Pulau Moyo berada di utara pulau Sumbawa dengan kota Sumbawa Besar sebagai kota terdekat. Secara administrasi seluruh bagian pulau ini masuk dalam Kabupaten Sumbawa, NTB.
Luas pulau ini sekitar 350 km persegi. Menurut penuturan penduduk desa Labuhan Aji, pulau dengan luas sekitar 350 kilometer persegi ini memiliki 7 objek wisata Air Terjun, dengan 3 air terjun yang dapat diakses wisatawan. Ketiganya adalah Air Terjun Sengalo, Diwu Mbai dan Mata Jitu.
Kontur Eksotis Alam

Selain wisata air terjun, pulau esksotik ini juga memiliki wisata gua yang berada di dusun Brangsedo. Ada dua gua yang dapat dijelajahi oleh wisatawan dengan panduan pemandu lokal.
Pulau ini memiliki dua karakteristik pantai, pantai berpasir putih dan hitam. Pantai berpasir putih memiliki tekstur cenderung kasar dan bercampur pecahan karang, pantai ini terdapat di bagian barat dan selatan pulau. Sedangkan pantai dengan pasir pantai berwarna hitam bertekstur lebih halus tersebar di bagian timur pulau.
Pulau Moyo punya daya tarik eksotis yang tidak kalah dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Sahabat Kelana akan merasakan sensasi wisata petualangan di pulau ini. Perjalanan menjelajahi pulau ini seakan tidak ada habisnya.
Akses Menuju Pulau Moyo

Butuh perjuangan ekstra untuk bisa mencapai pulau Moyo, akses pertama yang harus Sahabat Kelana capai yaitu pelabuhan Poto Tano yang berada di ujung barat pulau Sumbawa. Setelah sampai di pelabuhan ini dilanjutkan dengan perjalanan menaiki angkutan bus untuk mencapai kabupaten Sumbawa.
Ada dua dermaga rakyat yang biasa memfasilitasi wisatawan untuk menyebrang ke pulau. Pertama, melalui dermaga Kali Baru yang berada di desa Labuhan Sumbawa dan dermaga Pantai Goa yang berada di desa Karang Dima. Keduanya berada di kecamatan Labuan Badas.
Kedua dermaga ini melayani penyeberangan menggunakan kapal penumpang dengan biaya Rp20.000/orang menuju desa Labuan Aji, pulau Moyo. Pilihan lainnya, kita bisa menyewa kapal nelayan berkapasitas 10 – 25 orang dari desa Ai Bari, Labuan Badas dengan harga sewa Rp1.200.000 – Rp2.500.000. Kapal milik nelayan setempat akan mengajak Sahabat Kelana mengelilingi pulau Moyo seharian, sangat mengasyikan!
Sejarah Pulau
Sejak zaman kerajaan, di era kejayaan Nusantara, pulau indah ini sudah dijadikan sebagai tempat berburu raja-raja Sumbawa. Terdapat bukti catatan sejarah di Istana Bala Kuning Sumbawa. Di zaman kolonial, pulau Moyo sudah dikenal sebagai destinasi wisata alam, terdapat beberapa foto sebelum kemerdekaan yang menunjukan banyak orang Belanda melakukan aktivitas berburu di pulau ini.

Sebagai Destinasi wisata komersil, pulau ini mulai diperkenalkan dengan dibukanya investasi dari Amanwana pulau Moyo pada tahun 1992. Setelah itu, pada medio tahun 2012 mulai banyak berdatangan kapal-kapal Phinisi Diving (Bali – Labuan Bajo) untuk berwisata di pulau ini.

Kemudian terus berkembang hingga hari ini mulai ada beberapa warga setempat yang menjadikan rumahnya untuk dijadikan penginapan di pulau Moyo. Terdapat 5 guest house di sisi pantai milik warga. Total terdapat 40 kamar dengan harga sewa berkisar Rp100.000 – Rp650.000/malam. Salah satunya ada Maryan Guest House yang punya suansana cozy.
Spot Snorkeling dan Diving

Di pulau ini terdapat snorkeling dan diving spot yaitu Angel Reef, Panjang Reef, Takat Reef, Tanjung Pasir, Takat Sagele dan Ai Manis Reef. Pulau Moyo adalah habit asli beberapa fauna seperti Rusa Timor, Babi Hutan, Kelalawar dan Ular Hijau. Sahabat Kelana akan dengan mudahnya menjumpai mereka. Sebagai catatan, penjelajahan hutan di pulau Moyo wajib dipandu oleh pemandu wisata lokal ya.
Ohiya, Sahabat Kelana yang belum dapat destinasi romantis untuk honeymoon, bisa banget buat jadiin pulau ini salah satu pilihan. Kapan lagi ngerasain pengalaman Honeymoon di pulau yang belum banyak dikunjungi wisatawan ini.




























Discussion about this post