Budaya Dayak dikenal kaya akan cerita-cerita fabel, selain Harimau, suku Dayak juga punya kisah tentang Singa. Raja hutan yang habitat aslinya ada di benua Afrika.
Awal Mula Sebuah Legenda
Dikutip dari Folks of Dayak , Syahdan zaman dahulu kala, Mondou (Singa) memiliki pamor sebagai binatang buas yang gemar memangsa manusia. Bahkan konon ada satu rumah panjang berserta seisi penghuni dan hewan ternaknya habis dimangsa oleh Mondou.
Dikisahkan, suatu ketika di sebuah rumah panjang suku Dayak Tahol, tiba waktunya masyarakat harus menumbuk padi. Seketika orang-orang sangat ketakutan, Mondou tiba-tiba muncul.
Di tengah kekhawatiran, masyarakat tetap harus menumbuk padi, karena tidak ingin kehabisan beras. Salah seorang dari mereka berkata, “jika Singa itu muncul, aku akan melemparkan halu ku ke mulutnya”.
Tidak lama berselang, masyarakat kembali pergi untuk menumbuk padi, kemudian tiba-tiba datang Mondou hendak memangsa mereka. Salah seorang wanita yang pernah berkata akan melempar halunya, sontak melemparkan alat untuk menumbuk padi itu langsung ke mulut Singa hingga pecah.
Pecahan kayu rupanya tersangkut digigi sang Singa. Upaya ini berhasil membuat sang Singa melarikan diri. Diketahui kemudian sang Singa tidak mampu makan, akibat pecahan kayu yang menyangkut di giginya.
Permintaan Pertolongan Sang Singa kepada Manusia
Waktu terus berjalan, hari demi hari tubuh sang Singa menjadi kurus. Pecahan kayu halu masih belum lepas dari giginya. Setelah beberapa lama waktu berselang sang Singa berkata, “aku akan mencoba meminta pertolongan seorang manusia untuk mencabut pecahan kayu ini”.
Hingga pada suatu waktu hutan mempertemukan sang Singa dengan seorang pemuda yang hendak pergi berburu.
Sontak pemuda ini sangat ketakutan, tapi sang Singa berkata, “jangan takut, aku tidak akan memangsamu, aku sedang mencari seseorang untuk membantuku mencabut kayu yang tersangkut digigiku ini”. Kemudian pemuda itu mendekat ke mulut sang Singa dan melihat pecahan kayu yang ada di antara giginya.
Pemuda itu berkata, “Sekarang aku tahu, apa yang kamu katakan itu benar, kayu ini adalah kayu ulin yang kuat. Tapi apa yang akan terjadi jika aku mencabutnya? Jangan-jangan setelah itu kamu malah menerkamku”.
“Tidak” kata sang Singa.
Janji Sang Singa Kepada Keturunan Suku Dayak Tahol
Kemudian pemuda itu mencabut kayu yang tersangkut di antara gigi sang Singa. Setelah kayu itu berhasil lepas, sang Singa berkata “Dahulu jika seseorang buang angin atau tertawa, maka singa akan datang dan menerkamnya. Tapi sekarang jika kamu mendengar aku mengaum, katakanlah dalam bahasamu ‘Aku ini adalah keturunan Kamantil’ – Maka aku tidak akan memakan mu dan aku hanya akan memangsa hewan saja.”
Maka sejak saat itu Singa tidak pernah memangsa kaum keturunan suku Dayak Tahol.




























Discussion about this post