• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Kamis, 14 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumardjo

Trisno Sumardjo Ketua DKJ yang Pertama

Kelana Wisnu Sapta Nugraha by Kelana Wisnu Sapta Nugraha
21 April, 2020
in Sosok, ZZ Slider Utama
4 min read
194 12
0
Share on Facebook

Adakah yang akrab dengan Ophelia? Siapa yang bersedih tanpa kata-kata saat ia masuk liang lahat? Siapa pula yang bersiap kecewa mengetahui babak cerita akhir Hamlet berakhir tragis? Jika kamu salah satunya, saya temanmu.

Karya Shakespeare pertama yang saya baca adalah Hamlet, terjemahan Indonesia Trisno Sumardjo. Pengalaman baca itu juga perjumpaan pertama saya dengan salah satu tokoh garda depan Manifes Kebudayaan ini.

Berbulan-bulan setelahnya, saya mengetahui Dokter Zhivago, novel terkenal Boris Pasternak juga diterjemahkan seniman kelahiran Surabaya ini. Setelah itu namanya sering saya temui. 

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Membaca Shakespeare Membaca Trisno Sumardjo

Trisno Sumardjo lahir pada 6 Desember 1916 di kota kosmpolitan timur laut Jawa. Ia besar dalam lingkungan berpendidikan. Ayahnya adalah seorang guru bantu.

Menginjak umur 22, setelah usai sekolah AMS II (Barat Klasik) Yogyakarta, Trisno muda bekerja sebagai guru swasta di Jember.

Pada saat pendudukan Jepang, ia bekerja sebagai pegawai Jawatan Kereta Api di Madiun. Karir keseniannya berkembang pada fase ini.

Setelah Republik merdeka, ia malang melintang sebagai redaktur majalah kebudayaan. Bersamaan dengan kematangan umurnya, terjemahan Hamlet diterbitkan pada 1950 oleh PT Pembangunan.

Terjemahan Shakespeare membuat nama Trisno dikenal luas. Selain Hamlet, ia juga menerjemahkan Antonius dan Cleopatra. Ia dapat memahami bahasa Inggris lama karena itu ia juga dijuluki sebagai spesialisnya Shakespeare. Sebelum menjadi penerjemah ia bekerja sebagai redaktur majalah kebudayaan.

Bersama H.B. Jassin ia berbagi meja majalah Seni pada tahun 1954. Bandung Mawardi mencatat, hubungan Jassin-Trisno dalam ruang majalah seni tidak mesra. Selain itu ia juga pernah menjadi orang di balik meja untuk majalah Seniman (1947—1948), majalah Indonesia (1950—1952), dan majalah Gaya pada tahun 1958.  

Selain Shakespeare, Pasternak, dan Poe, banyak penulis dunia lainnya ia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia tidak mengenal batas-batas genre dan geografis.

Menurut Maya H.T. Liem (2011), kemampuan bahasa adalah batas penggaliannya. Trisno menerjemahkan karya-karya itu dari bahasa Inggris dan Belanda.

Sebagai seniman tulen, ia juga melukis. Pengibaran bendera Merah Putih di depan rumah Maeda adalah salah satu karya lukisnya. Dua keterampilan dan daya intelektualnya membuat ia juga menulis kritik seni rupa. Ia pernah mendapat kesempatan melancong meninjau seni rupa dunia.

Trisno Sumardjo 1952. Sumber: Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin

Trisno Sumardjo Tidak Sepenuhnya Barat

Pada tahun 1952 ia mendapat beasiswa dari Rockefeller Foundation. Dengan itu ia melawat ke Amerika Serikat dan Eropa Barat (London, Amsterdam, Paris, Roma) selama enam bulan. Perjalanan itu tidak membuatnya kagum pada Barat, tapi sebaliknya. 

Kunjungannya di beberapa museum di New York, Boston dan Chicago, seperti ke Museum Modern of Art, Metropolitan Museum, dan Brooklyn Museum membuatnya berpikir ulang. Ia menemukan beberapa karya seniman Eropa dan banyak karya seniman Amerika yang mengekor Eropa.

Waktu itu segala mitos kesenian adiluhung runtuh seketika. Trisno semakin mantap dengan seni rupa Indonesia. Sejak itu pula ia menegakkan punggung dan percaya akan masa depan seni rupa Indonesia. 

Trisno memandang bahwa kebudayaan tidak perlu dipandang tinggi. Mitos-mitos yang ditanamkan kepada mahasiswa dan pelajar seni, membuat karya seolah sebagai suatu kerja rumit yang berada di langit.

Selain tidak bersepakat dengan pandangan yang menempatkan seni sebagai suatu yang istimewa, ia juga tidak sepakat dengan paham seni sebagai alat propaganda sosial-politik.

Sikap ini lahir beriringan dengan gencarnya kampanye kebudayaan bernafas sosial-politik dalam garis Lembaga Kebudayaan Rakyat.

Trisno Sumardjo pernah mengkritik sebuah pameran seni yang menganjurkan pelukis untuk menerapkan realisme sosialis. Ia tidak bersepakat dengan itu. Menurutnya, gaya realisme sosialis adalah penghalang kreativitas seniman.

Ia memegang teguh prinsip-prinsip kebebasan kebudayaan. Sikap itu membuat Trisno dikenal kaku oleh kawan-kawannya. Prinsip kebebasan berkreasi membuat ia menandatangani Manifes Kebudayaan.

Trisno Sumardjo yakin betul kebudayaan tidak boleh berada di bawah politik dan kekuatan-kekuatan sosial. Seni dan Masyarakat (1960) adalah tulisannya yang menyatakan secara gamblang pandangan itu.

Seni sebagai alat propaganda politik adalah strategi yang ditolaknya. Ia juga pernah menyatakan kekecewaannya sebagai delegasi sastrawan Indonesia ke RRC pada tahun 1957. Ia curiga acara itu bermaksud untuk menggembleng para tamu agar menjadi anggota Partai Komunis di negaranya.   

Kota Amsterdam karya Trisno Sumardjo 1968. Sumber: Dewan Kesenian Jakarta/Koleksi Digital IVAA

Seorang Organisator Ulung

Trisno Sumardjo memiliki kemampuan organisator yang mumpuni. Kemampuan itu adalah konsekuensi dari pengalaman berkerja dalam tim redaksi semasa muda.

Ia adalah salah satu motor penggerak kebudayaan Indonesia. Ia berperan sebagai pemrasaran Konferensi Kebudayaan tahun 1950 dan pemrasaran Kongres Kebudayaan yang diadakan oleh BMKN di Bali pada 1957.

Trisno oleh lawan politik kebudayaannya disebut sebagai seorang kontrarevolusioner. Sebagai organisator Konferensi Karyawan Pengarang Indonesia pada tahun 1964 ia dituduh mengkhianati garis kebudayaan dalam Manifesto Politik Presiden Sukarno. KKPI didukung oleh Angkatan Darat lewat Nasution.

Setelah itu, Manifes Kebudayaan dicekal oleh Presiden Sukarno. Trisno bersama eksponen Manifes Kebudayaan lainnya dicekal. Praktis, ia tidak menulis. Sementara, beberapa kawannya yang lain memilih mengungsi ke Malaysia.

Pasca berakhirnya pemerintahan Sukarno, kegiatan kebudayaan Indonesia semakin memusat. Dominasi pusat itu diwakili oleh dua institusi garda depan, Taman Ismail Marzuki dan Dewan Kesenian Jakarta.

Trisno menjabat sebagai ketua DKJ yang pertama. Ia juga berkali-kali berkesempatan menjabat sebagai Ketua Pengurus Harian Taman Ismail Marzuki

Sikap Trisno yang memegang teguh prinsip membuat ia hidup dalam keadaan sederhana. Sikap asketisnya itu tercemin dalam kehidupan rumah tangga. Bersama keluarganya, ia sampai akhir hayat menempati rumah dinas kompleks Taman Ismail Marzuki.

Waktu ia mangkat, hari ini pada tahun 1969, Trisno tidak mewariskan rumah pribadi kepada keluargannya. Atas jasa-jasanya di bidang kebudayaan, ia mendapat Satya Lencana Kebudayaan dari pemerintah RI pada 20 Mei 1969.

Trisno yang multitalenta ini memang kaku, tapi dalam kekakuannya ia gigih memperjuang kebebasan kebudayaan sampai hembusan nafas terakhir. Pikiran dan tindakannnya semasa hidup adalah memperjuangkan kata hatinya: kebebasan kebudayaan harga mati.

 

 

Tags: sosok kelanaTrisno Sumardjo
Share180Tweet71Pin25SendShareSend
Previous Post

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

Next Post

Dalam Penciptaan Hawa, Tuhan Tak Patriarkis

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Kelana Wisnu Sapta Nugraha

Mahasiswa sarjana Sastra Indonesia Unpad dan pemimpin redaksi Penerbit Jungkir Balik. Tertarik pada kajian sastra, perang dingin, pasca-kolonial, serta kajian genosida.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
344
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
983
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
382

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.4k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
527
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.8k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
203
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
170
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
130

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist