• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Sabtu, 1 Agustus 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Komputasi Awan, Tongkat Sihir Menuju Masa Depan Dunia

Transformation Web © Gerd Altmann via Pixabay

Kenapa Banyak Orang Menolak Feminisme?

Mengapa Orang Sunda Malas?

Komputasi Awan, Tongkat Sihir Menuju Masa Depan Dunia

Adopsi komputasi awan di Indonesia masih terkendala keraguan pengguna

Yusuf Wijanarko by Yusuf Wijanarko
13 Mei, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
35 0
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Terminator, Transcendence, 2001: A Space Odyssey, Her, Upgrade, The Matrix, iRobot, dan Ex Machina hanya sebagian kecil dari daftar panjang film-film dengan cerita sama yaitu interaksi manusia dengan kecerdasan buatan, tetapi disampaikan secara berbeda. Kecerdasan buatan diproyeksikan sebagai puncak peradaban manusia dan komputasi awan jadi salah satu elemen dasarnya.

Kini, persaingan inovasi dan perang perebutan pasar komputasi awan sudah berlangsung dan kian nyata melibatkan rakasa-raksasa teknologi.

Perang Dingin 3 Raksasa Teknologi

Perang dingin di sektor ini melibatkan setidaknya tiga raksasa teknologi yaitu Amazon, Google, dan Microsoft. Garis start perangnya yaitu pada 2006 saat Amazon memulai penggunaannya. Amazon yang awalnya menjual buku secara daring menjajaki model bisnis baru dengan mencoba menawarkan layanan komputasi bernama AWS (Amazon Web Services).

Inovasi-Inovasi AWS

Kala itu, layanannya tidak membidik pengguna langsung tetapi menawarkan fungsionalitas via pengembang lain. Layanan AWS dapat diakses melalui HTTP, menggunakan REST arsitektur dan SOAP protokol.

Terus berinovasi, AWS kemudian menargetkan pasar personal dengan hadirnya AWS Snowmobile atau AWS Snowball. AWS Snowmobile merupakan truk yang membawa semacam kontainer berukuran 14 x 3 x 2,5 meter yang kokoh dan tahan banting.

Kontainer tersebut memiliki kapasitas data hingga 100 petabyte atau sekitar 100.000 terabyte dengan kecepatan sekira 1 TB per detik. Seiring berjalannya waktu, inovasi-inovasi baru AWS terus bermunculan.

Komputasi awan jadi primadona era digital karena menawarkan fleksibilitas atau kemudahan mengakses data kapan dan di mana saja.

Saat keterbatasan kapasitas penyimpanan data jadi kendala, komputasi awan adalah alternatif yang menggoda. Ketika suatu lembaga atau perseorangan butuh media menyimpanan data berskala gigabyte atau terabyte, external hard drive atau flash drive masih bisa diandalkan.

Lain soal ketika ukuran data mencapai skala petabyte. Solusi yang paling memungkinkan adalah memanfaatkan komputasi awan. Efisiensi menjadi alasannya karena pengguna tak perlu lagi mengeluaran biaya ekstra untuk membeli server, memori, program, bahkan sumber daya manusia untuk perawatan.

Microsoft Punya Windows Azure

Ceruk pasar itulah yang diperebutkan dalam perang dingin antara Amazon, Google, dan Microsoft. Dua tahun setelah kemunculan AWS, Microsoft memasuki medan tempur dengan amunisi bernama Windows Azure.

Layanan Windows Azure meliputi manajemen, kontrol keamanan, mobilitas, jaringan, analisis, serta mendukung perangkat lunak pihak ketiga.

Layanan Windows Azure kala itu hadir begitu lengkap dengan harga bersaing. Namun, sistem yang dibangunnya bukan tanpa kelemahan. Layanan Windows Azure kerap mendapat sorotan minor, salah satunya yaitu saat terjadi pemadaman selama 40 jam tahun 2016.

Boleh dibilang, Microsoft saat ini mengekor di belakang Amazon dalam perang ini. Namun dengan sejarah panjangnya, Microsoft patut diperhitungkan.

Google Punya Ekosistem Kuat

Raksasa lainnya dalam perang dingin ini yaitu Google. Meski muncul belakangan, Google sudah punya ekosistem kuat yang jadi pembeda. Dunia menyebut ekosistem itu dengan istilah Google DNA yang terdiri atas Android, Gmail, YouTube, PlayStore, dan masih banyak lagi.

Google terang-terangan menyampaikan visinya mengaplikasikan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan. Tengok saja inovasi terbaru Google di aplikasi Google Translate berupa terjemahan kamera instan.

Teknologi itu memungkinkan pengguna melihat dunia dalam bahasanya sendiri hanya dengan mengarahkan lensa kamera ke objek foto berupa teks berbahasa asing.

Pada era ekonomi berbagi saat ini, apa yang dilakukan Google dalam ekosistemya yang bersifat terbuka telah memudahkan penggunanya. Gil Press, salah satu kontributor Forbes memprediksi bahwa dengan ekosistem yang dimilikinya, Google akan memenangi perang dingin komputasi awan dalam 10 tahun ke depan meski saat ini Amazon masih jadi pemimpin dengan menguasai 33 persen pangsa pasar dunia.

10 Tren Utama yang Membentuk Ulang Dunia

James Canton, konsultan Global Fortune 1000 yang berafiliasi dengan Gedung Putih serta berbagai perusahaan besar seperti AT&T, MasterCard, IBM, dan General Electrics menyebut bahwa setidaknya ada 10 tren utama yang akan membentuk ulang dunia sebelum tahun 2030.

Dalam bukunya, The Extreme Future, James Canton menyebut 10 tren itu adalah dunia pascaminyak, inovasi ekonomi, revolusi tenaga kerja, perkembangan ilmu kedokteran, weird science, keamanan, benturan kebudayaan, perubahan iklim, kebebasan individu, serta rivalitas Amerika Serikat-Tiongkok.

Lagi-lagi, dengan fleksibilitasnya, komputasi awan jadi gerbang utama untuk bisa mengendalikan 10 tren itu.

Menurut James Canton, internet dan data akan semakin memegang peranan penting terhadap 10 tren itu karena mampu mengakomodasi 5 faktor penentu yaitu kecepatan, kompleksitas, risiko, perubahan, dan kejutan. Beberapa di antaranya bahkan sudah dirasakan sekarang saat big data jadi aset ekonomi yang bernilai tinggi.

Komputasi Awan di Indonesia

Beberapa startup lokal seperti Gojek, Traveloka, Halodoc, Grab, dan Moka kini memakai layanan komputasi awan dari AWS. Komputasi awan dinilai mampu memberi keleluasaan karena pengguna dapat mengerjakan lebih banyak hal dengan upaya yang lebih sedikit.

Pasar layanan komputasi awan di Indonesia terus meningkat. Data Scientist Lembaga Riset Telematika Sharing Vision yang juga Dosen Institut Teknologi Bandung Dimitri Mahayana memprediksi, belanja layanan komputasi awan di Indonesia akan mencapai $266 juta atau sekira Rp3,7 triliun tahun 2021.

Menurut survei Sharing Vision, 85 persen responden memakai komputasi awan privat, 5 persen memakai komputasi awan publik, dan 10 persen sisanya memilih layanan komputasi awan hibrida.

Kondisi itu membuat pasar komputasi awan di Indonesia semakin dibidik perusahaan asing. Saat ini semakin banyak perusahaan asing yang tertarik mengembangkan layanannya di Indonesia.

Keraguan pengguna

Di sisi lain, Country Manager Red Hat Indonesia Rully Moulany mengatakan bahwa adopsi komputasi awan di Indonesia masih terkendala keraguan pengguna.

“Cloud sangat luar biasa, tapi kalau sudah keenakan memakai satu provider, untuk berpindah, susahnya minta ampun,” ujar Rully.

Banyaknya penyedia layanan komputasi awan, menurut dia, menimbulkan keraguan pengguna untuk menggunakannya karena khawatir perusahaan akan kesulitan memindahkan beban kerja saat dibutuhkan.

“Pada akhirnya, secara komersial akan mencapai satu titik ketika pengguna merasa (upayanya) tidak masuk akal. Dengan kata lain, terjebak,” ujar dia.

Padahal, pemanfaatan komputasi awan untuk pengolahan big data sudah sangat krusial saat ini. Tersedianya data dalam jumlah besar dan hadirnya teknologi komputasi awan yang murah bisa mendorong kemajuan berbagai bidang seperti riset dan pemerintahan.

Andry Alamsyah, Ketua Research Center Digital Business Ecosystem Telkom University mengatakan, pemanfaatan big data di sektor pemerintahan sudah sangat mendesak.

“Peran big data bagi pemerintahan atau layanan publik sekarang sama pentingnya dengan sektor bidang lain sehingga pemerintah tidak dapat menutup mata dalam mempelajari bahkan menerapkan big data dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Masalahnya, organisasi pemerintahan ragu karena tidak mudah mengadopsi kemajuan teknologi dibanding organisasi bisnis. Salah satu penyebabnya adalah penetapan anggaran dan komponen komputasi awan acap tidak termaktub di dalamnya. Belum lagi persoalan kurang tersedianya sumber daya manusia yang berorientasi teknologi.

Di bidang riset, menurut Andry Alamsyah, big data berkontribusi bagi pengolahan statistik. Umumnya, pengembangan keilmuan baru butuh terobosan-terobosan radikal sehingga dukungan komputasi awan sangat krusial.

Akan tetapi, banyak peneliti tidak akrab dengan big data dan komputasi awan. Mereka cenderung melakukan penelitian memakai metode yang sudah biasa dipakai.

“Dapat dibayangkan, kalau peneliti saja masih butuh banyak waktu untuk memperdalam dan menguasai teknologi big data, hasil dan manfaat penelitian berbasis metode big data belum dapat dirasakan manfaatnya secara luas,” katanya.

Kini, melenyapkan keraguan pemanfaatan komputasi awan menjadi langkah pertama dalam mempercepat, mengurangi biaya, meningkatkan akurasi, dan meningkatkan layanan di berbagai bidang kehidupan.

Tags: Amazon Web ServiceAWSGooglekelananusantaraKomputasi Awanopini kelanaWindows Azure
Share35Tweet12Pin4SendShareSend
Previous Post

Kenapa Banyak Orang Menolak Feminisme?

Next Post

Mengapa Orang Sunda Malas?

Yusuf Wijanarko

Yusuf Wijanarko

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
349
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
1k
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
389

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.4k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
16.1k
Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

20 Februari, 2020
1.8k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.2k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Wisata Spiritual Mengunjungi Wot Batu Karya Sunaryo

Wisata Spiritual Mengunjungi Wot Batu Karya Sunaryo

21 Februari, 2020
613

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
225
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
172
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
133

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist