• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 2 Agustus 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Viva la Jatinangor

Air Kehidupan di Kota Timika (Bag VIII)

Riuh Jauh Tuntutan Buruh

Viva la Jatinangor

Neverland yang Membuai di Pusaran Ruang dan Masa

Idham Nur Indrajaya by Idham Nur Indrajaya
10 Mei, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
186 6
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sudah jangan ke Jatinangor

Masih ada kota lainnya

Perempuan tak cuma dia

Ada tiga milyar 21

(Sudah Jangan ke Jatinangor – The Panas Dalam)

Jatinangor oh Jatinangor, waktu bergulir terlalu cepat, beberapa tahun ke belakang orang-orang masih canggung menyebutnya sebagai kota. Tidak bisa juga mengatakan sepenuhnya adalah desa. Kenyataannya secara teritorial Jatinangor adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Ya meskipun hanya sebagai kecamatan yang berada jauh dari pusat kota Bandung ataupun Sumedang. Tapi, tempat ini memiliki nyawa, teristimewa di hati banyak orang yang pernah melalui kisahnya.

Tidak salah menyematkan kecamatan ini sebagai kawasan pendidikan, atau saat ini sudah tidak lagi. Beberapa perguruan tinggi berdiri, pusat aktivitas yang menggairahkan bagi anak-anak muda. Bahkan pada tahun 2015, Jatinangor ditetapkan sebagai salah satu kawasan kota metropolitan Bandung Raya. Tidak heran sejauh mata memandang, apartemen dan hunian elit berdiri kokoh di tengah-tengah area yang dahulunya sawah.

Hari ini, Jatinangor tetap layak untuk dikenang sebagai tempat yang menghadirkan banyak cerita bagi yang pernah melaluinya. Meski tidak sedikit dari mereka yang merasa tidak betah dengan kehidupan kampus atau tatanan sosial di kawasan ini. Itu dulu, sekarang bisa jadi beda cerita.

Perguruan-perguruan tinggi yang berdiri di Jatinangor (Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, IKOPIN, dan IPDN). Sumber gambar: seputarbandungraya.com.

Adaptasi dan Transformasi

Jalan Raya Jatinangor © Jatinangor Archives

Dulu, saat masih kuliah di salah satu perguruan tinggi yang berdiri di Jatinewyork—plesetan untuk menyebut Jatinangor, saya sering mendengar tentang orang-orang yang merasa tertipu dan merasa terjebak di sana.

Bunga Mas, Jatinangor © Jatinangor Archives

Tidak sedikit yang membayangkan akan ngampus di kota Bandung dengan segala keanggunanya. Kenyataannya, jarak dari Bandung ke Jatinangor hampir 30 Kilometer. Kami harus mencari ilmu di negeri antah berantah.

Engkau berdarah-darah dari antah berantah/Terus berjalan/Kehilangan/Alamat Pulang/Atas nama baru/Beban di pundak/Tanpa alas kaki/Lengan berlubang/Engkau berdarah-darah dari antah berantah, tulis The Upstairs dalam lirik lagu Antah berantah-nya seperti mengerti kondisi kami ketika itu.

Jalan Ciseke Jatinangor © Jatinangor Archives

Tapi, mau bagaimana lagi? Menggagas demo kepada pihak rektor untuk memindahkan kampus ke Bandung terasa seperti ide yang terlalu buang-buang tenaga. Gak mungkin banget lah.

Setelah pasrah dan mulai menjalani hidup di kecamatan ini, banyak sekali mahasiswa-mahasiswi yang menyadari adanya perubahan dari fisiknya. Entah itu badannya jadi sering gatal-gatal karena perubahan cuacanya yang cukup ekstrem.

Siang hari yang super panas dan pada malam hari jadi sangat dingin, atau pembengkakan yang terjadi di area perut karena jajanan-jajanan yang tersedia di sana membuat orang-orang jadi hobi ngemil.

Ada anekdot yang mengatakan bahwa cara untuk membedakan mana mahasiswa Jatinangor dan Bandung sebenarnya cukup gampang. Bandingkan saja kulitnya. Tapi, namanya juga anekdot, tentu tidak selalu sesuai kenyataan.

Banyak mahasiswa yang mengira kampus-kampus yang dimasukinya ada di Bandung, padahal letaknya di Jatinangor. Sumber gambar: didikpos.com

Jatinangor, Kecamatan Absurd Penuh Jamur

Di Jatinangor, banyak orang yang sebelumnya tidak sering bahkan tidak pernah makan jamur sama sekali, pada akhirnya menjadikan hidangan jamur sebagai santapan sehari-hari.

Entah kenapa, jamur jadi makanan yang paling banyak dijual di warung-warung prasmanan dan jadi favorit banyak orang. Mulai dari jamur crispy, jamur goreng, tumis jamur, bahkan sampai jamur yang dicampur dengan jus alpukat atau mangga. Jadi mahasiswa di tempat ini rawan kejamuran.

Selain itu, di sana juga ada menu nasi gila yang tidak banyak ditemukan di luar Jatinangor. Nasi gila sendiri adalah nasi yang dipadukan dengan sayur-sayuran dan bumbu yang terasa asam, pedas, dan gurih di lidah. Rasanya? enak gilak!

View this post on Instagram

Jambu (Jamur Bumbu) hipotesa 04 Jamur merupakan salah satu cemilan yang sehat yang sangat baik di konsumsi. Selain , jamur ini juga memiliki cita rasa yang khas. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Mari makan jamur 😁😁😁 Order??? Whatsapp sekarang !!! Klik link di bio 👆🏻👆🏻👆🏻 #jatinangor #deliveryservice #anakunpad #ikopinjatinangor #ipdn #itbjatinangor #menolaklapar

A post shared by Hipotesa 04 (@hipotesa_04) on Mar 3, 2019 at 4:40am PST

Banyak yang mengeluh tentang Jatinangor dari berbagai aspek, seperti suhunya yang berubah-ubah secara ekstrem, truk-truk yang memadati jalan setiap hari dan yang paling menjijikan di sana berkeliaran eksibionis yang suka nongkrong di pinggir jalan sambil nunjukin alat kelaminnya ke mahasiswi. Meski begitu, kami tetap bisa beradaptasi dan membetahkan diri di kecamatan ini.

Membangun Dunia Sendiri

Olegun & The Gobs, band ska asal Jatinangor, yang sedang mengisi di salah satu acara kampus. © Wahyu Purnomo/Kelananusantara

Bicara soal hiburan, Jatinangor tidak menyediakan banyak pilihan fasilitas. Jatinangor Town Square, satu-satunya mal yang berdiri di sana. Namun, intensitas orang-orang untuk menghibur diri di mal ini tidak terlalu sering kecuali untuk menonton film di bioskop.

Brooklyn Gerbang Unpad Jatingor © Jatinangor Archives

Lagipula untuk menonton film, di kamar kostannya mahasiswa-mahasiswi masih bisa menggunakan layanan internet atau membeli film dalam bentuk soft file.

Kostan Permata Hijau © Jatinangor Archives

Bicara soal anak muda, hiburan jadi aspek yang lekat dan tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Demi mengatasi rasa jenuh dan menanggapi permasalahan-permasalahan yang mulai menggerayangi saat usia sudah mendekati quarter life crisis. 

Di Jatinewyork, memproduksi hiburan jadi suatu hal yang diupayakan meski pihak-pihak civitas kampus seringkali membatasi.

Setiap kali menghadiri acara hiburan di Jatinangor, yang biasanya diselenggarakan di kampus, saya selalu teringat dengan kisah Peter Pan dan The Lost Boys yang bermain di Neverland tanpa menghiraukan dunia orang-orang dewasa.

Orang-orang tenggelam dalam kegembiraannya seolah dunia tidak akan pernah kiamat dan waktu hanya sebuah ilusi yang diciptakan oleh orang-orang dewasa. Sementara itu, beban kuliah dan tuntutan untuk segera lulus terasa seperti Captain Hook yang tampak mengancam.

Suasana venue acara musik yang kontras dengan gedung-gedung instansi kampus menjadi suatu pemandangan yang memiliki estetika tersendiri. © Wahyu Purnomo/Kelananusantara

Pada masanya, acara-acara di kampus bisa berlangsung semalam suntuk dan baru berakhir ketika adzan awal terdengar. Pemandangan orang-orang yang terkapar di beberapa penjuru lokasi acara hiburan adalah hal biasa. Kadang bahkan ada yang baru (bisa) bangun saat pagi menjelang.

Suatu ketika, di salah satu acara fakultas, ada yang sampai harus dibawa oleh ambulans karena kesulitan untuk berdiri dan berjalan. Bukan karena sakit atau apa, tapi karena terlalu banyak minum arak. Keras! Memorable moment, kami selalu ingat kejadian itu dan terus jadi bahan obrolan.

Acara menonton bersama dokumenter Sexy Killer yang diakhiri dengan diskusi. © muh

Tapi jangan salah, kegiatan di Jatinangor, tidak hanya tentang pesta dan hura-hura saja. Anak-anak muda di sana selalu bersemangat dalam menyalurkan bakat dan minat mereka.

Buktinya adalah banyaknya komunitas yang berdiri di sana. Mulai dari bidang organisasi, musik, fotografi, bela diri, penggiat alam, literasi, teater, film dan masih terlalu banyak kalau disebutkan satu-satu. Komunitas-komunitas ini menaungi mahasiswa di tingkat jurusan, fakultas, Universitas bahkan antar kampus.

Jika program studi dipilih oleh mahasiswa karena faktor-faktor eksternal seperti dunia kerja, tuntutan orang tua, dsb, setidaknya komunitas-komunitas ini bisa menjadi tempat untuk meluapkan alter ego. Bakat murni yang bisa jadi tersumbat selama mereka belajar di bangku sekolah.

Tidak sedikit mahasiswa yang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat lewat aksi-aksi sosial yang diselenggarakan di sekitar Jatinangor. © Lagam Alfaruqi/Kelananusantara

Membangun Ekonomi Independen 

Selain diramaikan oleh kolektif yang mengekspresikan minat masing-masing, Jatinangor pun jadi pilihan banyak orang untuk menjajal dunia wirausaha.

Tidak sedikit mahasiswa atau mahasiswi yang membangun bisnis di sana. Para wirausahawan muda ini juga sering membantu perekonomian warga sekitar karena banyak memberdayakan penduduk lokal untuk melancarkan usaha.

Selain itu, mahasiswa-mahasiswi yang ingin menambah penghasilan lewat kerja paruh waktu pun bisa ikut terlibat dengan upah yang cukup untuk menghidupi sehari-hari. Sekaligus mendapat pengalaman kerja.

Perlu diketahui jumlah mahasiswa-mahasiswa yang ada di kecamatan ini lebih banyak dibandingkan masyarakat lokal asli.

Pada bulan Ramadhan, ada semacam pasar dadakan yang diisi juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang menjajakan hidangan-hidangan untuk buka puasa. © Azaina/Kelananusantara

Hal-hal yang dibicarakan di atas menggambarkan Jatinangor berperan seolah laboratorium untuk bereksperimen dengan diri sendiri, bagi para mahasiswa.

Mirip seperti Neverland-nya Peter Pan yang membebaskan para penghuninya untuk jadi apapun sesuai dengan imajinasi yang menghiasi kepala mereka.

Tidak Ingin Cepat-cepat Pergi Meninggalkanmu, Jatinangor

Landscape Jatinangor © Wahyu Purnomo/Kelananusantara

Berhubung Jatinangor dijejali oleh anak-anak muda dengan rentang usia yang tidak terpaut jauh. Struktur sosial di sana pun terasa tidak terlalu kompleks seperti pusat-pusat kota yang diisi oleh orang-orang dengan jenjang status dan usia yang lebih variatif.

Hal ini membuat kehidupan di Jatinangor terasa seperti lebih lambat. Namun, waktu tetaplah waktu. Dia akan terus berjalan dalam setiap ruang.

Banyak sekali anak muda yang tidak ingin cepat-cepat meninggalkannya saat mereka sudah menyelesaikan studi.

Mahasiswa-mahasiswi yang sudah lulus pun kerap menjadikannya sebagai salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi saat sedang berlibur, setidaknya untuk bernostalgia dengan masa muda yang penuh dengan gairah.

Tidak sedikit juga mahasiswa dan mahasiswi yang jadi jarang pulang seiring dengan rasa betah yang terus bertumbuh selama hidup di Jatinangor.

Nuansa Utopis, Penuh Kenangan

Suasana Gerbang Lama Unpad © Jatinangor Archives

Suatu ketika, ada seorang sahabat yang menganjurkan untuk meninggalkannya jika ingin lebih menempa diri. Mungkin hal ini ada benarnya juga.

Nuansa utopis yang lebih memungkinkan kebebasan untuk mengeksplorasi diri bisa saja jadi zona nyaman yang seolah menjebak bagi banyak orang di sana.

Meski begitu, bukan berarti Jatinangor adalah tempat yang mengekang orang untuk terus tumbuh. Ruang hanyalah faktor eksternal yang tidak selamanya akan mengendalikan segala situasi pada setiap individu yang hidup di dalamnya.

Pada taraf tertentu, zona nyaman justru bisa membuat orang lebih mudah untuk mencari inspirasi ketimbang di zona yang penuh dengan dinamika dan menguras banyak energi.

Semuanya kembali kepada bagaimana orang memandang diri dan dunianya di pusaran waktu yang terus berjalan. Seperti yang disebutkan tadi, Jatinangor adalah tempat bagi orang untuk bebas berimajinasi.

Jika kehidupan menjadi terasa tidak menantang dan tidak menempa diri, lantas mengapa tidak membangun tantangan itu sendiri di tanah yang penuh keajaiban seperti Neverland ini?

Tags: JatinangorkelananusantaraMahasiswaOpini
Share416Tweet66Pin24SendShareSend
Previous Post

Air Kehidupan di Kota Timika (Bag VIII)

Next Post

Riuh Jauh Tuntutan Buruh

Idham Nur Indrajaya

Idham Nur Indrajaya

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
350
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
1k
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
389

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
16.1k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.4k
Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

Lebakmuncang, Desa Wisata Ciwidey

20 Februari, 2020
1.8k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.2k

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

20 April, 2020
1.1k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
225
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
120

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
147
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
249
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
172
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
133

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist