Sahabat Kelana pecinta durian, bagi yang belum mendengar, di Indonesia, tepatnya di kabupaten Banyuwangi ada durian berwarna merah. Hah, kok bisa? Penasaran kan, simak penelusuran berikut ini ya.
Sejarah Durian Merah Banyuwangi

Reza Tirtawinata, Direktur Yayasan Durian Nusantara dalam acara talkshow di Pesta Durian 2016, Sabtu (2/4/2016) dikutip dari Kompas.com mengungkapkan, Durian Merah berasal dari durian hutan yang tumbuh di hutan Kalimantan. Pada zaman kerajaan Blambangan. Durian ini dibawa ke tanah Banyuwangi sebagai buah tangan untuk raja Majapahit.
Kerajaan Blambangan ditulis oleh Sri Margana dalam historia.id berkembang bersamaan dengan kerajaan Majapahit. Pada abad ke-15, setelah keruntuhan Majapahit, kerajaan Blambangan berdiri sebagai satu-satunya kerajaan Hindu di Jawa yang mengontrol sebagian besar wilayah timur Jawa (wilayah ini sekarang terbagi dalam lima kabupaten: Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo).
Pada perkembangannya, durian yang didapat dari Kalimantan tersebut ditanam di kebun kerajaan Blambangan. Secara alamiah durian hutan tersebut kawin dengan durian Banyuwangi. Perkawinan ini menghasilkan durian dengan guratan merah dan memiliki rasa yang lezat seperti durian Banyuwangi.
Sempat Hampir Punah di Zaman Kolonial
Reza menambahkan, ketika zaman kolonial, Durian dengan berwarna merah ini sempat hampir punah. Ketika itu, VOC menjual Banyuwangi ke pemerintah Inggris untuk dijadikan perkebunan.
Total terdapat 24 kebun besar dan 11 kebun kecil untuk ditanami komditas kopi dan tebu. Pemerintah Inggris menggunakan kayu Durian ini sebagai bahan bakar untuk operasional kerata Lori di perkebunan.
Perlahan pohon Durian Merah habis ditebang untuk diambil kayunya. Buah durian yang tidak terpakai dibuang begitu saja, hingga kini buah durian inilah yang dikenal sebagai ikon Banyuwangi, ikon Indonesia.
Asal Warna Merah dari Daging Durian
Eko salah seorang pelaku bisnis Durian menuturkan, “Ahli pertanian pernah bilang, durian di Banyuwangi dagingnya berwarna merah karena pengaruh dari gunung Ijen dan air laut, karena itu petani di sini percaya, durian ditanam diketinggian 400-600 meter di atas permukaan laut”.
Sebagai pelaku bisnis Eko mengatakan, penjual Durian bergurat merah di Banyuwangi tersebar di daerah Songgon dan Kalipuro. Harga Durian ini beragam bergantung ukuran dan musim panennya. Di waktu normal penjual bisa menawarkan harga Rp325.000 – Rp450.000 per buah.
Kampung Durian Banyuwangi
Setelah dapat sedikit pengetahun tentang Durian Merah Banyuwangi. Bagi Sahabat Kelana pencinta buah durian dan penasaran kan pengen nyobain. Kalian bisa mengunjungi Banyuwangi.
Destinasi yang wajib kita kunjungi yaitu Kampung Durian Banyuwangi. Kawasan ini menawarkan beberapa jenis durian khas Banyuwangi, bukan hanya Durian Merah saja, tapi ada Durian Oranye dan Durian Pelangi.
Lokasi Kampung Durian
Kampung Durian Banyuwangi terletak di dusun Sembawur, desa Songgon, kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Desa Songgon adalah salah satu desa penghasil durian di Banyuwangi. Di kecamatan Songgon, terdapat area lahan seluas 465 hektar yang difungsikan untuk menanam durian. Khusus di Kampung Durian Banyuwangi, total ada sekitar 4.000 tanaman durian. Menggiurkan bukan?
Kampung Durian berjarak tidak jauh dari Kota Banyuwangi. Sahabat Kelana hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor.
Tiba di Dusun Sembawur, kita diminta untuk memarkir kendaraan di sepanjang area yang tersedia. Selanjutnya, harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter menyusuri area perkebunan buah durian.
Potensi Durian Lokal Indonesia
Perlu diketahui, Reza Tirtawinata, dikutip dari agronet mengatakan, Indonesia memiliki potensi durian lokal yang luar biasa. Ada 13 jenis durian lokal yang dapat terus dikembangkan.
Di antaranya adalah durian Pelangi dari Manokwari, Super Tembaga dari Bangka. Srombut, Tembaga mini, dan Tigger Borneo 88 dari Kalbar. Sunrise of Jawa dan Durian Merah dari Banyuwangi. Durian Matahari dari Bogor serta Gundulan dan Sipakem dari Narmada, NTB.
Itulah sedikit bahasan tentang Durian khas Banyuwangi dan beberapa durian lokal yang tumbuh di Indonesia. Di antara semua jenis itu beberapa masih asing didengar. Sahabat Kelana pernah nyobain durian jenis apa?




























Discussion about this post