Sahabat Kelana ada yang pernah mendengar Air Terjun Agal? Masih terdengar asing di telinga ya, tapi jangan salah, air terjun yang berada kawasan hutan lindung Gunung Agal, Dusun Beru, Desa Marenteh, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa ini layak masuk daftar air terjun tertinggi di Indonesia. Menjulang tinggi sekitar 150 meter dengan susunan batuan alam berukuran raksasa, tidak kalah fenomenal dari wisata Sumbawa yang lain.
Keindahannya juga tidak kalah dengan air terjun tertinggi lainnya di Indonesia, seperti Air Terjun Sigura-gura, Madakaripura, maupun Nokan Nayan. Sahabat Kelana, penasaran seperti apa pesona kawasan ini? simak cerita petualangan berikut ini ya, siapa tahu setelah pandemi, kita bisa berkunjung ke air terjun ini.
Masuk Melalui Jalan di Eks Terminal Alas

Referensi terkait Air Terjun Agal masih relatif sedikit, keberadaannya masih kalah tenar dengan destinasi alam lainnya di NTB.
Air terjun ini berada di kawasan hutan tropis Gunung Agal, medan menuju ke sana lumayan menantang. Sahabat Kelana harus menembus kedalaman hutan hampir selama dua jam.
Perjalanan yang kami tempuh menuju Air Terjun Agal menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam 45 menit, berangkat dari kota Taliwang, kabupaten Sumbawa Barat. Satu-satunya informasi yang kami ketahui tentang destinasi alam ini adalah patokan lokasinya yaitu eks Terminal Pasar Alas.
Selanjutnya, menurut informasi yang didapat dari masyarakat di dekat terminal, perjalanan harus dilanjutkan ke arah timur melalui jalan desa menuju Desa Marenteh.
Harmonisasi Keseimbangan Alam

Perjalanan dari jalan masuk eks Terminal Pasar Alas selanjutnya dilalui dengan lumayan terjal. Kendaraan yang kami tumpangi melewati jalan-jalan sedikit berbatu dan menanjak.
Sampai di desa Marenteh, kami parkir kendaran di lokasi yang disedikan masyarakat setempat. Petualangan baru dimulai, kami selanjutnya harus berjalan kaki sampai ke hulu hutan, lokasi air terjun ini.
Di awal penjelajahan, kami harus menyeberangi sungai Tiu Kele dengan arus debit air yang lumayan deras. Sahabat Kelana, disarankan untuk melepas alas kaki terlebih dahulu ya dan berhati-hati saat melangkah.
Setelah melewati sungai, sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan hutan tropis. Deretan pohon berukuran raksasa menjulang tinggi hingga ratusan meter. Suasana purba begitu terasa ketika menjelajah kawasan sini.
Semakin dalam menembus hutan, rasa ingin tahu semakin besar. Tidak ada penunjuk arah menuju hulu air terjun. Kami terus berjalan menggunakan insting dan mengikuti suara air. Butuh perjuangan untuk mencapai keindahan air terjun ini.
Kami harus menyebrangi sungai, menginjak bebatuan kecil, melewati gugusan batu besar, dimanja suara deras aliran sungai, serta suara kicauan burung. Musikalisasi alam yang memberikan ketenangan selama perjalanan menuju Agal. Harmonisasi alam yang menakjubkan.
Destinasi Perawan

Air Terjun Agal berada di area hutan lindung Gunung Agal, kawasan ini jadi sumber air utama bagi masyarakat Desa Marenteh.
Menuju air terjun ini kami harus melalui hutan yang masih perawan, Sahabat Kelana juga harus memperhatikan tumbuhan, semak liar, serta ranting-ranting tajam yang kerap menutupi jalan.
Ada beberapa semak yang bisa mengakibatkan gatal dan panas luar biasa pada kulit. Ketika melintasi hutan hanya satu orang dari kami yang tidak terkena Jelatang. Flora ini bentuk daunnya seperti tumbuhan sirih, namun memiliki bulu halus. Bulu-bulu halus inilah yang bisa menyengat kulit kita.
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam menelusuri hutan dan sungai, kami sampai pada pemandangan megah Air Terjun Agal. Kita bisa mandi dan main air sepuasnya dengan kualitas air yang benar-benar murni.
Tapi ingat ya Sahabat, pantang membasuh diri menggunakan produk berbahan kimia. Selain, kita juga harus menjaga etika dengan tidak mencoret pohon dan batuan, serta tidak meninggalkan sampah sembarangan.
Catatan terakhir, kita harus menyesuaikan waktu pulang dari hulu Air Terjun Agal. Karena tidak disarankan menembus hutan selama hampir 2 jam lebih dalam kondisi gelap.
Itulah sedikit ulasan mengenai indahnya Air Terjun Agal. Setelah pandemi ini berakhir, siapin tekad untuk berkelana ke Air Terjun ini ya.




























Discussion about this post