• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Kamis, 14 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Filantropi Pandemi Berbagi Paket Makanan

Beranda Geredja Katholik Bebas Santo Albanus © Muchamad Dikdik

Sekelumit Kisah Kota Semarang dan Sastra Indonesia

Orang Indonesia Doyan Buang-buang Makanan!

Filantropi Pandemi Berbagi Paket Makanan

Berbagi Cinta Kasih di Tengah Pandemi

Muchamad Dikdik R. Aripianto by Muchamad Dikdik R. Aripianto
17 Mei, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
55 3
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Kilau langit menyisih halaman sebuah gereja yang telah berusia lebih dari seabad, Geredja Katholik Bebas Santo Albanus, Kelurahan Citarum, Kota Bandung. Sore itu, Lilis (57) bersama kedua anak dan cucunya berjejer renggang berjarak satu setengah meter, antre untuk sebuah paket makanan.

Lilis datang sekitar sejam sebelum waktu pembagian. Ia bukan warga kelurahan setempat, datang dari Cihapit yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari Gereja. Lilis sengaja datang setelah mendapat kabar dari seorang tetangga.

Sehari-hari ia menjaga sebuah kios pakaian milik saudaranya di Pasar Baru, tapi berhenti kerja setelah kios itu tutup seiring pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung pada 22 April lalu. Lilis kehilangan penghasilan, karenanya merasa kesulitan bahkan untuk makan. Sementara sang suami bernasib hampir sama.

“Dia kuli bangunan. Kira-kira sebulan sudah tidak kerja, belum ada panggilan lagi,” ujarnya di sela antrean, Kamis (14/5) lalu.

Di muka gereja yang putih renta, Lilis tak banyak bicara, seperti juga puluhan orang lain yang turut antre. Suasana terasa lebih hening, mungkin larut pada penantian masing-masing. Sesekali, hanya terdengar gurau di antara anak-cucu Lilis yang masih kecil.

Tepat jam empat, acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan pemindaian suhu tubuh, pengecekan masker, lalu satu-satu dipandu untuk melakukan cuci tangan terlebih dahulu di dua wastafel portable yang telah disediakan. Setelah itu, paket-paket makanan itu diserahkan.

Lilis dan anak-cucunya mendapat giliran. Mereka pulang dengan masing-masing satu jinjingan. Ketika dihampiri, Lilis mengaku bersyukur dan sangat berterima kasih. “Alhamdulilah,” katanya.

Ribuan Paket Makanan

3.000 Paket Makanan Terus Dibagikan Tiap Sore Hingga Hari Lebaran © Muchamad Dikdik/Kelananusantara

Koodinator pelaksana harian jemaat City Light Community Church (CLCC), Jeffrey menyampaikan, ada sekitar 155 paket makanan yang disiapkan khusus sore itu. Pembagian sendiri telah dilakukan sejak Jumat (8/5) pekan lalu. Perkiraan kasar, jemaat CLCC akan menyiapkan 3.000 paket makanan untuk terus dibagikan tiap sore hingga hari lebaran nanti.

“Khusus saat lebaran nanti, kami ingin berbagi ketupat,” ujar Jeffrey.

Per hari, paket makanan yang dibagikan rata-rata berjumlah 150 hingga 200 paket. Kata Jeffrey, seluruh makanan tersebut dibeli dari hasil uang sumbangan para jemaat. Dengan swakelola, kegiatan itu diselenggarakan semata untuk berbagi, kepada siapa saja.

“Untuk orang-orang yang sedang menjalani puasa Ramadan, untuk mereka semua yang tengah lapar,” kata Jeffrey.

“Intinya, siapa saja boleh datang. Gereja atau kita semua, saya kira, harus bisa jadi perpanjangan tangan penyaluran berkat bagi sesama, terutama di masa sulit seperti sekarang. Semoga ini membantu,” imbuhnya.

Ketua RW 06, Kelurahan Citarum, Anne yang turut hadir saat pembagian, menyambut gembira kegiatan tersebut. Ia berharap kebaikan para jemaat bisa bermanfaat, tidak hanya bagi warga sekitar, tapi juga warga di luar daerahnya. Menurut Anne, sejumlah warga bahkan ada yang akhirnya terus datang setiap sore ke halaman gereja itu.

Anne mengungkapkan, di wilayahnya terdapat titik pembagian lain, yakni di GBKP Ranggun Pusat, Jalan Lombok. Di sana, pembagian paket makanan telah menginjak hari yang ke-38. Terhitung sudah hampir 3.000 paket makanan dibagikan sejak hari pertama, dan rencananya masih akan berlanjut hingga lebaran nanti.

“Kegiatan ini berlangsung di wilayah saya. Selaku Ketua RW saya tentu sangat senang sekali. Saya bersuka cita, karena artinya banyak orang yang bisa makan,” ujarnya.

Filantropi Pandemi

Berbagi Makanan di Depan Halaman Gereja © Muchamad Dikdik/Kelananusantara

Karitas yang dijumpai di halaman Gereja Albanus adalah bagian yang tak terpisah dari suatu lanskap yang lebih besar. Di seberang halaman Gereja, hal serupa masih terus berduyun dari berbagai kalangan, kelompok, maupun perorangan.

Di hari yang sama, di pertigaan jalan depan Gedung Sate misalnya, ada Norita, Alin dan Mira yang membagikan 200 paket makanan kepada para pengendara, maupun petugas pos penjagaan, hasil galangan dana pribadi melalui Grup-Grup Whatsapp keluarga.

Ada pula Atar dan teman-teman siswa SMP Negeri 2 Bandung yang membawa sekitar 100 paket makanan, menyisir bilangan Jalan Sumatera, lalu berbagi untuk para pengumpul rongsokan.

Sehari, mereka berhasil mengumpulkan donasi Rp800 ribu dari sejumlah siswa yang tergabung dalam suatu komunitas. Dan masih banyak lagi.

Rasa simpati, perilaku saling berbagi atau kedermawanan kiranya merupakan klise kemanusiaan yang senantiasa bermanfaat. Kerap menjelma dalam beragam bentuk dari yang kasat sampai yang paling senyap sekalipun.

Di luaran sana, di samping berita duka, sebaran Covid-19 yang masih bertambah, atau bansos pemerintah yang masih semrawut, muncul gerakan filantropi yang menyebar seperti pandemi itu sendiri.

Tags: covid 19FilantropiGeredja Katholik Bebas Santo Albanuskelananusantaraopini kelanapandemiRamadan
Share39Tweet20Pin7SendShareSend
Previous Post

Sekelumit Kisah Kota Semarang dan Sastra Indonesia

Next Post

Orang Indonesia Doyan Buang-buang Makanan!

Muchamad Dikdik R. Aripianto

Muchamad Dikdik R. Aripianto

Saat ini tinggal di Kota Bandung.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
344
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
983
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
382

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.4k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
527
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.8k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
203
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
170
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
130

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist