• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Kamis, 14 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Image by Fashionate via Pixabay

Baboe: si Perempuan yang Lian

Citra Perempuan dan Industri Persepsi

Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Fenomena ini semakin menempatkan gaya hidup laki-laki sebagai komoditas

Sufy Muthahar by Sufy Muthahar
12 Mei, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
106 8
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Pelaku bisnis periklanan sering memanfaatkan konstruksi maskulinitas sebagai komodifikasi suatu produk demi memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan menarik target pasar. Di dalam iklan isu gender kerap hadir pada jenis produk yang menyangkut gaya hidup.

Secara etimologis maskulin mengacu kepada kata “muscle”, berkaitan dengan kekuatan otot atau sifat- sifat fisik. Tapi tidak ada arti maskulin yang ajeg, tidak bisa mengartikannya dalam satu contoh saja, karena maskulin adalah satu konsep gender yang terbangun oleh masyarakat akibat dari hegemoni (Smiler, 2004). Pemahaman maskulin berubah- ubah seiring berjalannya waktu dan konteks budaya.

Pada budaya patriarki, laki-laki punya hak istimewa, dominasi. Menempatkan perempuan sebagai subordinasi. Rumitnya, di dalam kelompok laki-laki terdapat pengelompokan lagi, kelompok yang mendominasi dan yang berada di posisi subordinasi.

Kedua pengelompokan ini kerap hadir dalam iklan pada beberapa produk. Ada klasifikasi tertentu dalam pemilihan model laki-laki yang ideal dalam konstruksi barat. Conell (2005) menyoroti konstruksi maskulinitas hegemonik yang mendefinisikan konfigurasi praktek gender. Konstruksi ini menjamin kelangsungan budaya patriarki serta menempatkan posisi dominan laki-laki dan subordinasi perempuan.

Maskulinitas Hegemonik

Land Rover Series II A (1989) & Camel - It's your way

MacKinnon (2009) memandang, maskulinitas hegemonik dasarnya adalah penolakan terhadap nilai-nilai perihal perempuan. Maskulinitas dibentuk, dielaborasi, dan disebarkan dalam budaya populer oleh para politisi, jurnalis, dan media massa. Kemudian majalah membentuk maskulinitas hegemonik melalui pemahaman umum masyarakat.

Hubungan maskulinitas hegemonik dan majalah menurut Hanke (1998) sudah ada sejak tahun 70-an. Iklan Marlboro ketika itu memopulerkan model bernama Bill Clune dan media membingkainya sebagai Marlboro Man.

via artofmanliness

Marlboro Man menghadirkan kesan gagah, seorang petualang sejati dengan menyematkan identitas koboi berlatar alam terbuka. Clune berhasil mengubah citra Marlboro ketika itu, awalnya produk rokok diperuntukan untuk perempuan jadi produk untuk laki- laki. Selanjutnya,  pada awal 1980-an kehadiran sosok laki-laki dalam iklan terus berkembang.

Setelah 1980-an terjadi perubahan mendasar, maskulinitas jadi komoditas yang menjanjikan. Komodifikasi besar- besaran dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar saat itu untuk menggaet segmen pasar laki- laki.

Fenomena ini menjamur pada perusahaan rokok di Amerika dan Eropa yang mengiklankan produknya di banyak majalah. Mengiklankan produk tidak lagi sekadar untuk tujuan marketing, tapi lebih dari itu menawarkan ideologi dan gaya hidup. Hegemoni budaya hadir. Membangun ideologi mengenai citra laki-laki.

Perkembangan selanjutnya laki-laki dijadikan model iklan untuk beragam produk, seperti produk elektronik, gaya hidup, perawatan tubuh, makanan, dsb. Tidak hanya berbatas pada produk yang berhubungan langsung dengan segmen laki-laki.

Maskulinitas Baru

https://dailymathiaslauridsen.tumblr.com/post/110296524384/mathias-lauridsen-giorgio-armani-spring-summer

 

Pada era post industrial para pengiklan mempunyai strategi pemasaran baru dengan memosisikan laki- laki sebagai komoditas. Hal ini bisa diperhatikan dari tingginya intensitas kemunculan iklan pada majalah. Ketika itu majalah jadi media yang paling banyak diakses masyarakat untuk menghadirkan tubuh laki-laki. Laki-laki digambarkan seolah-olah memiliki kekhawatiran atas bentuk tubuhnya, terutama pada iklan produk pakaian.

Hangke (1998) menuliskan, meningkatnya frekuensi kehadiran model laki-laki beserta konstruksi maskulinitas serta perubahannya dalam iklan majalah akibat dari kesadaran masyarakat secara umum akan bentuk tubuh yang ideal dan kebutuhan terhadap tubuh yang sehat.

Fenomena ini semakin menempatkan gaya hidup laki-laki sebagai komoditas. Merespon hal ini para pelaku industri periklanan memanfaatkan kesempatan dengan lebih gencar memasarkan produk gaya hidup laki-laki. Majalah jadi salah satu media yang menyajikannya.

Perusahaan-perusahaan mode juga menanggapi fenomena ini sebagai ajang strategi pemasaran untuk bisnisnya. Kalau dulu perempuan adalah kaum terdepan dalam mengekspos gaya hidup, maka dengan adanya identitas metroseksual, giliran laki-laki menempatkan perannya.

Perubahan itu memunculkan konsep maskulinitas baru yang dikenal sampai hari ini. Mark Simpson, seorang jurnalis fashion dari surat kabar Inggris The Independent menyebutnya dengan istilah New masculinities (laki- laki metroseksual).

Simpson mengatakan bahwa laki- laki metroseksual adalah laki-laki yang tidak hanya mencintai dirinya sendiri, tetapi lebih dari itu, mencintai gaya hidup metropolis. Tahun 90-an akhir majalah-majalah gaya hidup metropolis di Amerka dan Eropa gencar mengiklankan konstruksi new masculinities.

Fenomena ini ikut memengaruhi industri gaya hidup di Indonesia dengan munculnya majalah-majalah frenchise dari Amerika dan Eropa, seperti majalah Cosmopolitan, Playboy, FHM dan majalah gaya hidup lainnya. Menggaet segmen pasar menengah ke atas, majalah-majalah frenchise ini mendapatkan penjualan cukup bagus di kota-kota besar, Indonesia.

Fenomena Model Iklan Metroseksual pada Majalah di Indonesia

View this post on Instagram

Mathias Muchus @mathiasmuchus untuk #printad Citizen @citizenwatch "Setiap saat tampil meyakinkan." #pariwaraindonesia #iklanjadul #campaign #prints #citizenwatch

A post shared by ADGRAM (@pariwaraindonesia) on Oct 30, 2017 at 4:30pm PDT

Pada awal abad ke-21 terjadi perubahan citra laki-laki sebagai objek pada iklan di majalah. Awalnya citra maskulin menampilkan sosok petualang yang terkesan kotor, berdebu, heroik, dan berlatar alam bebas. Konstruksi ini digantikan oleh citra baru, laki-laki yang lebih mencintai gaya hidup urban. Sosok ini digambarkan oleh laki- laki metropolis dengan pesona sensual, pesolek, dan tidak ragu memperlihatkan bentuk tubuhnya.

View this post on Instagram

#printad TANCHO NEW 8 (1982) #pariwaraindonesia #iklanindonesia

A post shared by ADGRAM (@pariwaraindonesia) on Dec 9, 2018 at 9:35pm PST

Majalah gaya hidup, secara tidak langsung mengarahkan pembaca untuk menerapkan gaya metropolis ini. Iklan memperkuat relasi tersebut. Salah satunya dengan membingkai wacana bentuk tubuh ideal. Iklan juga memberi pengaruh tren sosial di negara-negara berkembang. Mendikte pembaca untuk berpikir dan bertindak seperti apa yang direpresentasikan.

Fenomena iklan dengan model laki-laki pada majalah gaya hidup di Indonesia, tidak hanya bercirikan stereotip laki-laki pada diri perempuan, tapi sudah mengarah pada stereotip laki-laki pada dirinya sendiri. Kecenderungan ini membuat hanya kelompok laki-laki tertentu saja yang mendominasi perhatian pembaca.

Majalah membingkai citra ideal seorang laki-laki. Memiliki tubuh kotak-kotak, berotot, sehat, bergaya modern, berkeringat, dan macho. Sedangkan kelompok laki-laki yang tidak menarik, berbadan biasa, dan ketinggalan zaman sangat jarang ditampilkan.

Maraknya iklan dengan model laki-laki metroseksual pada majalah gaya hidup di Indonesia menyebabkan laki-laki jadi objek tontonan. Namun, referensi tubuh ideal ini sejalan dengan konstruksi budaya masyarakat kota di Indonesia saat itu. Laki-laki ideal yang merawat tubuh adalah pribadi yang menarik bagi perempuan

Fenomena ini membuat tidak sedikit laki-laki melakukan perawatan wajah serta tubuh. Bahkan sampai ada salon khusus untuk laki-laki yang ingin mempersolek diri. Bersamaan dengan ini bisnis barbershop pun marak. Hal ini menandai era baru maskulinitas yang menekankan pada penampilan dan kepercayaan diri di depan umum.

Riset Gejala Sosial di Indonesia

View this post on Instagram

ARIELIMPULSE HOMME #eaudeparfum by Ariel @ariel_inst #pariwaraindonesia #arielnoahstyle #arielnoah

A post shared by ADGRAM (@pariwaraindonesia) on Oct 26, 2017 at 4:45pm PDT

Laki- laki mempunyai kesadaran akan penampilan selayaknya perempuan. Gejala sosial ini hasil konstruksi pelaku bisnis periklanan pada iklan-iklan gaya hidup. Fenomena ini sampai ke Indonesia. Riset yang dilakukan agensi PR Leo Burnett Indonesia dan Prompt Research pada 1.008 pria menunjukan.

“…Pria Indonesia juga memerhatikan penampilannya. Parfum menjadi produk yang difavoritkan, sebanyak 43 persen pria menggunakannya. Produk lainnya adalah sabun pembersih wajah yang dipakai 34 persen pria. Diikuti gel rambut sebanyak 9 persen, krim cukur 8 persen dan pelembap wajah enam persen. Hasil ini didapatkan berdasarkan survei yang dilakukan secara komprehensif di lima kota besar Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan…”

Laki-laki metroseksual cenderung konsumtif, didasari pada kecintaannya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk gaya hidup yang dijalaninya. Pengiklan mengonstruksi laki-laki metroseksual dengan sosok yang normal atau straight, sensitif dan terdidik, umumnya dengan latar perkotaan dan mengedepankan sisi feminin yang mereka miliki.

Laki-laki yang umumya hidup dan tinggal di kota besar mempunyai akses informasi, pergaulan, dan gaya hidup yang memengaruhi keberadaan mereka. Penyebab perubahan konstruksi maskulin lainya yang tidak kalah besar dalam majalah adalah naiknya gerakan feminisme. Jatuhnya norma keluarga inti (nuclear family) serta banyaknya perempuan yang bekerja.

Hal ini membuat laki- laki tidak berhak mengklaim diri sebagai seorang pemimpin. Tidak berhak pula mengklaim diri seorang maskulin, sehingga mereka merekonstruksi jati diri, yaitu laki-laki metroseksual.

Munculnya konsep Female Gaze

Imaji- imaji yang ditawarkan iklan dalam majalah memengaruhi sudut pandang pembaca sebagai subjek. Citra laki-laki pada era new masculinities adalah pembantahan konsep male gaze yang melihat perempuan sebagai objek erotis bagi laki- laki.

New masculinities memunculkan pandangan baru terhadap laki-laki dalam iklan di majalah, yaitu konsep female gaze yang memosisikan laki-laki sebagai objek erotis perempuan dan gender lainnya.

Perubahan ini menunjukan bahwa laki-laki yang menjalani nilai-nilai new masculinities dapat mengatasi nilai-nilai maskulinitas hegemonik sebagai turunan budaya patriarki yang telah lama terkonstruksi di masyarakat.

Dari sini terlihat bahwa konsep maskulinitas berubah-ubah. Menurut (Kimmell, 2005) maskulinitas yaitu sekumpulan makna yang selalu berubah tentang hal-hal yang berhubungan dengan laki-laki sehingga memiliki definisi yang berbeda pada setiap individu dan waktu yang berbeda, maka dari itu kata masculinities, selalu menggunakan akhiran “S” karena bersifat jamak.

Referensi 

Connell R. W. (2005), “Masculinities” 2nd edition, Cambridge: Polity Press

Hanke, Robert, (1998) “Theorizing Masculinity With/In the Media”.

Kimmel, Michael. S. 2005. Handbook of Studies on Men and Masculinities. London: SAGE Publication.

MacKinnon, Kneeth. 2003. Representing Men: Maleness and Masculinity in The Media. New York: Oxford University Press.

Smiler, A.P. 2004. “Thirty Years After the Discovery  of  Gender:  Psychological Concepts    and    Measures    of Masculinity”. Journal  of Sex  Roles, Vol. 50, Nos. ½.

Share79Tweet39Pin14SendShareSend
Previous Post

Baboe: si Perempuan yang Lian

Next Post

Citra Perempuan dan Industri Persepsi

Sufy Muthahar

Sufy Muthahar

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
344
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
983
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
382

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.4k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
527
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.8k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
203
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
110

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
128
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
170
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
130

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist