Benteng Klingker dibangun tidak lagi sebagai tempat berlindung sementara (temporary fortification), tetapi sudah jadi tempat berlindung permanen (permanent fortification).
Pada umumnya benteng dibangun mengikuti rancangan renaissance di Eropa dengan pembangunan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan alam sekitarnya.

Benteng yang ditempatkan di daerah pesisir mempunyai banyak fungsi yaitu untuk melindungi pemerintahan yang berada di pedalaman melalui pesisir, jalan menuju pusat kota, pelabuhan, dan jalur pelayaran.
Karena itu, benteng-benteng pesisir didirikan di tempat yang lebih tinggi untuk melindungi semua kegiatan yang berada di kota maupun di pelabuhan.
Pada 1830 Belanda menetapkan Kepulauan Nusakambangan sebagai Garnisun kecil di Pulau Jawa bagian Selatan.
Pada tahun sebelumnya, 1812, benteng sederhana yang pernah didirikan Inggris kemudian diubah oleh pihak Belanda jadi sistem pertahanan yang lebih kokoh dari sebelumnya
Benteng Klingker Nusakambangan dengan arsitektur gaya militer Perancis

Benteng Klingker Noesa-Kambangan (Nusakambangan)/ Fort Banjoe Njapa (Jamur yang melingkar) memiliki keindahan arsitektur dengan gaya militer Perancis.
Benteng berjenis Martello ini tersembunyi di balik semak belukar, dibangun sekitar tahun 1850.
Benteng Klingker Nusakambangan memiliki 3 lantai, dengan kondisi saat ini lantai ke-3 sudah hancur.
Ternyata benteng ini mirip dengan benteng Martello di pulau Kelor, Kep.Seribu Jakarta.
Fungsi dari benteng ini yaitu untuk mengawasi dan menjaga pelabuhan Tjilatjap (Cilacap), pelabuhan penting kolonial Belanda di pantai Selatan Jawa.




























Discussion about this post