• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 21 Juni 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Puisi Tentang Operasi Plastik 2002 Karya Remy Sylado dalam Buku "Puisi Mbeling", Diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta. 2004

Menghadiri Pesta Panen Masyarakat Dayak Kayaan

Berlayar Melintasi Kaimana Menuju Raja Ampat (Babak II, Bagian III)

Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Pembaruan lahir ketika sebuah puisi berani mengungkapkan dirinya dengan sikapnya yang jujur, lugas, dan apa adanya.

Lutfi Dananjaya by Lutfi Dananjaya
1 Juni, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
191 8
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Intimidasi dalam Demokrasi

siapa berani

melebihi kepala

terhadap kepala

pasti

bakal

hilang kepala

(Remy Sylado, 1989)

 

Puisi lahir dari pemahaman alam imajiner dan dunia ide yang disajikan melalui pencanggihan bahasa.

Kata Pradopo (2007:13) sih menggapai kepuitisan bisa dengan bermacam cara. Bentuk visual: tipografi, susunan bait; dengan bunyi: persajakan, asonansi, aliterasi, kiasan bunyi, lambang rasa, dan orkestrasi; dengan pemilihan kata: bahasa kiasan, sarana retorika, unsur-unsur ketatabahasaan, gaya bahasa, dan sebagainya.

Riffaterre ada benarnya, menurutnya puisi selalu berubah-ubah sesuai selera dan perubahan kosep estetika. Amir Hamzah, salah seorang pelopor Angkatan Pujangga Baru sudah mulai meninggalkan konsep puitika bertipografi pantun dan syair.

Chairil Anwar melalui puisi “Aku”, menggambarkan pola konseptual berpikir yang sudah berbeda dengan zaman sebelumnya. Chairil jadi yang paling edgy di zamannya (Angkatan’45).

Remy Sylado dan Gaya Mbeling

Pada perkembangan selanjutnya, sekitar tahun 1972 lahirlah sebuah sikap baru dalam kesusastraan Indonesia. Remy Sylado hadir sebagai salah seorang penggagasnya.

Berawal dari pementasan drama pada 1972 yang bertajuk GENESIS II, Remy Sylado menamai sendiri gaya berteaternya sebagai teater mbeling.

Momentum inilah cikal-bakal yang menampilkan gaya mbeling pada ranah perpuisian Indonesia dan setelahnya lahirlah gerakan puisi mbeling.

Gerakan puisi mbeling yang digagas oleh Remy berusaha mendobrak sikap feodal dan munafik rezim Orde Baru juga pandangan estetika kesusastraan Indonesia ketika itu.

Pembaruan lahir ketika sebuah puisi berani mengungkapkan dirinya dengan sikapnya yang jujur, lugas, dan apa adanya.

Tidak ada kemunafikan bahkan untuk mengungkapkan hal-hal yang tabu seperti seks dan kekuasaan. Puisi-puisinya seperti: “Presiden”, 2002; “Intimidasi Dalam Demokrasi”, 1989; “RI Satu”, 1978; “Kudung dan Kondom”, 2002, dll yang dikumpulkan dalam satu buku berjudul: Puisi Mbeling Remy Sylado, terbit pada tahun 2004.

Mbeling Pada Awalnya

Pada awalnya, mbeling adalah nama yang diberikan oleh pengasuh rubrik puisi dalam majalah Aktuil. Dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, nama ‘puisi mbeling’ tidak dipakai lagi dan diganti dengan “puisi awam”.

Tetapi, nama ‘puisi mbeling’ ternyata lebih populer dibandingkan dengan nama-nama yang lain. Puisi mbeling bukan saja digunakan untuk menamai sajak-sajak yang dimuat dalam majalah Aktuil, melainkan juga dalam majalah-majalah dan surat kabar yang lain (Soedjarwo, dkk : 2001).

Selain Remy yang sedikit banyak memberi gagasan utuk puisi mbeling, Afrizal Malna (Jeihan, 2000 : 15) berpendapat bahwa Jeihan banyak memberikan basis konseptual untuk gerakan puisi tersebut.

Gerakan puisi mbeling untuk pertama kalinya dipublikasikan di majalah Aktuil pada akhir tahun 1971. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa puisi yang diciptakan Jeihan pada tahun 1969 adalah cikal-bakal perpuisian mbeling di Indonesia.

Gaya Khas Puisi Mbeling

Yudiono dalam Puisi Mbeling: Kitsch dan Sastra Sepintas sedikit-banyak memetakan gaya yang khas dan identik dari puisi mbeling.

Menurut penuturannya puisi mbeling adalah hasil kreativitas seorang penyair yang memandang sesuatu dalam kehidupan sebagai kelakar, ejekan, kritik, dan main-main.

Bagi penyair mbeling, lebih banyak hal yang dapat ditertawakan daripada yang dapat dipuji atau ditangisi di dunia ini. Kemunafikan, kebobrokan, korupsi, sikap sok, dan sebagainya, dapat diejek atau ditertawakan. Juga nasib, kegagalan, cacat, atau kekurangan dalam diri sendiri, dapat dijadikan bahan ejekan dan tertawaan.

Fragmen-fragmen tersebut hadir melalui wujud puisi mbeling secara struktur. Mbeling jadi media kreatifitas, sikap, dan gaya seorang penyair secara individu yang berkaitan dengan cara dirinya memandang sesuatu.

Selain tema-tema di atas, humor juga salah satu unsur penting. Seperti halnya lelucon-lelucon dalam percakapan sehari-hari, humor dalam puisi mbeling sering mengarah kepada hal-hal yang “jorok”.

Bagi penyair-penyair mbeling, tidak ada sesuatu yang tabu. Tidak ada hal-hal yang perlu ditutup-tutupi demi sopan santun.

Setiap Orang Boleh Main-main dengan Puisi

Puisi Karya Jeihan Sukmantoro, tahun 1975

Selain mendorak tabu estetika kepuitikan dengan tatanannya, puisi-puisi mbeling juga memberikan keleluasaan bagi semua penulis untuk berkereativitas di ranah perpuisian Indonesia.

Ini secara langsung bertentangan dengan ungkapan Chairil Anwar yang pernah berkata, “yang bukan penyair tidak boleh ikut ambil bagian”, (Jeihan, 2000 : 14).

Chairil seperti ingin menegaskan bahwa tidak semua orang bisa menulis puisi, bahkan tidak boleh ikut ambil bagian di dalam dunia perpuisian. Itu anggapan seorang Chairil Anwar yang pada saat itu mewakili zamannya.

Sementara itu, bagi gerakan puisi mbeling, pendapat itu tidak berlaku. Sesuai dengan apa yang diungkapkan Jeihan bahwa yang bukan penyair boleh ikut ambil bagian.

Ini artinya setiap orang boleh menulis puisi, boleh main-main dengan puisi. Gembira ria dengan puisi.

Puisi Mbeling Berontak Terhadap Nilai-nilai yang Kaku

Mengenai konstruksi lama, segala yang sudah jadi konvensi di masa lalu ditanggapi oleh puisi mbeling dengan memosisikan diri di jalurnya sendiri.

Sebelum muncul puisi-puisi mbeling, terdapat beberapa jalur dalam perpuisian di Indonesia. Tapi, puisi mbeling tidak peduli dengan segala jalur itu.

Puisi mbeling berontak terhadap nilai-nilai yang kaku serta kemapanannya yang hanya berkutat dengan formasi lama.

Puisi mbeling sebagai entitas seni menyajikan imajinasi dengan bahan dasar kata yang memiliki banyak persepsi dan penilaian bila dilihat dari kebaruannya.

Kredo Puisi Sutardji

Sutardji Calzoum Bachri, O Amuk Kapak.
Cetakan I, 1981
Penerbit Sinar Harapan, Jakarta.
Desain sampul : Didit Chris dan Rekan
Tata Letak : Edhi SW

Tragedi Winka dan Sihka

kawin

           kawin

                      kawin

                                 kawin

                                            kawin

                                                       ka

                                                 win

                                              ka

                                      win

                                  ka

                           win

                      ka

              win

         ka

 winka

                       winka

                                 winka

                                           sihka

                                                    sihka

                                                             sihka

                                                                      sih

                                                                  ka

                                                             sih

                                                        ka

                                                   sih

                                               ka

                                          sih

                                      ka

                                 sih

                             ka

                                 sih

                                      sih

                                           sih

                                                sih

                                                     sih

                                                          sih

                                                               ka

                                                                   Ku

                                                Sutardji Calzoum Bachri,

                                                   O Amuk Kapak, 1981

Dari segi kebaruan, Sutardji Calzoum Bachri membongkar esensi kepuitikan yang lama dengan kredo puisi yang ditulis pada 30 Maret 1973 dan dimuat majalah Horison No.12 Th.IX, Desember 1974.

Menurut kredo puisinya ia menyampaikan bahwa kata-kata bukanlah alat yang mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air.

Kata adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas. Kalau diumpamakan dengan kursi, kata adalah kursi itu sendiri dan bukan alat untuk duduk. Kalau diumpamakan dengan pisau, dia adalah pisau itu sendiri dan bukan alat untuk memotong atau menikam.

Dalam keseharian kata cenderung dipergunakan sebagai alat untuk menyampaikan pengertian. Dan dilupakan kedudukannya yang merdeka sebagai pengertian. Kata-kata harus bebas dari penjajahan pengertian, dari beban idea.

Kata-kata harus bebas menentukan dirinya sendiri. Bagi Bachri, menulis puisi adalah membebaskan kata-kata, yang berarti mengembalikan kata pada awal mulanya.

Pada mulanya adalah kata. Dan kata pertama adalah mantera. Maka menulis puisi bagi dirinya adalah mengembalikan kata kepada mantera.

Antara Chairil dan Sutardji

Chairil dan Sutardji secara kepuitikan adalah tokoh pembaruan di ranah perpuisian Indonesia dan kedua konsep yang dibawa oleh mereka menunjukkan saling berhubungan.

Dami N Toda dalam Angan-angan Budaya Jawa: Analisis Semiotik Pengakuan Pariyem karya Bakdi Soemanto, mengungkap bahwa Chairil bertolak dari ‘kepercayaan terhadap kata atau bahasa’, sedangkan Sutardji bertolak dari ‘penampilan kekuatan kata atau bahasa’ sebagai alat estetik satu-satunya atau pun juga tidak menganggapnya sebagai alat estetik tetapi menerimanya sebagai suatu objek atau makhluk lain yang substansial hadir dan punya identitas sendiri.

Chairil bertolak dari ‘kepercayaan bahwa kata/bahasa’ mampu menyampaikan keutuhan rasa estetik, ‘sekaligus’ menyadari pula bahwa kata/bahasa ‘sering tidak berdaya apa-apa’ sebagai alat estetik dan komunikasi.

Sedangkan Sutardji, bertolak dari ‘ketidakberdayaan kata/bahasa’ sebagai alat estetik, sekaligus juga menyadari memanfaatkan kata/bahasa sejauh keterbatasan eksistensinya, untuk menolong sebagian atau seutuhnya pengalaman estetik.

Dengan kata lain, estetika Chairil Anwar bertolak dari ‘ethosnya’ kata/bahasa; sedangkan estetika Sutardji Calzoum Bachri bertolak dari ‘pathosnya’ kata/bahasa sebagai makhluk hidup perpuisian.

Berdasarkan apresiasi Toda mengenai kepuitikan dan kebaruan perpuisian di Indonesia, konsep yang dibawa oleh Chairil dan Sutardji ikut berpengaruh kepada lahirnya konsep kepuitikan yang kemudian disajikan oleh puisi mbeling.

Tags: Jeihan SukmantorokelananusantaraPuisi Mbeling
Share114Tweet69Pin25SendShareSend
Previous Post

Menghadiri Pesta Panen Masyarakat Dayak Kayaan

Next Post

Berlayar Melintasi Kaimana Menuju Raja Ampat (Babak II, Bagian III)

Lutfi Dananjaya

Lutfi Dananjaya

Bajak Laut

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
113
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
135
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
348
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
996
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
387

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.9k
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.6k

Kata Hati dan Perbuatan Trisno Sumardjo

21 April, 2020
1.3k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
3k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.3k
Hakuna Matata Jakarta, Bohemian Family Cafe

Hakuna Matata Jakarta, Bohemian Family Cafe

12 Juni, 2020
821

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
213
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
113

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
135
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist