Sahabat Kelana, apa makna Hidden Paradise menurut kalian?
Memaknai “Hidden Paradise”

kata Hidden dapat dimaknai sebagi destinasi yang masih tersembunyi (baca: belum banyak dikunjungi) atau baru ditemukan. Sahabat Kelana mungkin pernah punya pengalaman menelusuri jalan penuh semak belukar, menaiki bukit di ujung hutan belantara, atau menemukan titik air terjun yang hanya diketahui penduduk lokal.
Kata Paradise dapat mengacu kepada tempat atau perasaan bahagia ketika menemukan keindahan alami layaknya surga yang sudah diimpikan.
Saat ini banyak Hidden Paradise yang tidak lagi alami karena lokasi tersebut sudah banyak diketahui dan dikunjungi. Membuat para wisatawan tidak penasaran dan tertarik lagi dengan destinasi tersebut.
Banyak hal yang nantinya akan jadi catatan mengenai konsekuensi terlalu banyaknya intensitas manusia yang mengunjungi ‘Surga’ ini.
Kita Adalah Tamu dari Ekosistem Alam

Bagi kita (wisatawan), destinasi wisata jadi tujuan untuk berekreasi, menikmati keindahan, menenangkan pikiran dan meleburkan diri dengan alam. Namun demikian, destinasi yang kita tuju itu adalah ekosistem alami dari keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.
Keseimbangan hayati dapat terganggu dengan kedatangan kita yang tidak terkontrol dan mengelola diri dengan baik. Dibutuhkan kesadaran tinggi untuk selalu merasa sebagai tamu dari ekosistem alam.
Bukit Tanpa Nama, Sumbawa Barat

Ada sebuah bukit di perbatasan desa Tua Nanga dan Kertasari, kabupaten Sumbawa Barat yang belum secara resmi memiliki nama.
Arief, pemuda di dusun Sagena mengatakan, bukit itu bernama Blusing. Berbeda dengan Tetta Hamid, salah seorang warga Kertasari , menyebut bukit itu Buluseng.
Bukit ini terletak tidak jauh dari pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi yang strategis dengan potensi besar untuk dikembangkan.
Akses jalan raya menuju bukit ini sudah diaspal dengan baik dan mulus. Masih belum ramainya kawasan dari dan menuju bukit ini, membuat jarak yang ditempuh memakan waktu +- 20 menit dari dan menuju pelabuhan Poto Tano.
Pemandangan Padang Savana di Sepanjang Jalan

Kontur alam kawasan Sumbawa Barat tidak jauh berbeda dengan kawasan Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Sepanjang jalan, Sahabat Kelana akan menikmati padang savana khas Nusa Tenggara. Mata dimanjakan oleh pemadangan yang asing bagi kita masyarakat kota. Sapi-sapi dan kuda masyarakat dibiarkan seperti liar begitu saja. Bebas berkelana mencari makan.
Dikelilingi Pemandangan Cantik, Manjakan Mata

Keindahan Sumbawa Barat tidak lama lagi akan memiliki pamor layaknya bukit di Pulau Padar atau bukit Permadani di pulau Rinca. Bukit Tanpa Nama adalah Hidden Paradise yang sesungguhnya. Menemukan bukit ini jadi pengalaman yang susah untuk dilupakan.
Bukit ini berada sisi jalan arah desa Kertasari (melalui dusun Sagena dan Desa Tua Nanga) arah dari pelabuhan Poto Tano. Sahabat Kelana harus menerobos semak belukar padang savana untuk menemukan bukit yang menjorok ke arah laut ini.
Tidak cukup sampai menemukan bukit ini, Sahabat Kelana harus mendaki menaiki bukit untuk dapat menyaksikan pesona hamparan hijau keindahan kontur alam Sumbawa Barat dari ketinggian.
Tak lupa birunya selat Alas yang menghubungkan pulau Lombok dan Sumbawa. Ditambah lagi dengan megahnya pemandangan sosok Gunung Rinjani, gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Mengagumkan!
Itu dia pesona bukit tanpa nama yang berada di Sumbawa Barat. Indah dan eksotis kan? Ohiya, euforia keindahan alamnya tetap dibarengi oleh kesadaran menjaga kelestariannya ya, Sahabat. Selamat Berkelana!




























Discussion about this post