• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Selasa, 5 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Ngahuma: Tradisi Berladang Masyarakat Baduy

Ilustrasi Nyi Pohaci. (Sumber gambar: sawitplus.co)

Santap Masakan Rumahan, Warung Imah Babaturan

Spionase dan Kuliner Nusantara

Ngahuma: Tradisi Berladang Masyarakat Baduy

Ngahuma: Tradisi Berladang Sebagai Refleksi Spiritual Masyarakat Baduy

Idham Nur Indrajaya by Idham Nur Indrajaya
17 April, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
245 13
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Bagi masyarakat Baduy, berladang tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomis.
(Sumber gambar: news.trubus.id)

Masyarakat Baduy dan Mandala

Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak, larangan teu meunang dirempak, buyut teu meunang dirobah…

(Gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak, larangan tidak boleh dilanggar, aturan tidak boleh diubah)

***

Ungkapan di atas adalah penggalan dari petuah yang tertulis di pintu masuk salah satu kampung di desa Kanekes, Provinsi Banten. Secara kesukuan, masyarakat yang hidup di desa ini tergolong sebagai masyarakat Sunda. Namun, suku Sunda di masyarakat ini memiliki napas tersendiri yang berbeda dari masyarakat Sunda lainnya. Mereka adalah masyarakat Baduy, masyarakat yang bertahan dari gerusan perubahan zaman.

Baduy adalah istilah yang merujuk pada konteks budaya yang dianut oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Kanekes. Menurut pandangan warga yang tinggal di sana, wilayah mereka tinggal adalah mandala atau “tanah suci”.

Orang lain boleh tinggal di sana selama mengikuti aturan atau pikukuh, pedoman hidup penduduk Kanekes. Selain itu, kawasan mandala mereka pun tidak boleh dikunjungi oleh sembarang orang (Danasasmita & Djatisunda:1986).

Masyarakat Baduy percaya bahwa wilayah Kanekes adalah Mandala atau “tanah suci” bagi orang Sunda. (Sumber gambar: gurupendidikan.co.id)

Masyarakat Baduy memandang bahwa mereka memiliki jiwa ‘Sunda’ yang lebih kuat dari masyarakat Sunda lainnya, khususnya yang sudah menganut agama di luar Sunda Wiwitan.

Pola sosial yang terkesan tertutup dari pengaruh masyarakat luar bukan berarti menandakan bahwa mereka adalah masyarakat yang terasing di tanah Jawa. Mereka hanya membatasi diri demi menjaga tradisi yang sudah mendarah-daging sejak lama.

Bicara mengenai kesucian yang dijaga di tanah Mandala, masyarakat Baduy membagi menjadi dua wilayah, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Berdasarkan skala luas, wilayah Baduy Dalam dapat dikatakan lebih sempit daripada wilayah Baduy Luar. Meski begitu, masyarakat Baduy Dalam dinilai memiliki kultur hidup yang lebih sakral daripada Baduy Luar. Oleh karenanya, wilayah dan masyarakat Baduy Dalam cenderung lebih tertutup dari pengaruh budaya masyarakat lain.

Pakaian adat orang Baduy Dalam berwarna putih, sedangkan orang Baduy Luar mengenakan pakaian berwarna hitam (Sumber gambar: jawapos.com)

Agama Sunda Wiwitan, pedoman spiritual masyarakat Baduy, mengantarkan mereka pada pemujaan terhadap Nyi Pohaci dan Dewi Sri. Nyi Pohaci dipercaya sebagai dewi yang memberi kesejahteraan kepada masyarakat Sunda lewat tanaman padi.

Pemujaan terhadap Nyi Pohaci berafiliasi pada keyakinan bahwa dengan memuliakan tanaman padi, maka jiwa yang sudah meninggalkan tubuh akan kembali kepada Khayangan tempat Nyi Pohaci berada.

Pemuliaan masyarakat terhadap alam tidak berbatas kepada tanaman padi saja. Mereka meyakini bahwa setiap unsur alam selalu terkait satu sama lain, termasuk manusia sendiri.

Keseimbangan antarunsur alam adalah suatu hal yang perlu dijaga. Keyakinan ini dimanifestasikan dalam aspek pemenuhan kebutuhan pangan yang bersandar pada tradisi ngahuma.

Huma dan Fungsinya bagi Penduduk Kanekes

Huma berarti “ladang” dan, ngahuma dapat diartikan sebagai kegiatan berladang. Ngahuma sudah menjadi aktivitas yang dilestarikan oleh masyarakat Baduy sejak terjadinya pergeseran budaya dari berburu jadi budaya bercocok tanam.

Dikutip dari Berdikarionline.com (06/10/10), masyarakat Baduy lebih memilih untuk mempertahankan tradisi ngahuma ketimbang harus mengganti pola bercocok tanam ke metode persawahan.

Hal ini karena adanya prinsip tabu atau pamali. Prinsip ini terangkum dalam pikukuh yang harus ditaati dan terkait dengan pola sawah yang cukup lumrah di masyarakat luar Baduy.

Ditinjau dari segi historis, tradisi ngahuma sudah diterapkan  sejak era Kerajaan Tarumanegara. Metode bercocok tanam di sawah mulai memengaruhi masyarakat Sunda ketika budaya Mataram mulai menghegemoni tanah Sunda. Namun, masyarakat Baduy tetap teguh dengan tradisi ngahuma.

Dipertahankannya tradisi ngahuma bisa jadi disebabkan oleh prinsip masyarakat dalam upaya untuk menjaga keseimbangan ekologis. Mereka menganggap bahwa ngahuma lebih mumpuni dalam menjaga kelestarian alam dibanding bersawah.

Di Kanekes, huma dibagi menjadi lima jenis berdasarkan wilayah dan fungsinya (Jamaludin:2012):

Huma serang, huma yang menjadi adat milik bersama. Huma ini hanya terdapat di wilayah Baduy Dalam. Masyarakat Baduy Luar pun bisa terlibat dalam penggarapan huma ini. Pengerjaan huma serang dipimpin langsung oleh puun, tokoh masyarakat yang dituakan masyarakat Baduy Dalam dan dianggap sebagai ketua adat. Huma ini biasanya digunakan untuk keperluan upacara adat.

Huma puun, huma milik puun. Huma ini digarap untuk memenuhi keperluan puun dan keluarganya selama jabatan. Pengerjaan huma ini dibantu juga oleh warga meski jumlahnya tidak sebanyak orang yang menggarap huma serang. Letaknya masih berada di wilayah Baduy Dalam.

Huma tangtu, huma yang diperuntukkan bagi masyarakat Baduy Dalam. Berbeda dengan huma serang yang hasilnya digunakan untuk keperluan adat, huma ini digarap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Letaknya pun masih berada di wilayah Baduy Dalam.

Huma tuladan, huma yang digarap masyarakat Baduy Luar. Sama seperti huma serang yang digarap dalam rangka memenuhi ritus spiritual masyarakat, huma ini pun digunakan untuk keperluan upacara adat. Bedanya dengan huma serang, huma ini digarap secara khusus untuk upacara warga Baduy Luar.

Huma panamping, huma untuk keperluan masyarakat Baduy Luar. Huma ini digarap untuk memenuhi keperluan sehari-hari masyarakat. Sama seperti huma tuladan, huma ini berlokasi di wilayah Baduy Luar.

Huma urang Baduy, huma di luar wilayah Kanekes. Pertumbuhan populasi mendorong masyarakat untuk berladang di luar Kanekes untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Penggarapan lahan di luar wilayah Kanekes diupayakan dengan cara membagi hasil dengan masyarakat yang tinggal lahan yang jadi lokasi huma atau bisa juga dengan cara membayarkan sejumlah uang.

Tata letak huma berlandas kepada kosmologi tradisional. (Sumber gambar: e-journal.unair.ac.id)

Ngahuma Sebagai Pengamalan Nilai Spiritual Masyarakat Baduy

Jamaludin menuliskan, kebiasaan Ngahuma mengandung hubungan antara narasi mikrokosmos dan makrokosmos dalam kepercayaan masyarakat Baduy. Ditinjau dari sisi tata letak, huma mengacu pada sistem kosmologis.

Huma serang, yang digunakan untuk keperluan ritus spiritual ditempatkan di sebelah timur kampung Baduy Dalam. Hal ini karena mata angin timur dianggap sebagai arah mata angin yang sakral.

Huma puun, yang digunakan untuk keperluan puun sebagai ketua adat, diletakkan di selatan. Hal ini karena menurut kosmologi tradisional, arah mata angin selatan dinilai sakral dalam narasi yang lebih berorientasi kepada nilai mikrokosmos.

Sementara itu, Huma tangtu yang digarap untuk keperluan warga Baduy Dalam diletakkan di barat dan utara.

Huma yang digarap dengan bentuk persegi mengandung makna tersendiri. Persegi dianggap sebagai simbol dari laki-laki. Sementara itu, langit yang menurunkan air hujan untuk menyuburkan tanah, dipercaya sebagai manifestasi dari Nyi Pohaci yang berkelamin perempuan.

Bumi diinterpretasi sebagai simbol laki-laki, dan langit dimaknai sebagai perempuan. Oleh karena itu, proses penyuburan tanah lewat air hujan dipandang sebagai proses perjodohan antara laki-laki (bumi) dan perempuan (langit) yang nantinya akan menghasilkan “keturunan” dalam bentuk tanaman padi.

Upacara adat dalam rangka mengungkapkan rasa syukur kepada Nyi Pohaci. (Sumber gambar: goldenhistoryentertainment.blogspot.com)

Sebagai wilayah perjodohan antara bumi dan langit, penyemaian di huma dilakukan melalui proses upacara terlebih dahulu. Upacara sakral itu disebut dengan ngareremokeun.

Dikutip dari Merahputih.com (27/08/16), upacara ini diselenggarakan dalam rangka menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengundang Nyi Pohaci untuk turun ke bumi.

Ilustrasi Nyi Pohaci. (Sumber gambar: sawitplus.co)

Jamaludin kembali menuliskan, menurut masyarakat Baduy, tanaman padi adalah entitas yang mengalami proses deifikasi atau “pendewaan” sehingga tanaman padi menjadi entitas suci bagi masyarakat Baduy.

Hal itu tampak senada dengan nilai spiritual dalam Sunda Wiwitan yang meyakini bahwa manusia yang hidup dari tanaman padi akan dimuliakan jiwanya dan dibawa ke khayangan saat ajal menjemput.

 

Sumber jurnal:

-Jamaludin (2012). Makna Simbolik Huma (Ladang) Di Masyarakat Baduy. Diakses pada 27 Maret 2020 pukul 21.39, dari http://lib.itenas.ac.id/kti/wp-content/uploads/2012/10/Makna-Simbolik-Huma-di-Masyarakat-Baduy.pdf.

Tags: baduy dalambaduy luarkelananusantaraMasyarakat Baduysahabat kelanaTanaman Padi
Share154Tweet89Pin32SendShareSend
Previous Post

Santap Masakan Rumahan, Warung Imah Babaturan

Next Post

Spionase dan Kuliner Nusantara

Idham Nur Indrajaya

Idham Nur Indrajaya

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
126
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
343
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
981
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
380

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

14 September, 2020
969
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
666
Perkebunan Buah Tin di Ciwidey

Perkebunan Buah Tin di Ciwidey

20 Februari, 2020
1.8k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
510

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
198
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
126
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist