• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 5 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Air Kehidupan di Kota Timika (Bag VIII)

Menelusuri Hutan Lindung Gunung Agal, Sumbawa

Viva la Jatinangor

Air Kehidupan di Kota Timika (Bag VIII)

Rencana Mengalir dengan Niatan Mengangkat Derajat Orang Tua

Deni Rajid by Deni Rajid
7 Juni, 2020
in Kelana, ZZ Slider Utama
280 21
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Sebelumnya Baca: Berlayar dari Sorong Menuju Timika (Bag VII)

Perjalanan ini mulai dari melangkahkan kaki keluar rumah hingga sampai di Timika secara keseluruhan ditempuh selama 2 bulan lebih 4 hari. Perjalanan terlama, setelah saya sampai di nol kilometer Indonesia dengan satu kali ongkos saja, beberapa tahun yang lalu.

Perjalanan ini sangat berarti. Rencana yang mengalir, dengan niatan mengangkat derajat orang tua, lepas dari semua belenggu yang terpatri. Kebingungan untuk memperbaiki keadaan dari semua permasalahan.

Melalui perjalanan dan niat yang sudah disepakati oleh hati, dengan cara yang sudah diputuskan, saya berharap akan mendapatkan pencerahan. Saya ingin memperbaiki komunikasi, lebih terbuka dengan kedua orang tua.

Sejak melangkahkan kaki dari rumah, tekad saya sudah bulat. Berangkat dengan berbekal modal secukupnya dan doa mereka yang saya sayangi.

Sedikit cerita ke belakang. Waktu itu saya ke rumah kakek, paman, dan bibi yang ada di pelosok pegunungan untuk pamit sekaligus meminta restu dan doa.

Kakek mengucap maaf karena tidak bisa membekali uang, hanya bisa mendoakan. Semoga sehat selalu dan diberikan kasih sayang sepanjang jalan. Sesampainya di tujuan cepat dapat pekerjaan dan dimudahkan segalanya.

Segera mungkin saya mengalihkan obrolan kala itu, “akh Eni mah nyuhunkeun bako waenya ki” (akh Eni mah minta bakonya aja, ki). Suasana langsung berubah dari pilu jadi canda penuh tawa, “euh ieu mah dasar aki-aki” (ah, dasar kakek-kakek), celetuk nenek, dibarengi dengan saya mengambil bako yang sudah ditunjukan tempatnya. Momen inilah yang membuat saya kuat.

Jam 02.00 Dini Hari Tiba di Timika 

Sesampainya di pelabuhan Pomoko Amamapare Timika, saya merasa senang bercampur gelisah. KM Tatamailau tiba jam 02:00 WIT dini hari, awal yang mencekam, kapal sandar di pagi buta.

Teman-teman penumpang yang satu deck dengan  saya hampir semuanya mengingatkan, “hati-hati ini Timika!”

Saya hampir melewatkan bel pemberitahuan yang dibunyikan petugas Pelni. Beruntung seorang anak kecil asli Timika, penumpang yang tidur di samping saya, membangunkan. “Kaka sudah sampai di Timika,” ujarnya.

Saya langsung bangun terus jalan menuju toilet wanita yang ada di samping kanan deck 2, di deck ini toiletnya dicampur dan bau khas tidak terawat.

Bagusnya, toilet ini memiliki keran air yang masih berfungsi untuk mandi. Masih lebih mending dibandingkan dengan toilet deck 3 dan 4. Berantakan, atap bocor, dan air dari toilet deck atas tembus ke bawah. Air keran gak ada, rasanya tidak mungkin untuk dipakai mandi.

Pertemuan dengan Pace Anton

Keluarga Omah Teresia yang mengenalkan saya dengan Pace Anton. Pace Anton yang menjemput mereka di pelabuhan Pomako Timika.

Awalnya saya akan menunggu 3 jam di atas kapal karena KM Tatamailau pada saat pengumuman menginformasikan akan melanjutkan keberangkatan pada pukul 05.00 WIT.

Penumpang lain yang satu deck dengan saya kembali menghantam dengan berbagai peringatan, “hati-hati ini Timika, tujuannya ke mana?” sudah kasih kabar kerabatnya?” dan pertanyaan lainya.

Saya hanya menjawab, “saya tinggal dulu di kapal selama 3 jam, baru turun kalau hari sudah pagi, kemudian saya memberanikan diri mencari alamat kerabat di kota Timika sana”.

Di dalam hati mengatakan, saya tidak tahu sama sekali kota tersebut dan tumpangan kendaraan ke arah sana.

Saya sempat diskusi dengan beberapa penumpang. Salah satunya seorang wanita asal Manado. Ia setuju dengan keputusan saya, tinggal sementara di atas kapal. Ada juga yang menyarankan untuk lanjut saja, tidak perlu menunggu.

Di antara para penumpang ada yang satu arah bahkan melalui alamat tujuan saya. Mereka adalah Omah Teresia dan kedua anaknya yang telah merespon dengan baik.

Kemudian saya menawarkan diri untuk memikul barang bawaann mereka, tapi Omah Teresia menolak dengan halus, saya merespon balik dengan halus juga sambil berkata, “tidak merepotkan sama sekali Omah, saya pernah jadi buruh di pelabuhan Priok”.

Pace Anton Membuka Pintu Masuk Kuala Kencana

Keindahan Kota Kuala Kencana © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Suasana riang dilumuri keringat pengap antrian penumpang mengiringi keceriaan ketika turun di pelabuhan Pomoko. Menghirup udara baru, tanah Timika

Pelabuhan ini berada di muara besar. Para buruh angkat di sini tidak mendapat keamanan ketat seperti di Priok. Bertabrakan tidak karuan dengan penumpang yang mau turun.

Saya jalan di belakang Omah dituntun oleh Pace Tinus. Sampai di area parkir keluar, jalur mobil. Kami duduk menunggu kabar Pace Anton yang akan menjemput dari kota Timika.

Pace Yan cerita, Pace Anton sudah hampir 15 tahun bekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI), sampai sekarang statusnya sudah karyawan tetap. Di PTFI karyawan yang belum kerja selama 5 tahun, nasibnya tidak dapat dipastikan sebagai karyawan tetap

Ketika pertama kali bertemu Pace Anton, ia langsung terbuka dengan saya. Sampai menawari tumpangan tidur dan makan. Pace Anton membawa saya mengelilingi kawasan PTFI sambil melempar canda, “kalau belum menginjakkan kaki di Kuala Kencana berarti belum sampai di Timika”.

Pesona Kuala Kencana, Kota di dalam Hutan

Pesona Kuala Kencana © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Kota maju dan modern di tengah hutan, satu kalimat yang terucap di dalam hati saya. Kali pertama saya mengapresiasi kawasan yang memiliki aturan ketat berhubungan dengan kelestarian alam. Siapa yang menebang pohon di kawasan ini akan dipenjara.

Ketika masuk gerbang pertama kota ini. Ada tahapan pemeriksaan akses kartu karyawan oleh petugas. Artinya kawasan ini tidak bisa dimasuki sembarang orang.

Hutan di sisi Jalan © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Saya merasa beruntung dapat kesempatan mengelilingi tiap sudut kawasan Kuala Kencana. Menyaksikan pohon-pohon, hutan di sisi jalan. Perkiraan saya tidak ada satupun pohon yang berusia muda, semuanya terlihat purba. Ditambah udara sejuk mengisi paru-paru.

Suasana Jalanan di Kuala Kencana © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Satu lagi yang membuat Kuala Kencana ini sangat unik dan tidak dimiliki kota lainnya. Ketika diperhatikan, tidak ada satupun kabel listrik atau telepon yang gelantungan semrawut di tiang-tiang, semua diletakkan di dalam tanah.

Kota ini yang pertama di Indonesia menggunakan utilitas bawah tanah untuk saluran kabel listrik dan komunikasi. Kuala Kencana juga memiliki sistem distribusi air terpusat, dan pengelolaan limbah terpadu. Standar air bersih di kota ini sangat tinggi, bahkan kita bisa meminum langsung air keran yang ada di setiap rumah.

Dikelola oleh PT Freeport Indonesia

Tugu Kuala Kencana © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Pace Anton cerita, bangunan arsitektur kawasan ini dikerjakan oleh Amerika. Distrik Kuala Kencana dibangun dan dikelola seluruhnya oleh PT. Freeport Indonesia. Di kawasan ini saya melihat ada Tugu dengan tinggi kurang lebih 50 meter.

Berdiri kokoh di tengah area alun-alun Kuala Kencana. Diketahui Tugu berbahan dasar tembaga dan emas ini diresmikan pada tahun 1995 oleh Presiden RI ke-2, Soeharto.

Saya sendiri merasa berada di luar negeri ketika menyaksikan setiap jengkal area di kawasan ini. Saya hampir tidak melihat ada sampah di sepanjang jalan.

Rambu lalu-lintas dan petunjuk jalan dipasang jelas di beberapa titik. Dituliskan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Rimba Papua Golf, Distrik Kuala Kencana © Monalisa Natkime/Kelananusantara

Semua fasilitas di Kuala Kencana dapat dikatakan lengkap. Kawasan ini memiliki lapangan sepakbola berstandar Internasional, lapangan badminton indoor, lapangan futsal indoor, kolam renang Olympic size, lapangan golf, gereja, masjid, aula multipurpose building serta shopping center.

Menariknya lagi harga makanan di kawasan ini 2 kali lipat dibandingkan di pulau Jawa. Berkeliling melihat kawasan perumahan, saya semakin merasakan suasana seperti di luar negeri. Saking canggihnya!

Menitipkan Berkas Lamaran di PT Freeport Indonesia

Inilah Jalan hidup yang saya pilih. Beberapa orang menyangka saya punya cukup uang untuk bisa sampai di banyak tempat. Mulai dari Sabang, titik Nol KM Indonesia yang saya kunjungi 3 tahun silam. Hingga saat ini, sampai di ujung timur Nusantara.

Perjalanan kali ini, saya sengaja singgah di kota Timika untuk melamar kerja di PTFI. Biarlah ini semua tidak sesuai dengan dasar keilmuan dan kemampuan saya. Saya merasa sudah melalui jalur akademik dengan setengah-setengah. Sebatas merasakan aja tanpa memahami secara maksimal.

Tidak dalam jalan linear, karena nasib hidup terdampar kuliah gratis di salah satu PTN di Jawa Barat, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Ilmu Sejarah. Melalui semuanya dengan cara yang sangat tidak biasa, bermodalkan keberanian dan sikap apa adanya.

Begitupun saat ini, menitipkan lamaran kerja kepada kerabat, hanya sebatas itu, tanpa berharap lebih.  Tidak ada yang tahu jalannya akan seperti apa, mengalir seperti air, nikmati saja.

Memilih Jalan Lain Menuju Raja Ampat

Akhir bulan Februari 2019, ketika itu PT Freeport Indonesia sedang jadi topik Nasional. Di kota inilah saya belajar memilah realita pemberitaan tentang Papua.

Saya sadar sudah mengabaikan pemberitaan Nasional perihal PTFI, maupun mengenai Papua. Dalam benak saya, janganlah menetap di kubangan air yang tidak mengalir. Saya tidak mungkin bisa bekerja di PTFI.

Sampai akhirnya, saya memilih jalan lain, sesegera mungkin menyusul kawan sejawat dari Jatinangor. Ketika itu, bertepatan ia meminta tolong untuk kebutuhan riset tesisnya.

Saya sudah mempertimbangkan untuk membantunya.  Memberikan semua informasi tentang PTFI ketika berada selama 4 pekan di Timika.

Mulai dari pengurangan karyawan besar-besaran, demo ribuan karyawan, hingga pemulangan beberapa dari mereka ke kampung halamannya.

Semua kabar ini saya dapat langsung dari pekerja, maupun karyawan tetap ketika momen berkumpul di sekretariat Viking Timika.

Pace Anton juga memberitahukan bahwa PT Freeport Indonesia saat ini sedang ada perombakan sistem, dipangkas hampir semuanya, lumayan cukup kacau, ujarnya.

Tanpa pikir lama, saya mengabarkan kawan via telepon, “mang dagoan urang jadi nyusul kadinya, sekitar saminggu, nepi kadinyana mang. Ngumpulkeun ongkos heula satiketeun” (mang tunggu, saya menyusul ke sana, sekitar satu minggu sampai. Ngumpulin ongkos dulu sedikit), beritahu saya kepada kawan yang posisinya sudah di Raja Ampat.

*Babak pertama kisah ini selesai

Selanjutnya Baca: Magnet Kesukuan di Kota Timika (Babak II, Bagian I)

Tags: Freeport IndonesiaKuala KencanaTimika
Share257Tweet104Pin37SendShareSend
Previous Post

Menelusuri Hutan Lindung Gunung Agal, Sumbawa

Next Post

Viva la Jatinangor

Deni Rajid

Deni Rajid

Saya bagian dari alumnus Seni musik tradisional, Sejarah, hingga menggauli backpacker writing story without money.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang
Kelana

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
972

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.6k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
184
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist