• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Selasa, 10 Maret 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Ogog dan Kepunahan Tradisi Sastra Lisan

Menerobos Masuk Kapal Menuju Sorong (Bag III)

Komedi di Antara Tertawa dan Tersinggung

Ogog dan Kepunahan Tradisi Sastra Lisan

Kepergian Ogog, Simbol akan Musnahnya Tradisi Sastra Lisan Uud Danum

Abroorza A. Yusra by Abroorza A. Yusra
23 April, 2020
in Sosok, ZZ Slider Utama
66 4
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Sejak berkenalan dengannya, saya jadi malu untuk mengaku-aku sebagai seniman, apalagi seorang sastrawan. Nama aslinya, saya tidak tahu.

Saya dan masyarakat desa memanggilnya dengan sebutan Nek Lega. Lebih sering ia dipanggil “Ogog”, berasal dari kata “Gognang”, bahasa Uud Danum untuk perempuan yang tidak memiliki anak.

Ia sudah almarhum kini. Telah dua tahun berpulang. Namun Ogog masih sering dibicarakan. Ketika saya berkunjung untuk ketiga kalinya ke Desa Sakai, Kec. Ambalau, Kab. Sintang, Kalimantan Barat, pada November 2019, percakapan tentang Ogog masih terjadi, dan kami mengenangnya dengan hangat, seolah ia masih berada di antara kami.

Desa Sakai, Tanah Kelahiran Ogog

Bukan waktu yang sebentar untuk mencapai Desa Sakai. Dari ibu kota provinsi, Pontianak, akan menghabiskan waktu seharian dengan rincian sepuluh jam jalur darat dan delapan jam jalur sungai. Itu pun bila air sungai sedang tidak surut.

Desa Sakai adalah wilayah tanpa sinyal telepon, tanpa listrik Negara dengan topografi dikelilingi perbukitan, hutan asri, air terjun, dan sungai yang jernih. Tempat yang tepat untuk merenung dan bermeditasi.

Kunjungan ke desa ini selalu melahirkan kesan emosional bagi saya. Kesan ini salah satunya dibentuk oleh kedekatan saya dengan Ogog. Ia sahabat, nenek, sekaligus narasumber utama saya saat meneliti tentang tradisi, budaya, dan sastra lisan Uud Danum di tahun 2012.

Tidak ada yang tahu pasti berapa usia Ogog saat wafat. Kira-kira, lebih dari tujuh puluh tahun. Satu hal yang pasti, Ogog adalah perempuan yang lahir, tumbuh, dan wafat di desa yang sama.

Pemimpin Ritual Adat, Pelantun Kolimoi dan Tahtum

Selama hidupnya Ogog menjalani hidup dengan sederhana. Perempuan generasi lampau yang hanya bisa sepatah-patah kata dalam bahasa Indonesia. Kesehariannya diisi dengan berladang layaknya masyarakat Uud Danum di desa.

Ia adalah orang yang luar biasa, kepergiannya meninggalkan kekosongan yang dalam. Bagaimana tidak, ia adalah pemimpin ritual adat di Desa Sakai, juga seorang pongolimoi dan penahtum.

Pongolimoi adalah istilah untuk mereka yang bisa melantunkan kolimoi. Penahtum, mereka yang bisa melantunkan tahtum. Kolimoi dan tahtum adalah seni tutur atau sastra lisan, salah satu bentuk identitas masyarakat Dayak Uud Danum.

Sastra Lisan Paling Tinggi  

Keduanya adalah sastra lisan yang paling tinggi di dalam budaya Uud Danum, berkisah tentang dunia kahyangan dan manusia-manusia legenda.

Konon, keduanya pernah menjadi “Alkitab” bagi kepercayaan Kaharingan, kepercayaan tertua yang dianut oleh sebagian besar Dayak Uud Danum dan Ngaju.

Suku Dayak tidak memiliki budaya aksara. Petuah dan ajaran disematkan di dalam sastra lisan, termasuk di dalam Kolimoi dan Tahtum.

Tidak semua orang bisa menjadi pongolimoi atau penahtum. Selain harus melewati ritual-ritual tertentu, mereka juga harus menguasai bahasa Kandan Kolimoi. Bahasa yang hanya diperuntukkan untuk sastra lisan.

Saya ingat cerita ketika Ogog mempelajari kolimoi. Ia mesti berguru dengan beberapa pongolimoi. Melewati berbagai macam ritual, belajar melantunkannya ketika berladang atau saat sedang mengerjakan anyaman rotan.

Hasilnya, ia menguasai bahasa Kandan Kolimoi, nada-nada khas Kolimoi, dan banyak judul lainnya (lebih dari seratus). Ketika para pendahulunya wafat, Ogog pun menggantikan mereka.

Beda Ogog dengan Penutur Sastra Lisan Lainnya

Umumnya, seorang penutur hanya menguasai satu jenis. Pongolimoi biasanya hanya bisa ngolimoi. Penahtum biasanya hanya nahtum. Ogog berbeda, ia menguasai semua jenis sastra lisan Uud Danum.

Selain kolimoi, ia juga mahir melantunkan tahtum, lalu parung, kandan, dan kesah, jenis-jenis tradisi Lisan Uud Danum. Ia juga seorang jajak dan dukun adat untuk Desa Sakai.

Beratnya tantangan, ditambah peralihan zaman dari budaya lisan ke aksara, ditambah lagi kini dengan zaman layar elektronik, menyebabkan keberadaan sastra lisan Uud Danum mendekati kepunahan.

Kepergian Ogog, Simbol akan Musnahnya Tradisi Sastra Lisan Uud Danum

Tahun 2012, jumlah penutur sastra lisan di Kecamatan Ambalau diperkirakan bersisa belasan orang. Semuanya sudah tergolong tua renta. Salah satunya adalah Ogog dan sekarang ia telah tiada.

“Siapa yang kini memimpin ritual adat di Desa Sakai?” tanya saya pada Paman Igun, seorang kenalan di Desa Sakai dalam kunjungan terakhir. Ia menggeleng lesu, berarti tidak ada.

“Jadi, kalau mau acara dalok (ritual pengantaran arwah, ritual terbesar dalam masyarakat Uud Danum)?”

“Terpaksa panggil jajak (dukun adat) dari desa lain.”

“Kalau mau dengar kolimoi atau tahtum?”

Paman Igun semakin menggeleng lesu. “Di satu kecamatan ini, sudah susah mencari yang bisa. Kecamatan lain juga susah,” ujarnya.

Jawaban-jawaban singkat Paman Igun menjelaskan satu hal bahwa kepergian Ogog bukan sekadar kepergian seorang manusia, namun simbol kemungkinan besar musnahnya satu (lagi) tradisi tua, sastra-sastra lisan Uud Danum itu.

Sementara rekaman maupun catatan tertulis terbatas jumlahnya. Saya kira, di titik ini, kita harus mengakui bahwa memang tidak ada sesuatu yang abadi, walau kadang hal itu terasa menyedihkan.

 

 

 

Tags: kalimantan baratPontianakTradisi Lisan Uud Danum AmbalauUud Danum
Share56Tweet24Pin9SendShareSend
Previous Post

Menerobos Masuk Kapal Menuju Sorong (Bag III)

Next Post

Komedi di Antara Tertawa dan Tersinggung

Abroorza A. Yusra

Abroorza A. Yusra

Penulis, penggiat literasi, dan pendukung konservasi lingkungan. Kelahiran 1987. Bermukim di Singkawang, Kalimantan Barat.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
102
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
120
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
235
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
338
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
965
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
375

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.5k
Wisata Penjelajahan Alam di Pulau Moyo

Wisata Penjelajahan Alam di Pulau Moyo

28 Februari, 2020
974
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3k
FOOD NOT BOMBS: Bentuk Protes Melalui Makanan

FOOD NOT BOMBS: Bentuk Protes Melalui Makanan

7 Desember, 2021
1.1k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
181
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
102

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
120
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
235
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
165
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
124

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist