• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Rabu, 10 Juni 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Janda dan Stigma di Masyarakat

Janda dan Fenomena Budaya di Indonesia, Ilustrasi © Ryanniel Masucol from Pexels

Pengetahuan tentang Balobe dan Menghampiri Sufy di Piaynemo (Babak II, Bagian VII)

Mimiti Coffee, Ngopi dengan Suasana Hutan Tropis

Janda dan Stigma di Masyarakat

Menempelkan stigma janda sebagai penggoda, pelakor, dan pihak yang dianggap merugikan bagi kaum perempuan dan “menyenangkan” bagi kaum laki-laki

Zukhrufah DA by Zukhrufah DA
14 September, 2020
in Hipotesa, ZZ Slider Utama
3 min read
62 3
0
Share on Facebook

Menjadi janda di usia muda tidak lantas membebaskan saya dari stigma. Ada hal yang membuat saya kerap merasa jengah ketika mendengar kata “janda”. Ada banyak telinga dan mata yang tiba-tiba berubah menjadi agresif.

Ada yang tiba-tiba berusaha empatik dengan menanyakan alasan kenapa saya menjanda atau cuma sekadar bilang, “Maaf ya, saya nggak tahu.”

Ada yang tiba-tiba berubah jadi serigala dan menawarkan macam-macam “bantuan” yang sebenarnya nggak dibutuhkan, “Kalau butuh teman, hubungi saya aja.”

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

Ada yang pura-pura nggak kenapa-kenapa, tapi di belakang berseliweran kasih info sana-sini, atau ada juga yang berusaha santai-tapi-salah dengan melemparkan lelucon yang sebenarnya tidak layak disampaikan.

Mulai dari mengomentari fisik, “Pantesan seksi banget, ya.” Sampai mengomentari psikis, “Wah, janda biasanya lebih dewasa nih!”

Semua pada akhirnya berujung pada stigma “janda itu penggoda”, “janda itu kesepian”, dan macam-macam stigma negatif lain yang sudah tumbuh dan berkembang di dunia patriarki ini.

Memangnya ada apa sih dengan janda? Itu pertanyaan yang sering kali muncul di benak saya, jauh sebelum saya menjadi janda.

Perceraian dan Perempuan

Ilustrasi Perempuan © Ryanniel Masucol/Pexels

Pada 23 Juni, PBB menetapkan sebagai Hari Janda Internasional International Widow’s Day) di seluruh dunia. Belum terlambat mengulas mengenai janda yang berkaitan dengan angka perceraian.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa angka ini terus meningkat di seluruh dunia. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab.

Salah satunya karena banyaknya perempuan yang lebih mandiri secara finansial, sehingga cenderung lebih vokal dan rela mengorbankan keluarga demi independensi.

Tapi, itu bukan satu-satunya faktor pemicu perceraian. Kekerasan dalam rumah tangga bahkan memiliki dampak yang lebih besar terhadap kenaikan tingkat perceraian.

Dampak perceraian bagi perempuan

Dampak Perceraian Bagi Perempuan Ilustrasi © Ryanniel Masucol/Pexels

Beberapa alasan kenapa perempuan memilih untuk bercerai antara lain adalah kekerasan, pembunuhan karakter, alkoholisme, dan adaptasi interpersonal yang kurang.

Studi empiris berulang kali menunjukkan bahwa perceraian berdampak terhadap sejumlah masalah sosial, seperti kurangnya dukungan sosial terhadap janda, menurunnya kesehatan fisik dan psikologis, dan krisis ekonomi.

Mengutip BBC, perceraian membuat sebagian orang mempertanyakan kembali “siapa diri kita”. Kehilangan pasangan dalam hubungan pernikahan sama halnya dengan kehilangan sebagian diri, sehingga konsep “diri” yang sebelumnya penuh menjadi hilang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh kepada orang dewasa di Amerika, menemukan fakta bahwa sekitar 131.159 perempuan mengalami kehidupan yang sulit setelah bercerai.

Tidak ada yang mudah dalam menghadapi perpisahan, mengacu pada jajak pendapat Gallup poll melalaui wawancara telepon dengan sampel acak pada 131.159 orang dewasa di Amerika. Melansir dari Womenshealthmag  perempuan menanggung beban efek samping lebih berat.

Perempuan yang bercerai memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dan stres yang lebih tinggi daripada pasangan pria mereka.

Bahkan, sepertiga dari jumlah tersebut menyatakan rutin mengonsumsi obat penenang setiap harinya.

Mengutip guesehat.com, inilah yang terjadi pada perempuan ketika mengalami perceraian:

1. Stres

Journal of Health and Social Behaviour (2006) menerbitkan sebuah artikel yang menuliskan bahwa perempuan cenderung mengalami tekanan psikologis lebih tinggi daripada laki-laki.

Tekanan ini relatif berdampak pada pemikiran untuk tidak memercayai laki-laki. Terutama pandangannya tentang laki-laki sempurna, dan kekhawatiran akan penolakan.

2. Cemas dan takut

Tanpa masalah perceraian pun, perempuan memiliki rasa cemas yang berlebih. Saat bercerai, mayoritas perempuan relatif akan mencemaskan masa depan yang belum pasti.

Hal ini membuat kebanyakan janda takut untuk jatuh cinta lagi, memulai hubungan baru, berkomitmen, bahkan untuk bersosialisasi dengan lawan jenis.

3. Marah atau rasa bersalah

Perasaan ini biasanya dialami oleh perempuan dengan proses perceraian yang rumit, terutama menyangkut anak dan kesehatan psikologisnya.

Selain itu, perempuan juga bisa dihantui rasa bersalah karena telah menceraikan mantan suaminya, terlebih jika perceraian disebabkan oleh kesalahan pihak perempuan.

Bagi banyak perempuan, terutama di negara-negara berkembang, perjuangan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan dasar, hak asasi manusia, dan martabat memperbesar rasa kehilangan pasca perceraian

Menurut situs resmi PBB, situasi pandemi saat ini bahkan memperburuk situasi para janda yang kekurangan dukungan sosial-ekonomi serta keluarga mereka.

Dari 258 juta janda di seluruh dunia, terdapat hampir satu persepuluhnya hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Tetapi, jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dan berkembang lebih banyak akibat pandemi.

Janda dalam fenomena budaya populer

Banyak stereotip dan hambatan yang mesti dilalui oleh seorang janda di tengah masyarakat.

Fenomena keseharian seolah merespon dengan hadirnya beberapa produk budaya populer. Sekilas saja kita dapat mengingat ada berapa banyak lagu bertemakan janda dengan konotasi negatif.

Berapa banyak film layar lebar maupun sinetron yang menyuguhkan nuansa seksis yang semakin melanggengkan stereotip.

Menempelkan stigma janda sebagai penggoda, pelakor, dan pihak yang dianggap merugikan bagi kaum perempuan dan “menyenangkan” bagi kaum laki-laki.

Fenomena ini tidak cukup sampai di situ, janda bahkan dijadikan ikon strategi marketing. Mengaitkan sebuah produk dengan menyematkan kata “janda” untuk penglaris.

Sebut saja “Bakso Janda”, “Sop Janda”, “Bubur Janda”, dan segudang produk lain yang menyisipkan janda sebagai sebuah kenikmatan yang lazim.

Penurunan makna

Mengutip laman Tirto.id, peyorasi (penurunan makna) kata “janda” menurut Justito Adiprasetio adalah gejala dari sistem patriarki yang kuat di masyarakat.

Meski ide tentang emansipasi sudah terlihat di Indonesia, pertarungan antara patriarki dengan emansipasi masih jauh dari kata selesai.

Hal ini juga dikarenakan adanya upaya-upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk menyumbat ide emansipasi.

Orde baru sempat mengebiri wacana emansipasi dan baru masuk sebagai isu publik ketika ada Komnas Perempuan yang baru dibentuk pada 9 Oktober 1998.

Lyb Parker (2016) juga mengungkapkan bahwa stigma negatif terhadap janda menguat pada masa Orde Baru (1966-1998) ketika melacak transformasi sosiokultural di Indonesia.

Melalui pendidikan dan pengembangan ideologi tentang gender dan keluarga, sistem pemerintahan Orde Baru berusaha mentransformasikan hubungan pernikahan dan perceraian.

Sehingga pembentukan keluarga inti mendapat pujian, sedangkan perceraian dianggap melawan pemerintah.

Lebih buruknya lagi, perceraian dikaitkan dengan upaya pemecah belah serta bersifat kontradiktif terhadap pernikahan.

Sikap inilah yang kemudian menjadi penyebab kesulitan para perempuan ketika mengurus perceraian.

Stigma di masyarakat

Sementara itu, psikolog Meity Arianty kepada Okezone Lifestyle menjelaskan bahwa fenomena pemberian label, stigma, atau apa pun sebutannya kepada janda sulit dihapus dengan dihilangkan.

Menurut Mei, stigma ini terjadi salah satunya karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang citra positif janda.

Dari tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa konstruksi budaya patriarki dimulai bukan hanya dari lingkungan terkecil, tapi juga dari entitas payung yang kita sebut pemerintah.

Kalau pemerintah punya pemahaman yang kuat soal konstruksi budaya, maka dapat segera menghilangkan stigma terhadap janda dan entitas minoritas lainnya.

Buat Sahabat Kelana yang gak mau disebut ‘terbawa stigma’, yuk hilangkan pelabelan buruk itu.

Perlihatkan kalau kamu memiliki mental yang tidak layak menghina dan merendahkan orang lain apapun latar belakangnya.

Buktikan kalau kita mampu berkontribusi positif untuk masyarakat dan tidak mudah terkena virus-virus kebencian akibat stigma tersebut.

Artikel ini rilis bersama Perempuansufi

Tags: Dampak perceraianJandakelananusantaraopini kelanaPerceraianPerempuanStigma Janda
Share47Tweet22Pin8SendShareSend
Previous Post

Pengetahuan tentang Balobe dan Menghampiri Sufy di Piaynemo (Babak II, Bagian VII)

Next Post

Mimiti Coffee, Ngopi dengan Suasana Hutan Tropis

Zukhrufah DA

Zukhrufah DA

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
347
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
993
Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan
Kelana

Backpackeran dari Jakarta – Nusa Penida Budget Rp2 Jutaan

10 Desember, 2021
387

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.9k
Perempuan dan Fotografi

Perempuan dan Fotografi

23 April, 2020
561
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.3k

Mengintip Surga Bagi Pecinta Ikan Hias di Yogyakarta

20 April, 2020
1.1k
Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

Warisan Keluarga Schumtzer di Ganjuran, Yogyakarta

14 September, 2020
3.1k
Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

Jalan ABC, Memasuki Sudut Sejarah Perdagangan Kota Bandung

14 September, 2020
2.5k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
211
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
111

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
132
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
243
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
171
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
131

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist