• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Rabu, 22 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Baboe: si Perempuan yang Lian

Riuh Jauh Tuntutan Buruh

Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Baboe: si Perempuan yang Lian

Dari semua kelompok dominan di tanah bekas koloni, pekerja rumah tangga merupakan posisi yang paling subaltern

Ridha Budiana by Ridha Budiana
12 Mei, 2020
in Budaya, ZZ Slider Utama
150 8
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Zaman sekarang istilah ‘babu’ terdengar memiliki konotasi yang negatif untuk menyebut para pekerja rumah tangga.

Namun, di kehidupan sehari-hari kita masih suka mendengar idiom ‘mental babu’ dilontarkan kepada perempuan yang memilih berkerja di ruang domestik.

Penyebutan kata ‘babu’ dengan berbagai konotasinya tidak terjadi begitu saja, ada latar belakang sejarah di belakangnya.

Mari kita kembali ke zaman penjajahan, berkaca pada mental yang dibangun oleh kaum kolonialis memperlakukan perempuan yang mengabdikan diri di rumah Tuan dan Nyonya Belanda.

Perempuan yang patuh untuk selalu siap sedia kapanpun dan di manapun ia harus menerima perintah. Istilah “Baboe” kemudian muncul untuk menyebut perempuan yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Munculnya Istilah Baboe

Menurut film dokumenter, Ze Noemen Me Baboe karya sutradara Sandra Beerends, istilah baboe adalah akronim suku kata ba dan boe. Ba yang berasal dari kata “Mba” dan Boe yang berasal dari kata “Iboe”.

Pada masa itu baboe diklasifikasikan jadi beberapa jenis, yaitu baboe het huispersoneel yang bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, kinderdagblijf baboe yang bertugas untuk mengasuh anak, baboe voor de keukeun yang bekerja sebagai juru masak dan wasbaboe yang bekerja mencuci pakaian sang majikan.

Menengok Baboe di Masa Lalu

Pada masa awal kehadirannya di Hindia Belanda, para majikan laki-laki Eropa datang tanpa disertai para perempuan karena sulitnya transportasi dan jarak tempuh yang sangat jauh menuju tanah Nusantara.

Maka dari itu peran pekerja rumah tangga sangat penting bagi mereka (Soekiman, 2011:37). Sekitar tahun 1930 orang-orang di Hindia Belanda baik itu orang Eropa maupun Pribumi dituntut untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Bukan hanya para laki-laki saja yang diharuskan untuk bekerja, perempuan juga mengemban beban serupa agar dapat menunjang hidup keluarga.

Bangsa Eropa baik laki-laki maupun perempuan ketika itu sibuk mengurusi serba-serbi pekerjaan yang berurusan dengan tanah koloni, karena itu mereka memercayakan perempuan pribumi sebagai pekerja yang mengurusi pekerjaan rumah tangga.

Bagi masyarakat Eropa yang merantau di tanah koloni, kepemilikan atas pekerja rumah tangga Pribumi adalah hal biasa. Tidak hanya karena biaya jasa yang sangat murah, melainkan juga mereka adalah orang yang memiliki peran penting jika sedang dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Kebutuhan tersebut memiliki keterkaitan dengan laki-laki Eropa lajang yang berangkat ke koloni di usia muda. Bagi orang-orang Eropa yang sudah memiliki penghasilan mumpuni dapat dipastikan akan merekrut tenaga kerja dengan kemampuan yang lengkap untuk mengurus rumahtangga mereka.

Di tengah masyarakat yang terkotak-kotak seperti di Hindia Belanda, kepemilikan Pembantu Rumah tangga sangat penting karena berkaitan dengan prestise dan harga diri. Hal ini bahkan dipandang sebagai suatu keharusan, yaitu bukti nyata akan kesejahteraan dan supremasi orang Eropa (Baay, 2017:31)

Posisi Baboe dalam Lapisan Masyarakat Kolonial

Dari semua kelompok dominan di tanah bekas koloni, pekerja rumah tangga merupakan posisi yang paling subaltern. Mereka dibungkam oleh sifat patuh atas pekerjaan dan subordinasi kelas asal mereka.

Pembantu Indonesia atau Jawa di Hindia Belanda tidak diharapkan atau diizinkan untuk berbicara bagi dirinya sendiri. Mereka juga tidak pernah mendapatkan suara karena tekanan di pasar tenaga kerja, seperti halnya dengan pembantu rumah tangga di Eropa pada abad ke dua puluh. (Scholten, 2000: 85)

Hal semacam itu memperlihatkan bahwa pekerja rumah tangga, khususnya Baboe memiliki kedudukan yang amat sangat rendah, terhimpit di antara tiga bagian oposisi biner.

Pertama, Baboe sebagai inferior antara pelayan dan majikan yang memiliki peran sebagai superior. Kedua, Baboe dipandang amat sangat dangkal karena dia adalah Pribumi golongan terendah di tatanan bangsa koloni, sementara sang majikan yang berasal dari Eropa merasa bahwa rasnya berada pada tingkat kehormatan paling tinggi, dan yang ketiga, posisi Baboe sebagai perempuan berdasarkan kontrak sosial dianggap sebagai gender yang tersubordinasi.

Refleksi Baboe di Masa Kini

Melalui retrodiksi tersebut dapat dibayangkan betapa tersingkirnya babu dari lapisan masyarakat, bahkan jika harus menarik waktu ke masa kini.

Istilah babu mengalami pergeseran makna dan malah digunakan untuk merujuk pekerja rendahan. Alih-alih memandang perannya yang cukup besar, banyak orang malah melihat bahwa itu adalah pekerjaan murahan yang tidak berharkat maupun bermartabat.

Babu dianggap sebagai pekerja kasar yang lemah tak berdaya, padahal babu memiliki peran amat besar khususnya dalam latar belakang sejarah.

Para babu menjadi tonggak akulturasi kelahiran budaya Indis yang hingga saat ini masih hidup dan terus dilembagakan. Selain itu, tanpa adanya peran mereka maka pekerjaan rumah tangga tidak mungkin seringan mengangkat kapas di tengah kehidupan di era industri di masa kini.

Referensi:

Lochter-Scholten, Elsbeth. Woman and Colonial State: Essays on Gender and Modernity in The Nederlands Indies (Amsterdam: Amsterdam University Press, 2000)

Soekiman, Djoko. Kebudayaan Indis dari Zaman Kompeni sampai Revolusi (Depok: Komunitas Bambu, 2011)

Baay, Reggie. Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda (Depok: Komunitas Bambu, 2017)

Jurnal:

Siska Nurazizah dan Indra Fibiona, Pengasuhan Anak Eropa oleh Wanita Pribumi (Boboe) di Hindia Belanda Abad ke XIX-awal abad ke XX (Yogyakarta:BPNB Yogyakarta) Jantra Vol. 11 no 1, Juni 2016

Tags: BaboeBudaya NusantaraHindia Belandakelananusantara
Share604Tweet55Pin20SendShareSend
Previous Post

Riuh Jauh Tuntutan Buruh

Next Post

Pergeseran Konstruksi Maskulinitas pada Iklan-iklan di Majalah

Ridha Budiana

Ridha Budiana

Perempuan yang berusaha tak lepas dari Sastra, Seni, Sejarah

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
978
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
378

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.7k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
648
Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

Jejak CIA dalam Sastra Indonesia Sebelum 1965

27 Mei, 2020
3.2k
Mengingat Kembali Puisi Mbeling

Menafsir Mata Jeihan Memotret Pancasila

3 Juni, 2020
3.1k
Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

Mengenal Upacara Pernikahan Bangsawan Majapahit

23 Februari, 2020
1.8k

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

20 April, 2020
1.1k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
193
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
124
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
239
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist