• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 5 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian II)

Ilustrasi/ Giovanni Calia/Pexels

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

[Review] Pempek Lala Palembang Diburu Oleh Pecinta Kuliner dan Pelancong

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian II)

Saya bukan hendak mendukung vulgaritas seksualitas, juga bukan hendak mendukung peredaran film-film porno. Tidak sama sekali

Abroorza A. Yusra by Abroorza A. Yusra
15 September, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
2 min read
62 1
0
Share on Facebook

Meski pesantren adalah tempat yang “suci”, manusia di dalamnya tetaplah manusia, dan seorang remaja perempuan atau lelaki tetaplah seorang remaja yang tidak terhindarkan dari salah satu fase biologis, dan hal itu harus diberi tempat.

Sebelumnya Baca: Melalui masa pubertas ala santri

Konstruksi munafik atas seks

Julia Suryakusuma, dalam buku Agama, Seks, dan Kekuasaan menuliskan perilaku seksual sering jadi barometer masyarakat, jadi nilai mobilisasi besar.

Seksualitas tidak sekadar hanya biologis-fisik, namun berupa interaksi sosial.

“Karena itu, hubungan seksual adalah cermin nilai-nilai masyarakat, adat, agama, lembaga-lembaga besar seperti Negara, serta hubungan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan.” tulis Julia.

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Benar adanya, seksualitas mengandung daya tarik, gairah, nafsu, motivasi, janji-janji, yang kadang masuk ke mimpi-mimpi.

Sekaligus, hubungan seksual juga dipandang dengan kecurigaan, kebingungan, kejijikan, dan ketakutan. Di luar “kandang”, saya menemukan fakta bahwa seks adalah sesuatu yang lebih gamblang.

Pembahasan (atau pengalaman) tentang seks terjadi di mana saja. Di ruang kuliah, seminar umum, warung kopi, hingga kamar kosan.

Tapi, segamblang-gamblangnya pembahasan tersebut tidak sebanding dengan lingkup pesantren, seks tetap sesuatu yang rahasia.

Sering dianggap tabu atas nama sopan santun dan moralitas. Walau kadang hadir, terbersit dalam candaan, tapi tidak pernah sungguh-sungguh jadi sesuatu yang terbuka, bahkan cenderung dipandang hina.

Respon terhadap film Kucumbu Tubuh Indahku

Belum lama ini terjadi pelarangan film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho. Para kepala daerah berbondong-bondong menelurkan kebijakan penolakan penayangan.

Orang-orang maupun lembaga-lembaga moralis lebih nyaring lagi bersorak. Padahal sebagian besar tidak/belum menonton film tersebut. Vandalisme atas karya dilakukan karena ketakutan dan kekhawatiran tanpa dasar.

Tidak sedikit karya yang dilarang peredarannya karena alasan “kekhawatiran masyarakat”. Bukan hanya dalam ruang lingkup kesenian. Dalam kehidupan sosial, hal ini sama parahnya.

Perempuan korban pemerkosaan justru sering dianggap yang bersalah: “Salahmu pulang malam, dandanan begitu”.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia cenderung menyenangi iklan-iklan bodoh: “Cukup tunjukkan ketek mulusmu wahai kaum hawa, maka para lelaki mendekat”. Ketika dikirimi video cabul lewat whatsapp, tetap saja mereka buka walau tahu isinya cabul.

“Loh, kan munafik namanya?” konstruksi sosial munafik.

Saya bukan hendak mendukung vulgaritas seksualitas, juga bukan hendak mendukung peredaran film-film porno. Tidak sama sekali.

Mempertimbangkan batasan-batasan

Bagaimanapun, ada batasan-batasan penting untuk dipertimbangkan dalam tiap penyebaran informasi yang berkaitan dengan seks.

Saya hanya ingin memperjelas, bahwa “seks tidak pernah dipandang netral dalam konstruksi sosial”, sebab seperti disebutkan tadi, konstruksi sosial kita bermuka dua.

Untuk perihal tertentu kadang kerap mengambinghitamkan seks. Tiap hal yang berkaitan dengan seks, yang berada di luar otoritas negara dan instansi pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya.

Dipandang jorok, cabul, mengundang birahi, menyesatkan, beraroma api neraka.

Di sisi lain, akting-akting erotis di film-film bergenre horor (atau apalah), masih menjamur sampai sekarang.

“Sekali lagi, kan munafik namanya?”

Kita tidak bisa menutup mata bahwa memang ada kasus-kasus kekerasan atau pencabulan akibat dorongan seksual.

Tetapi berapa persen angkanya jika dibanding “mereka yang normal-normal saja walau menonton film porno tiap hari?” jauh lebih banyak yang normal.

Sebagian besar remaja, termasuk yang bersekolah di pesantren, saya yakin, pernah onani. Berdosa, barangkali iya. Namun tidak pernah benar-benar menjadi biadab dan bejat.

Lagipula, tidak bisa dipukul rata bahwa kasus-kasus kekerasan seksual semua diakibatkan gairah seks.

Faktor lain, seperti ekonomi, kebiasaan kekerasan, pendidikan rendah, sering ditepikan. Padahal, faktor-faktor itu cenderung lebih berbahaya ketimbang dampak gairah seks itu sendiri.

Mencermati atau menyelami seks semestinya tidak melulu dikaitkan dengan moralitas, lantas ujung-ujungnya berakhir pada perdebatan kuno, estetika atau etika.

Ada hal-hal yang lebih luas yang bisa diraih darinya.

Seks sejatinya mampu melampaui batas sensasi biologis atau cara berkembang biak. Ia ikut mendefinisikan siapa atau apa, menjadi cara legitimasi kekuasaan sekelompok manusia, menjadi cara mengukuhkan eksistensi, menjadi piranti penting keadilan gender, mempererat hubungan antar manusia, bahkan menjadi sarana menyatu dengan Tuhan.***

Tags: Kucumbu Tubuh IndahkuPesantrenSeks
Share38Tweet22Pin8SendShareSend
Previous Post

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Next Post

[Review] Pempek Lala Palembang Diburu Oleh Pecinta Kuliner dan Pelancong

Abroorza A. Yusra

Abroorza A. Yusra

Penulis, penggiat literasi, dan pendukung konservasi lingkungan. Kelahiran 1987. Bermukim di Singkawang, Kalimantan Barat.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
972
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
377

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.6k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
184
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist