Tjeje dan Oemay adalah contoh laki-laki teladan yang berdiri bersama kaum perempuan. Mereka mengembangkan ruang tari yang sebelumnya dilarang diisi oleh perempuan karena stigma patriarki.

Perjuangan kesetaraan gender belum benar-benar selesai, dan tidak akan pernah melihatkan hasil yang melegakan jika para laki-laki masih tetap berkepala besar dan tidak mau dianggap sama dengan perempuan.

Maka menari tarian Sunda modern adalah salah satu bentuk perlawanan. Menarilah, sebelum menari itu dilarang!

Share1332Tweet77Pin28SendShareSend
Previous Post

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Next Post

Menerobos Masuk Kapal Menuju Sorong (Bag III)

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Mahasiswa sarjana Sastra Indonesia Unpad dan pemimpin redaksi Penerbit Jungkir Balik. Tertarik pada kajian sastra, perang dingin, pasca-kolonial, serta kajian genosida.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
131
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
344
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
987
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
385

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.8k
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

13 September, 2020
5.2k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
689
Daun Kelor: Sejarah, Mitos dan Manfaatnya

Daun Kelor: Sejarah, Mitos dan Manfaatnya

14 September, 2020
2.7k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
208
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
131
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist