• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Jumat, 10 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Menghadiri Pesta Panen Masyarakat Dayak Kayaan

Para Penari di Acara Dango Kayaan Ida' Beraan © Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

Merayakan Kelahiran Danum Karya Abroorza A. Yusra

Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menghadiri Pesta Panen Masyarakat Dayak Kayaan

Naik Dango Kayaan di Ida' Beraan

Abroorza A. Yusra by Abroorza A. Yusra
31 Mei, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
58 3
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Kamera terjatuh ke sungai. Sial. Saya tak memegangnya cukup erat ketika motor dinaikkan ke sampan.

Saya melompat, tergelincir sedikit, dan tangan kanan yang memegang kamera DSLR itu lupa dengan tugasnya mempertahankan kamera.

Sekian detik kamera terendam di sungai sudah cukup membuat was-was. Bagaimana tidak, jika terjadi kerusakan, habis sudah rencana.

Saya dan seorang kawan, Ismu, datang ke acara Naik Dango Kayaan (pesta panen masyarakat Dayak Kayaan) ini dengan tujuan membuat film dokumenter.

Apa ada cara khusus membuat film dengan kamera yang rusak? Saya belum pernah dengar. Mengganti dengan kamera lain? Ya kami membawa cadangan, tetapi kualitasnya tidak setara dengan kamera yang jatuh ke sungai itu.

Kembali ke kota? Untuk mencapai Sungai Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tempat kamera tercebur, dan ke Desa Ida’ Beraan, lokasi tujuan kami, memerlukan waktu sekitar 16 jam dari kota Pontianak.

Durasi perjalanan itu berlaku untuk kendaraan yang lewat jalur darat, dengan sebagian besar kondisi jalan mirip kubangan babi.

Jadi, tidak ada pilihan mundur. Kami tetap melanjutkan tujuan dengan rasa was-was.

Tiba di desa tujuan, segera kami membongkar kamera. Lensa, baterai, memory card, dan body dipisahkan. Setiap bagian dianginkan dan dijemur sejenak.

Pertolongan pertama pada benda elektronik itu berhasil. Kamera hidup. Kami tetap dapat berkerja. Syukurlah. Saya batal dianggap sebagai biang kegagalan, walau tidak terhindarkan dari sumpah serapah Ismu.

Misa yang Bersamaan dengan Pembukaan Pesta Dango

Hari masih pagi ketika tiba di desa. Segera kami bergegas menuju Gereja Santu Antonius Dari Padua, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Putussibau Utara. Di sana akan diadakan misa. Bukan misa biasa. Misa kali ini bersamaan dengan pembukaan pesta dango (baca: dange). Dalam istilah sub-suku Dayak lain, pesta panen biasanya disebut dengan gawai.

Dango Dayak Kayaan di Desa Ida’ Beraan berlangsung selama seminggu. Dalam rentang waktu itu, kami membiasakan telinga dengan alunan dendang dari mudi dan kelentang, alat musik pukul khas Kayaan, yang hampir setiap hari dimainkan di Rumah Betang Kayaan.

Acara puncak berlangsung di dua hari terakhir. Hari-hari sebelumnya diisi dengan ritual sederhana dan persiapan. Orang-orang berkerja sama membuat penghout (surai-surai dari kayu Payoung untuk ditempel di dinding) dan membentuk tublak (bunga dari kayu berbentuk segi empat untuk digantung).

Para calon penari peju lasaah dan hudo (tari khas Kayaan) yang umumnya masih berstatus pelajar, pun terlihat rajin berlatih.

Soal tari ini, sesekali saya ikut mencoba mempraktikkan, sambil berharap jiwa seni gerak saya muncul dengan anggun. Ternyata percuma. Gerakan saya lebih menyerupai anjing kebelet buang aer. Gerakan anjing bahkan mungkin lebih bagus dari saya.

Ko Ana, Hoanijaan di Desa Ida’ Beraan

Hoanijaan Ko Ana © Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

Ko Ana seorang Hoanijaan (seniman Kayaan), yang jadi pengajar tari sontak menertawakan saya, lalu menuturkan bahwa jika tari hanya dipahami sebagai gerakan, akan sulit sekali belajar.

Tari memiliki makna yang lebih dalam dari pada sekadar berlenggak lenggok. Maksudnya, sebuah gerakan tari harus dinikmati sebagai ekspresi diri sepenuhnya, dari jiwa hingga pikiran.

Tentu ajaran Ko Ana benar adanya. Tetapi dalam persepsi saya, kalimat-kalimatnya sangat menusuk. Sejak hari itu, hingga kini, saya menyerah untuk menekuni dunia tari.

Ko Ana, dia sosok yang mengagumkan. Tidak semua orang bisa mendapat gelar hoanijaan, seniman. Kemampuan seninya adalah yang terbaik di masyarakat Dayak Kayaan Ida’ Beraan.

Main sampek (alat musik petik) bisa. Main mudi (alat musik pukul seperti gamelan) bisa. Dayung (menembang dengan bahasa Dayak Kayaan), dia jagonya. Menari, jangan dibicarakan lagi, dia pakarnya.

Sosok Penting di Ritual Adat Pesta Dango

Beliau pun adalah sosok penting dalam pesta dango. Sebagian besar ritual adat melibatkan dirinya. Misalnya, hanya dia yang boleh melaksanakan proses persembahan atau mater halok dengan tujuan agar acara dango aman, terhindar dari mara bahaya, dan membahagian semua yang datang.

Persembahan berupa daging babi masak, tuak yang ditampung ke dalam tawe (bambu kecil), rokok, sirih, dan dinoanyeh (kulit ketan yang digoreng dengan minyak babi). Seluruhnya dimasukkan ke dalam tempat bambu yang disebut belakak. Ko Ana kemudian meletakkannya di hutan, di sisi kanan, kiri, dan depan rumah adat.

Di hadapan beliau, dapat saya pastikan, orang yang sering mengaku-aku sebagai seniman dengan mengandalkan rambut gondrong dan omong kosong teori filsafat, akan menciut. Contoh: saya.

Ritual Mendirikan Rumah Dango

Salah satu ritual adat terpenting di dalam dango adalah mendirikan Rumah Dango. Rumah ini, hanya khusus dibuat untuk acara Dango. Usai Dango, akan dirubuhkan.

Rumah tersebut hanya terdiri dari satu ruangan. Ukurannya sekitar 3×3 meter. Tingginya, sama dengan rumah betang (kira-kira dua meter) dari tanah. Semacam rumah panggung.

Bahan-bahan untuk rumah tersebut, antara lain adalah kayu hubo, hibo, buluh (bambu) kuning, dan akar tavaa’. Maaf saya tak tahu istilahnya dalam bahasa Indonesia (istilah dalam bahasa Kayaan saya contek langsung dari catatan Ko Ana).

Intinya, yang hendak saya sampaikan, rumah tersebut tidak dibuat dari sembarang bahan, namun dengan materi-materi khusus, dengan ritual khusus pula.

Pendirian rumah diawali dengan sebuah upacara. Seorang anak laki-laki yang masih lengkap orang tua dan kakek-neneknya (ini rukun wajib pendirian Rumah Dango), jadi orang yang meletakkan tiang pertama.

Ia diantar oleh para penari yang menari ke titik area yang akan didirikan rumah. Berbagai macam doa adat dibacakan tetua. Rumah Dango pun mulai bisa dibangun. Tiang pertama dipancang pada pagi hari dan menjelang sore Rumah Dango rampung.

Hari Puncak Pesta Dango

Para Penari di Acara Dango Kayaan Ida’ Beraan © Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

Di hari puncak, seluruh masyarakat desa hadir. Tamu-tamu undangan juga tiba. Tarian hudo ditampilkan untuk menyambut para tamu.

Rumah betang yang sebelumnya terasa seluas lapangan voli, menjadi terasa sempit. Orang-orang duduk berjejal-jejal, berhimpit-himpitan.

Tarian pejuu lasah yang dipimpin seorang perempuan yang memegang Mandau mengawali rangkai acara. Mandau pada tari pejuu lasah digunakan untuk pemotongan persembahan: seekor babi. Nivak uting istilah untuk ritual ini. Hati babi “dibaca” oleh tetua adat sebagai cara melihat kemungkinan masa depan.

Prosesi kemudian dilanjutkan ke acara pemberkatan atau melaa’. Para keluarga silih berganti membawa anaknya ke dalam rumah Dango untuk didoakan.

Macam-macam kategori doa-doa itu. Ada neguika ketanaa’ (doa mohon kelancaran ladang), mayaa’ tivii (doa mohon perlindungan), nyinaah (doa untuk kesatuan seluruh masyarakat), atau tepujoo’ ujan (doa agar cuaca baik).

Doa-doa, inilah yang jadi substansi dango.

Salah Satu Prosesi Ritual Naik Dange © Abroorza A. Yusra/Kelananusantara

Sepanjang dango, tuak diedarkan berkeliling. Awal acara yang serius, lamat-lamat menjadi cair. Tiap pidato, tiap percakapan, selalu diselipkan guyonan, membuat yang hadir sesekali tertawa, bahkan terbahak.

Hingga waktu pun menuntut ulii’ wa (penutupan). Coreng moreng arang, dicoretkan pada setiap orang yang mengikuti dango. Tawa-tawa semakin membahana. Semua bersyukur. Mudi, kelentang dan sapek, tak henti dibunyikan. Tuak tak henti diedarkan.

Beruntung tidak ada peristiwa kamera yang jatuh ke dalam tong tuak. Mungkin karena kali ini saya dan Ismu sudah berdoa.

Tags: Budaya NusantaraDayak KayaanIda BeraankelananusantaraNaik Dango
Share117Tweet21Pin8SendShareSend
Previous Post

Merayakan Kelahiran Danum Karya Abroorza A. Yusra

Next Post

Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Abroorza A. Yusra

Abroorza A. Yusra

Penulis, penggiat literasi, dan pendukung konservasi lingkungan. Kelahiran 1987. Bermukim di Singkawang, Kalimantan Barat.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
123
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
975
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
377

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.7k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3k
Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

14 September, 2020
2.4k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
185
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
123
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist