• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Rabu, 6 Mei 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Sisifus Kerja dari Rumah untuk Makan

Sisifus Kerja dari Rumah © Jason Adam Katzenstein

Jalur Rempah Nafas Kebudayaan Bahari Indonesia

Penarikan RUU PKS, Perlukah Ada Gulabi Gang di Indonesia?

Sisifus Kerja dari Rumah untuk Makan

Mereka mempertahankan kebahagian telah menjadi manusia, dan mempertahankan segala bentuk kebaikan yang bisa dibuat oleh manusia

Abroorza A. Yusra by Abroorza A. Yusra
14 September, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
3 min read
61 4
0
Share on Facebook

Ada sebuah pertanyaan lucu, mana yang semestinya.

“Makan untuk hidup atau hidup untuk makan?”

Di suatu sore, saya adu argumentasi dengan seorang kawan. Saya bersikeras bahwa “makan untuk hidup”, sedangkan kawan saya, yang seorang jurnalis senior, sebaliknya.

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Tidak ada yang mau mengalah, dan tidak perlu saya sebutkan landasan argumen masing-masing. Perdebatan tidak berfaedah itu berakhir pada sepiring gorengan dan es teh. Pada: makan. Pada: kenyang.

Andai tidak ada gorengan itu dan makanan, bisa jadi debat kusir kami terus berlanjut. Mungkin juga semakin panas.

Lapar sering membuat kita lebih merasa sensitif, emosi lebih mudah menanjak, dan berpikir lebih tanpa logika.

Seperti binatang. Ketika lapar, anjing yang tidak diberi makan seminggu jadi lebih buas. Majikannya sendiri bisa dicabik-cabik.

Ramsay Bolton di serial Game of Thrones, mati mengenaskan dengan cara itu. Ia terlalu percaya diri akan memenangkan perang melawan aliansi House Stark.

Tidak memberi makan anjing-anjing peliharaannya sebagai bagian rencana sadis membunuh para tawanan. Eh, ternyata ia kalah dan niat sadisnya berbalik arah.

Manusia banyak memiliki kesamaan dengan binatang, termasuk soal merespon akibat dari kelaparan. Tidak jarang kelaparan membenarkan untuk menikam sesama.

Perperangan lebih mudah terjadi di negara yang bertanah gersang, berpenduduk miskin, yang satu porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya adalah sebuah kemewahan.

Hikmah spiritual dalam novel Lapar

Jadi, barang siapa yang berhasil melewati kelaparan dengan tetap menjadi manusia, itulah sebaik-baiknya manusia.

Kira-kira itu hikmah spiritual yang bisa saya dapat dari membaca novel Lapar (Sult), terbit pertama kali tahun 1890, karya Knut Hamsun, novelis Norwegia peraih Nobel Kesusastraan tahun 1920.

Lapar berkisah tentang perjuangan tokoh ‘aku’ pada suatu musim gugur di kota Christiania (sekarang “Oslo”) Norwegia dalam melawan kondisi lapar.

Penderitaan tokoh ‘aku’ jadi isi cerita dari awal hingga akhir novel. Belum apa-apa, di paragraf kedua bagian pembuka, sudah ada deskripsi: Aku sedang terkapar, terjaga, dalam kamarku di loteng rumah (hlm. 3).

Tidak ada uang, tak ada makanan. Maka, ia membawa satu per satu barang miliknya ke rumah gadai. Demi mendapatkan sedikit uang untuk setidaknya bisa membeli sekeping roti.

Bukannya ia tidak mau berusaha. Ia berupaya jadi penulis. Namun, tulisan-tulisan yang dikirimnya selalu ditolak, dengan cara kasar maupun halus.

Sesekali ia mencoba menjajal pekerjaan lain, tetapi tidak ada orang yang mau mempekerjakannya.

Selama berhari-hari, tidak ada apapun yang masuk ke perut. Agar bisa setidaknya meredakan penderitaan, ia bahkan terpaksa memunguti kepingan-kepingan kayu di pinggir jalan untuk digigit.

Bahkan, batu-batu kecil yang dibersihkan untuk sekadar dihisap, serta mengemis tulang dari tukang daging dengan alasan ‘untuk anjingku’.

Seperti Sisifus dalam Epos Yunani Kuno

Kisah kelaparan tokoh ‘aku’ dalam novel Lapar yang mendapat sedikit makanan , kemudian lapar lagi, menggadai barang lagi, makan roti sedikit, lapar lagi, memiliki kemiripan dengan Sisifus.

Legenda dalam Epos Yunani Kuno itu dikutuk para dewa untuk mengerjakan satu hal saja dalam hidupnya: mendorong batu ke puncak bukit, menggelindingkannya lagi ke lembah, mendorong lagi, menggelindingkannya lagi, dan terus begitu. Absurd.

Kalau memang begitu, kenapa tidak bunuh diri saja? Seandainya tokoh ‘aku’ dalam novel Lapar atau Sisifus memilih untuk bunuh diri, barangkali kita bisa memaklumi.

Bunuh diri jadi pilihan logis ketika kehidupan tidak lagi menawarkan apapun kecuali stagnasi kehidupan.

Lapar-makan-lapar-makan. Dorong-gelinding-dorong-gelindingkan. Tidak ada bedanya mati di hari ini dengan mati sebulan, setahun, atau seabad kemudian.

Tetapi mereka tidak memilih untuk bunuh diri.

Alasannya, karena “memiliki sesuatu untuk dipertahankan”. Saya tidak menggunakan kalimat, misalnya, “memiliki sesuatu untuk diraih”, sebab jika demikian, ada kemungkinan sesuatu itu gagal untuk diraih.

Memberi peluang untuk putus asa, lalu bunuh diri. Tidak. Tidak demikian. Dan memang bukan hal seperti itu yang tersiratkan dari Sisifus maupun tokoh ‘aku’ Lapar.

Absurditas hidup bukan sebuah kekosongan  

Sisifus, dalam Mite Sisifus, Pergulatan dengan Absurditas, sebuah esai filsafatnya Albert Camus, mempertahankan keyakinan bahwa absurditas hidup bukanlah sebuah kekosongan. Justru, ada kebahagiaan di dalamnya.

Nasibnya adalah miliknya. Batunya adalah bendanya. Begitu pula manusia absurd, ketika ia merenungi kepedihannya,… Sisifus mengajarkan kesetiaan lebih tinggi. Ia juga menilai bahwa semua baik adanya. Setiap butiran batu itu, setiap kilau mineral dari gunung, membentuk sebuah dunia tersendiri…Perlu dibayangkan bahwa Sisifus berbahagia! (hal 159, Mite Sisifus)

Sementara tokoh ‘aku’ Lapar, mempertahankan nilai-nilai perjuangan dan kemanusiaan yang dibutuhkan untuk jadi manusia.

Sekalipun menderita kelaparan akut, ia tetap merasa bersalah ketika menggadai selimut kawannya.

Ia bahkan berharap bisa membalas kebaikan induk semangnya yang memberinya roti dan segelas susu, walau akhirnya ia diusir oleh induk semangnya itu.

Hal-hal tersebut yang kiranya membuat Sisifus dan tokoh ‘aku’ Lapar, tidak memilih untuk bunuh diri.

Mereka mempertahankan kebahagian telah menjadi manusia, dan mempertahankan segala bentuk kebaikan yang bisa dibuat oleh manusia, walau berada di dalam kondisi dan situasi yang menderita dan mengenaskan.

Sama halnya dengan kita

Kita, saya pikir sama dengan Sisifus maupun ‘aku’ Lapar. Atau lebih gampangnya, balik saja kalimatnya: mereka merepresentasikan diri kita. Senantiasa lapar, stagnan, jenuh, jengah, bosan, terjebak dalam beban tak berujung.

Tetapi, tidak semua dari kita berhasil jadi manusia yang mempertahankan nilai-nilai kemanusian.

Akui saja, tidak sedikit yang lantas menjadi binatang – bahkan lebih rendah dari binatang. Walau kehidupannya tidak lagi berkutat pada kesulitan mencari makan. Tidak sedikit juga yang memilih untuk mati.

Jadi, makan untuk hidup atau hidup untuk makan? Terserahlah. Apapun itu, tetaplah semangat mencari makan dan hidup sebagai manusia. Makan, makan dulu kalau begitu. Cheers!

Ilustrasi sampul artikel oleh Jason Adam Katzenstein

Tags: Bekal PetualanganmukelananusantaraKerja dari rumahopini kelanaSisifus
Share54Tweet22Pin8SendShareSend
Previous Post

Jalur Rempah Nafas Kebudayaan Bahari Indonesia

Next Post

Penarikan RUU PKS, Perlukah Ada Gulabi Gang di Indonesia?

Abroorza A. Yusra

Abroorza A. Yusra

Penulis, penggiat literasi, dan pendukung konservasi lingkungan. Kelahiran 1987. Bermukim di Singkawang, Kalimantan Barat.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
127
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
343
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
981
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
380

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.8k
Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

Sejarah Trem Uap: Stasiun Demak Abad 19

9 Desember, 2021
668
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
512
Perkebunan Buah Tin di Ciwidey

Perkebunan Buah Tin di Ciwidey

20 Februari, 2020
1.8k
Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

Sawahlunto, Situs Warisan Budaya Dunia

14 September, 2020
969
LOS tropis, Sajikan Jus Sehat Kekinian

LOS tropis, Sajikan Jus Sehat Kekinian

18 Februari, 2020
1.8k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
201
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
107

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
127
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
240
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
168
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
129

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist