• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Selasa, 28 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Silhouette of Man and Woman Holding Hands. (c) Thaís Silva from Pexels

Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumardjo

Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Representasi Kesetaraan dalam Penciptaan Manusia

Zukhrufah DA by Zukhrufah DA
21 April, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
87 5
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sebagian dari kita mungkin sudah mendengar kisah bagaimana Adam diciptakan dan diperkenalkan kepada makhluk Tuhan lainnya semasa di surga. Bahkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa Adam hidup sampai 930 tahun. Lalu, bagaimana dengan Hawa? Bagaimana ia diciptakan, diturunkan ke bumi, sampai akhirnya melahirkan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini?

Benarkah Hawa diciptakan dari Tulang Rusuk Adam?

Menurut tradisi Yahudi, Adam dikecam sebelum dia dipertemukan dengan Hawa. Dalam buku abad pertengahan yang berjudul The Alphabet of Ben-Sira. Disebutkan bahwa istri pertama Adam adalah Lilith yang marah dan kemudian bersekutu dengan setan.

Tuhan lalu mengecamnya dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Konsep inilah yang kemudian mengonstruksi anggapan bahwa Hawa (perempuan) harus menaati Adam (laki-laki).

Kisah tentang Lilith tidak terdapat dalam Alquran maupun Alkitab. Namun, sebagian besar pendapat tentang Lilith merujuk pada Kejadian 1:27 yang mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama diciptakan dari tanah liat dalam waktu yang bersamaan.

Sementara itu, Kejadian 2:22 merepresentasikan penciptaan perempuan dari tulang rusuk laki-laki yang diyakini sebagai penciptaan Hawa.

Mengutip Massachusetts Bible Society, mayoritas cendekiawan berpendapat bahwa kisah-kisah dalam bab-bab pertama Kejadian tidak merepresentasikan peristiwa-peristiwa sejarah yang nyata, tetapi lebih kepada penyampaian ide-ide teologis dan refleksi-refleksi tentang sifat-sifat kemanusiaan dan kondisi manusia.

Artinya, penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam pun dapat diinterpretasikan lebih luas ketimbang memaknainya secara harfiah.

Sementara itu, dalam ajaran Islam, terdapat ayat Alquran yang menyebutkan penciptaan manusia sebagai berikut:

“Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dari ′diri yang satu′ (nafs wahidah), dan darinya Allah menciptakan pasangannya (zawjaha), dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan wanita banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa:1)

Dalam ayat tersebut, tidak ada satu pun kalimat atau kata yang merepresentasikan perbedaan substansial mengenai penciptaan perempuan dan laki-laki. Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak membeda-bedakan kedudukan perempuan dan laki-laki.

Lalu, Dari Mana Asal-usul “Hawa diciptakan dari Tulang Rusuk Adam”?

Banyak ulama yang menginterpretasikan secara harfiah makna menciptakan kalian dari diri yang satu (nafs wahidah), dan darinya Allah menciptakan pasangannya (zawjaha) sehingga menganggap bahwa Hawa benar-benar diciptakan dari Adam.

Dalam Exploring Islam, Farhad Shafti menyebutkan bahwa penggunaan kalimat tersebut tidak selalu bermakna harfiah. Kalimat itu bisa juga merujuk pada ‘sifat tertentu’, seperti pada ayat yang berbunyi, “Manusia diciptakan dari sifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Anbiyaa:37)

Mitos penciptaan Hawa dari tulang rusuk juga kemudian semakin berkembang dalam kebudayaan Islam karena hadis berikut:

“Bersikap baiklah kepada perempuan karena seorang ia diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kalian mencoba meluruskannya, itu akan patah. Sebaliknya, jika kalian membiarkannya apa adanya, itu akan tetap bengkok. Jadi, perlakukanlah wanita dengan baik.” (HR. Bukhari 3331 & Muslim 1468)

Dampak dari Interpretasi

Banyak orang yang benar-benar mengartikan narasi tersebut secara harfiah sehingga meyakini bahwa Hawa benar-benar diciptakan dari tulang rusuk Adam. Namun, dalam perkembangan kajian Islam, beberapa ulama kontemporer meyakini adanya perbedaan interpretasi dalam konteks ini.

Dalam jumrah.com, Wahbah Zuhaili menyebutkan bahwa narasi penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam adalah untuk merepresentasikan kekuasaan Allah dalam menciptakan sesuatu yang hidup dari makhluk hidup lainnya.

Bukan dengan cara kelahiran seperti yang kita alami sekarang. Bahkan, dalam perkembangan sains, diketahui bahwa terdapat kesamaan peta genetik dan jumlah kromosom pada Adam dan Hawa.

Ia juga menyebutkan bahwa pesan penting dalam hadis di atas bukan tentang penciptaan Hawa, melainkan tentang perintah bagi kaum laki-laki untuk bersikap baik terhadap perempuan.

Dari segi bahasa, Zuhaili menjelaskan bahwa kata min dalam bahasa Arab yang biasanya bermakna ‘dari’ bisa juga bermakna ‘seperti’. Sehingga kalimat perempuan diciptakan dari tulang rusuk lebih condong kepada perempuan diciptakan seperti tulang rusuk.

Lebih lanjut lagi, konsep teologis yang menganggap bahwa Hawa benar-benar diciptakan dari tulang rusuk Adam juga berdampak signifikan terhadap konstruksi psikologis, sosial budaya, ekonomi, dan politis sehingga banyak orang menganggap perempuan sebagai manusia kelas dua yang kedudukannya berada di bawah laki-laki dan harus selalu taat pada perintah laki-laki.

Representasi Kesetaraan dalam Penciptaan Manusia

Sebagian literatur menyebutkan bahwa sebagai bagian dari hukuman karena Hawa telah memakan buah Pohon Pengetahuan, Tuhan memberinya rasa sakit ketika melahirkan.

Beberapa pihak menganggap hukuman ini adalah bagian dari wujud tanggung jawab Hawa atas dosanya.

Tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa Hawa adalah biang keladi dari peristiwa diturunkannya Adam ke muka bumi. Dalam konteks sastra lisan, Hawa dianggap sebagai perempuan yang menggoda Adam untuk memakan buah Pohon Pengetahuan atau buah khuldi.

Pada abad pertengahan dan modern, banyak pihak meyakini kalau Hawa menggoda Adam untuk melakukan dosa pertama.

Dalam ajaran Islam, disebutkan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Sehingga Alquran menyebutkan, baik Adam maupun Hawa sama-sama bertanggung jawab atas dosa memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah. Tapi, apakah karena kesalahan itulah maka keduanya benar-benar diusir dari surga?

Dua Surga yang Berbeda

Dalam QS. Al-Baqarah:30 yang berbunyi, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” yang artinya, sejak awal Adam dan Hawa memang diciptakan untuk tinggal di bumi. Kejadian tersebut digambarkan terjadi sebelum penciptaan Adam dan Hawa.

Di sisi lain, sebuah studi komparatif antara Alquran dan Taurat mengatakan bahwa pemahaman surga dalam konteks tempat tinggal Adam dan Hawa berbeda dengan surga yang kita idam-idamkan selama ini karena surga yang digambarkan di akhirat memiliki nilai-nilai yang tidak dinyatakan dalam surga tempat kediaman Adam dan Hawa sebelum turun ke bumi, yaitu:

  • Surga akhirat penghuninya kekal di dalamnya. Jika merujuk pada nilai tersebut, maka tidak mungkin Adam dan Hawa diusir dari surga.
  • Setan tidak dapat masuk ke dalamnya. Sementara dalam konteks kejadian Adam dan Hawa, keduanya diturunkan karena tergoda bujukan setan.
  • Surga pascakiamat disediakan sebagai balasan bagi orang-orang yang telah berbuat baik. Namun, Adam dan Hawa mendiami surga sebelum adanya perhitungan amal.
  • Surga di akhirat bersifat bebas sehingga tidak ada larangan bagi penghuninya untuk melakukan apa pun. Dalam konteks ini, Adam dan Hawa mendapati satu larangan untuk tidak mendekati buah khuldi (pohon pengetahuan).

Tuhan Tidak Mendiskriminasi Adam dan Hawa sebagai Entitas Dominan dan Subordinat

Terlepas dari benar atau tidaknya kebenaran tentang surga tersebut, kita tetap bisa melihat bahwa Tuhan tidak mendiskriminasi Adam dan Hawa sebagai entitas dominan dan subordinat. Keduanya diciptakan secara bersamaan dengan kedudukan yang setara.

Jika merujuk pada ayat dan hadis yang sudah disebutkan di atas (dan kita bersepakat bahwa narasi tersebut tidak harus diinterpretasikan secara harfiah), terdapat representasi kesetaraan yang digunakan dalam metafora perempuan diciptakan dari (seperti) tulang rusuk.

Seorang ahli tafsir Alkitab abad ke-18 mengatakan, “Hawa tidak dibuat dari kepala Adam untuk memerintahnya atau dari kaki Adam untuk diinjak-injak olehnya, melainkan dari tulang rusuk yang ada di sisinya agar kedudukannya setara, di bawah lengannya untuk dilindungi, dan dekat hatinya untuk dicintai.”

Di lain pihak, Katekismus menyebutkan, “Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk satu sama lain, bukan berarti Allah membiarkan mereka setengah jadi dan tidak lengkap: Allah menciptakan mereka untuk menjadi persekutuan orang-orang, yang masing-masing dapat membantu orang lain, karena mereka sesama manusia dan saling melengkapi, seperti halnya maskulin dan feminin.”(Catechism of the Catholic Church:372)

Sejalan dengan itu, seorang ahli paleontologi dan ahli esai Harvard bernama Stephen Jay Gould mengatakan bahwa penciptaan Adam dan Hawa membuat kita menyadari bahwa semua manusia, meskipun terdapat perbedaan dalam penampilan fisik, tetap berasal dari entitas yang sama. Ada jenis persaudaraan biologis yang jauh lebih mendalam daripada yang pernah kita sadari.

Arti nama Adam dan Hawa

Beberapa pihak meyakini bahwa nama Adam berasal dari kata adom yang berarti ‘merah’ yang kemudian dikaitkan dengan kata dominion yang berarti ‘kekuasaan’.

Sementara itu, EW Lane dalam leksikon Arab-Inggrisnya menyebutkan bahwa Hawa berasal dari bahasa Arab yang bermakna ‘kecokelatan’ atau ‘sawo matang’.

Namun, dalam perkembangannya, banyak ahli tafsir dan cendekiawan yang meyakini bahwa Adam berasal dari bahasa Ibrani klasik yang berarti ‘bumi’, ‘manusia’, dan ‘tanah’.

Kata ini berkaitan dengan adamah yang berarti ‘tanah’ dan dam yang berarti ‘darah’, serta tidak ada hubungannya dengan kata dominion yang berasal dari bahasa Latin yang kemudian menjadi istilah Indo-Eropa.

Sementara itu, nama Hawa bersumber dari banyak bahasa, yaitu bahasa Ibrani chavvah/havvah yang berarti ‘bernapas’ atau chayyah/hayyah yang berarti ‘hidup’, dalam bahasa Yunani eve yang berarti ‘hidup’, dan bahasa Arab hawwaa yang berarti ‘kehidupan’.

Dua Entitas yang Saling Melengkapi

Artinya, bumi (Adam) dan kehidupan (Hawa) adalah dua entitas yang saling melengkapi. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah di antara keduanya.

Kedudukan tersebut kemudian diperjelas dengan pendapat Carol Lynos Meyers yang mengatakan bahwa kisah Hawa yang beredar di kalangan masyarakat pada abad pertengahan memengaruhi gagasan masyarakat Barat terkait gender dan identitas perempuan.

Meski banyak mitos yang beredar tentang persepsi negatif Hawa, Gereja Katolik mengakui Adam dan Hawa sebagai santo dan santa. Hal ini direpresentasikan dengan adanya pesta liturgi tradisional untuk keduanya yang dirayakan pada 24 Desember sejak Abad Pertengahan.

Sementara dalam Islam, Hawa dipandang sebagai ummul basyar (ibu semua umat manusia) sehingga merepresentasikan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang setara dan bukan sebagai subordinat di mata dunia.

Tulisan tentang perempuan lainnya dapat Sahabat Kelana temukan di perempuansufi

Tags: Adam dan HawaPenciptaan Hawa
Share75Tweet32Pin11SendShareSend
Previous Post

Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumardjo

Next Post

Ketika Perempuan Sunda Boleh Menari

Zukhrufah DA

Zukhrufah DA

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
125
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
979
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
378

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Mengenang 100 tahun Gedung Sate

Mengenang 100 tahun Gedung Sate

14 September, 2020
1.2k
Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

13 September, 2020
5.2k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
196
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
125
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist