• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 26 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Citra Perempuan dan Industri Persepsi

Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Jajanan Legendaris Jatinangor, Nasibmu Kini

Citra Perempuan dan Industri Persepsi

Begitulah rezim visual bekerja, setidaknya ada dua hal yang dominan yaitu kapitalisme dan normalisasi

Ridha Budiana by Ridha Budiana
12 Mei, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
71 4
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Kehadiran budaya visual semakin masif digunakan sebagai cara yang praktis dalam berkomunikasi.

Jika menarik mundur ke zaman prasejarah, manusia-manusia arkais menggunakan visual sebagai media komunikasi yang mudah dipahami. Mereka menggunakan tembok-tembok gua untuk menggambarkan berbagai kisah dengan bahasa visual hasil dari artikulasi yang ingin disampaikan. Sementara itu, hari ini manusia menggunakan “tembok” media massa sebagai tempat untuk menyampaikan pesan dalam bentuk visual.

Saya Melihat, Saya Percaya (The Ways of Seeing)

© Oberholster Venita via Pixabay

Mata adalah bagian tubuh yang paling berpengaruh atas referensi visual yang diterima oleh manusia. Manusia lebih dahulu mencerna dan mengenali persepsi visual penglihatan daripada pendengaran. Sejak manusia dilahirkan, mata jadi panca indera yang paling berfungsi untuk memahami kondisi sekitar. Manusia melihat sebelum mereka dapat berbicara.

Budaya visual jadi bagian penting dalam mengomunikasikan gagasan kepada manusia, di sisi lain budaya visual juga jadi pisau bermata dua yang berbahaya bagi cara pandang manusia terhadap sesuatu. Hal tersebut terjadi karena salah satu ciri budaya visual adalah mendorong adanya cara berpikir yang instan.

“No Pict = Hoax” 

Begitulah slogan khas budaya visual pada media saat ini. Banyak orang kemudian memuja-muja citra visual sebagai bukti yang dianggap valid, dalam hal ini terlihat bahwa kekuatan lisan kalah oleh kekuatan visual.

Sedangkan, pada beberapa kondisi, sumber visual juga dapat dimanipulasi sedemikian rupa jauh dari batas kebenaran, maka dari itu manusia harus memiliki referensi yang baik agar tidak terjebak dengan keimanan yang instan terhadap sumber visual.

Perempuan dalam Rezim Visual

Mr. Playboy ogles Donna Kime from the window on this June 1955 cover via sfgate.com

Tony Shchirato dan Jen Webb melalui bukunya Reading The Visual menuliskan, Istilah Rezim visual menandakan bahwa budaya visual memiliki otoritas memengaruhi tindakan manusia termasuk dalam eksploitasi perempuan sebagai komoditas.

Media massa membentuk stereotip masyarakat terhadap perempuan melalui sajian visual yang lebih menyesuaikan cara pandang laki-laki.

Media memiliki hak khusus untuk mengontrol dan membangun citra perempuan, karena dalam konstruksi sosial, laki-laki dianggap lebih superior dari perempuan.

Maka dari itu laki-laki mampu meminjam media visual sebagai kaki tangan dari otoritasnya dalam membentuk citra perempuan di mata masyarakat.

Iklan sebagai Agen Pengawas dan Kontrol terhadap Citra perempuan

1960s pink dove soap ad

Pada 1950-an Amerika memulai popularitas industri visual dengan menjadikan tubuh perempuan semacam komoditas yang diekspos ke publik dan jadi alat tukar untuk memenuhi keinginan industri. Memvisualisasikan citra perempuan berada di bawah laki-laki serta menempatkan perempuan sebagai objek yang dapat memenuhi kepuasan seksual laki-laki. Seakan mengukur harkat, derajat, dan martabat perempuan melalui penggambaran visual.

Media massa kemudian mendistribusikan identitas perempuan yang dibentuk oleh budaya visual. Iklan jadi sajian yang seringkali muncul di berbagai serambi media massa.

Pelaku bisnis di balik layar sudah memosisikan penggambaran perempuan sesuai dengan kebutuhan. Tubuh dan identitas perempuan dibentuk dan diekspos sebagai bahan yang akan dijual dan menarik keuntungan bagi pelaku bisnis. Misal pada beberapa iklan kecantikan, media massa membuat ukuran standar kecantikan berdasarkan cara pandang laki-laki yang mendefinisikan apa itu cantik secara fisik.

Kemudian muncul iklan-iklan produk pemutih badan dan secara tidak langsung menjelaskan bahwa cantik itu adalah perempuan yang berkulit putih. Lalu banyak iklan yang menggambarkan perempuan sebagai insan rumah tangga yang lebih baik diam di rumah untuk melayani laki-laki dengan patuh.

Semua itu dikomunikasikan melalui visual, masyarakat sadar tak sadar menerimanya sebagai sesuatu yang normal. Baik perempuan dan laki-laki pada akhirnya menganggap citra tersebut adalah kewajaran.

Begitulah rezim visual bekerja, setidaknya ada dua hal yang dominan, yaitu kapitalisme dan normalisasi. Rezim visual menggunakan iklan sebagai salah satu media yang melengkapi otoritasnya dalam membentuk cara pandang tentang perempuan.

Hal tersebut berdasarkan kebutuhan strategi bisnis yang mengincar keuntungan. Kemudian melalui layar televisi maupun layar-layar lainnya perempuan diawasi oleh mata laki-laki dengan desiring gaze mereka. Sementara perempuan banyak yang menganggap fenomena ini sebagai sesuatu yang biasa dengan dalih citra yang dibentuk oleh visual tersebut adalah hal yang kodrati.

Karena itu, perempuan bisa saja terjebak pada industri persepsi yang memaksa membentuk citra bahwa perempuan yang ideal adalah perempuan yang divisualisasikan oleh ide yang berasal dari kepentingan industri.

Citra Perempuan dalam Layar Masa Kini

Industri media di hari ini, banyak iklan-iklan yang mulai meminimalkan posisi perempuan sebagai objek juga mengurangi konstruksi standar kecantikan tertentu. Misalnya skin tone dalam iklan alas bedak kini sudah mulai beragam tak hanya sebatas kuning langsat dan putih bersinar.

Makna cantik sudah mulai beragam dalam industri periklanan. Meskipun masih ada saja penggambaran yang lekat dengan domestikasi terhadap perempuan.

Setidaknya, saat ini perempuan sudah mulai lebih dipandang keberadaanya. Diberikan kewenangan untuk menampilkan diri sebagaimana mestinya dan atas dasar kehendaknya. Industri persepsi kemudian bergulir dari gaze laki-laki menuju otoritas perempuan terhadap tubuh mereka sendiri.

Referensi:

Schirato, Tony & Webb, Jen. Reading the Visual. Singapore, Allen & Unwin: 2004.

Fontcuberta, Joan. Pandora’s Camera. Photography After Photography. Barcelona, Mack: 2014

Tags: BudayaBudaya VisualCitra Perempuankelananusantara
Share47Tweet26Pin9SendShareSend
Previous Post

Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Next Post

Jajanan Legendaris Jatinangor, Nasibmu Kini

Ridha Budiana

Ridha Budiana

Perempuan yang berusaha tak lepas dari Sastra, Seni, Sejarah

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
978
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
378

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
654
Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

Klenteng Hwie Wie Kiong dan Klenteng See Hoo Kiong di Pecinan Semarang

13 September, 2020
5.2k
Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

27 Mei, 2020
3.2k
Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

20 April, 2020
1.1k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
195
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist