• ABOUT US
  • PRIVACY POLICY
  • TERM OF USE
  • DISCLAIMER
  • HUBUNGI KAMI
  • SITEMAP
Minggu, 5 April 2026
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
  • Login
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
Kelana Nusantara
  • KELANA
  • AKOMODASI
  • SOSOK
  • HIPOTESA
  • BUDAYA
  • KULINER
  • ACARA
  • Login
No Result
View All Result
Kelana Nusantara
No Result
View All Result
Berlayar dari Sorong Menuju Timika (Bag VII)

Nasi Mandhi Sapi Asap Pertama di Bandung

Menelusuri Hutan Lindung Gunung Agal, Sumbawa

Berlayar dari Sorong Menuju Timika (Bag VII)

Menurut Pemikiran Saya yang Diperlukan Saat Ini Adalah Memberi Pemahaman, Sudut Pandang, Edukasi serta Kepedulian Lebih Terhadap Orang-orang Papua

Deni Rajid by Deni Rajid
10 Mei, 2020
in Kelana, ZZ Slider Utama
245 18
0
Share on Facebook

Baca jugaArtikel :

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Sebelumnya Baca:Satu Minggu Berkelana di Kota Sorong (Bag VI)

Pagi itu saya harus berpisah dengan Bang Gunawan. Menyusuri gang yang sama seperti saat pertama kali tiba di kontrakan.

23 Februari 2019, saya seorang diri naik taksi dari Kilo 10 menuju pelabuhan Sorong, sedangkan Bang Gunawan melanjutkan pekerjaannya di hari yang bersamaan.

Sesampainya di pelabuhan saya langsung naik kapal KM Tatamailau tujuan Timika yang sudah sandar sebelum saya tiba. Saya langsung menuju deck 2. Di awal perjalanan selama di atas kapal saya tidak banyak berbaur, memilih melahap waktu bersama perbekalan novel hingga tertidur lelap.

Tidak lama kemudian, penumpang lain membangunkan saya, memberitahu kapal akan sandar di pelabuhan Fakfak dan akan ada pemeriksaan tiket. Saya menyiapkan tiket, tercatat sebagai penumpang dewasa Sorong-Kaimana deck 2 tanpa tempat duduk.

Perjalanan kali ini saya beli tiket hanya sampai Kaimana, seharga Rp240 ribu, karena uang saya tidak cukup untuk beli tiket langsung jurusan Sorong – Timika. Dari Kaimana saya bayar Rp100 ribu di atas kapal. Sisa uang lebihnya disimpan untuk jaga-jaga.

Kapal sandar di pelabuhan Fakfak selama sekitar 1 jam, sambil menunggu waktu, saya ke deck atas menuju kantin. Di sinilah saya bertemu dan kenal Pace Tinus. Di kantin ini kami mengunyah cerita bersama hangatnya kopi. Cerita tentang keberangkatannya ke Sorong bersama Ibunya dan tentang kakaknya, Pace Yan yang akan menjenguk di pelabuhan Kaimana.

Pace Yan, kakak kandung Pace Tinus, putra kedua Omah Teresia dari 6 bersaudara, tinggal dan mempersunting perempuan Kaimana.

Keluarga Omah termasuk keluarga besar, terlihat dari sanak serta kerabat yang menjenguk tiap kali KM Tatamailau sandar. Perjalanan dari Sorong – Timika kapal yang saya tumpangi sandar di empat pelabuhan. Pelabuhan Fakfak, Kaimana, Tual dan Timika.

Selalu ada canda dan tawa ketika melihat sanak saudara serta kerabat bergantian memeluk Omah. Omah Teresia memiliki keluarga di Fakfak, Kaimana, Tual dan Timika. Mereka menghampiri ketika kapal sandar, membawakan oleh-oleh dan makanan.

Keluarga-keluarga Omah sudah tahu makanan yang disediakan Pelni hanya alakadarnya, tanpa rasa, dan hambar. Selama perjalanan, saya belum pernah lihat Omah menukar tiket untuk mengambil jatah makan.

Berbincang dengan Pace Yan di Deck 2 KM Tatamailau

Saya mengenal lebih dekat Pace Yan ketika KM Tatamailau sandar di ‘Kota Senja’, pelabuhan Kaimana. Di deck 2 Pace Tinus mempertemukan kami.

Di tengah-tengah obrolan, Pace Yan mengatakan kalau ia memutuskan untuk ikut berlayar sampai Timika. Pace Yan menjelaskan awalnya tidak akan ikut ke Timika, tapi setelah bercakap lagi dengan Omah Teresia dan adik bungsunya. Ia memutuskan tidak ikut pulang bersama istrinya, tapi langsung lapor ke petugas Pelni membayar separuh tiket tujuan Timika.

Di Papua beli tiket di atas kapal sudah biasa, sering dilakukan masyarakat. Bahkan kalau lagi beruntung bisa sampai tidak keluar uang sepeserpun untuk tiket. Caranya? Gampang, cukup sembunyi saja. Kalau ketahuan? Tinggal kasih uang ke petugas sebagai jaminan aman, lalu petugas mencatat nama untuk pemeriksaan selanjutnya.

Informasi ini saya tahu, saat berada di Sorong dari penumpang lain di kapal. Kebiasan ini Ternyata jadi “sampingan” petugas pemeriksa tiket. Uang ini masuk ke kantong petugas. Sudah jadi tradisi.

Pace Yan kemudian meneruskan cerita, terakhir kali ke Timika 15 tahun yang lalu. Long Time Story. Inilah yang membuatnya penasaran ingin tahu perubahan kota Timika sekarang.

Pace Yan sedikit mengenang, dulu terakhir ke Timika untuk mengantar adiknya yang keempat, di hari pertama diterima kerja di PTFI. Sampai akhirnya, kini bekerja tetap di sana.

Selayang Pandang Tentang Papua

Malam ini kapal menuju pelabuhan Tual, Maluku. Ini pertama kalinya saya merasakan kepanikan berlayar di atas kapal. Ternyata bukan cuma saya, tapi penumpang lainya juga ada yang sampai tereak-tereak saat kapal diterjang-terjang arus dan ombak. Ngeri memang.

Saya kembali bercakap santai dengan Pace Yan, untuk mengalihkan buasnya terjangan lautan. Pace Yan cerita, saat ini tinggal dan menetap di Kaimana dengan pekerjaan barunya di pemerintahan. Pace membekali saya sedikit-sedikit wawasan tentang Papua.

Mulai dari awal mula kota-kota tua di Papua yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sampai pada kota kabupaten yang sudah melalui tahap pemekaran.

Saya baru tahu, di kota Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ditemukan jejak sejarah peninggalan Perang Dunia II. Lalu ada sebuah Gua bernama Binsari yang dahulunya jadi tempat persembunyian tentara Jepang. Di gua ini terdapat bekas-bekas peninggalan tentara Jepang. Seperti peluru, mortir, helm perang, senjata api hingga tulang-belulang tentara Jepang yang gugur.

Saya jadi mengingat-ingat kembali ilmu Sejarah yang saya dapat di bangku kuliah. Pace menambahkan, sebelum bernama Jayapura, pada 7 Maret 1910 saat pertama kali Kapten Infanteri FJP Sascse mendarat di Teluk Youtefa, ibu kota Provinsi Papua pernah bernama Hollandia. Nama ini bertahan selama Belanda masih memerintah di wilayah Nederlands Nieuw Guinea (Papua) hingga 1963.

Pace juga menjelaskan, Kabupaten Sorong saja memiliki 30 distrik, di antaranya Aimas, Bagun, Beraur, Botain, Buk, Hobart dan lain-lain. Kemudian Kabupaten Fak Fak memiliki 17 distrik di antaranya Arguni, Bomberay, Fakfak, Fakfak Barat, Fakfak Tengah, Fakfak Timur, Furwagi, Karas, Kayuni dan lain lain.

Papua luar biasa luas, terkenal dengan kekayaan alam dan mineral di dalamnya. Kalau dibandingkan, luasnya setara dengan 3 kali lipat Pulau Jawa.

Pace Yan kemudian berterus terang tentang karakter orang-orang Papua yang rata-rata bersifat malas. Mereka maunya hanya duduk-duduk saja, foya-foya menghabiskan uang. Mayoritas dari mereka sudah banyak merasakan keluar dari Papua. Mengunjungi Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Makassar dan provinsi lainya. Di kota-kota inilah mereka menghabiskan uangnya.

Tetapi tidak semua, banyak juga yang merantau ke pulau lain untuk keperluan pendidikan. Melanjutkan ke jenjang ke perguruan tinggi.

Para Pendatang dari Luar Papua

Saya juga cerita, bayangan tentang Papua yang sangat jauh berbeda. Sebelum menginjakan kaki di tanah ini, saya pikir akan bertemu dengan banyak penduduk asli. Kenyataanya, baru masuk Sorong saja, saya sudah banyak bertemu pendatang. Di Sorong, suku Bugis, suku Sunda mereka kebanyakan tinggal di daerah yang disebut SP1 sampai SP4.

Sekilas saya pernah tahu, pada zaman Orba banyak berdatangan para transmigran, begitupun sebutan SP dikhususkan untuk wilayah tempat mereka tinggal. Malah orang asing dari Inggris baru-baru ini membuka lahan gas di Bintuni, ujar Pace Yan.

Sebenarnya keberadaan gas di Bintuni sudah diketahui sejak lama. Tapi, baru beberapa tahun ini diadakan prosedur melalui MoU, serta diadakan mediasi dengan suku-suku di sana. Mereka-mereka yang kena dampak langsung dari perusahaan.

Pace memberitahu salah satu isi yang tercantum di MoU adalah suku-suku di sana dibuatkan rumah dan mendapat sepersekian persen nominal uang per tahunnya oleh perusahaan.

Selain itu, harus ada suku asli yang bekerja di perusahaan tersebut. Serta menyekolahkan mereka yang bekerja di sana dengan maksud, kelak mereka mengerti mengenai seluk beluk mesin dan cara mengoperasikannya, jelas Pace Yan.

Di satu sisi saya senang mendengar kabar ini, di lain sisi ada rasa miris, jika sampai orang-orang Asing yang mengendalikan sepenuhnya lahan di Papua. Walau saya belum mengetahui detail informasinya.

Doa Saya untuk Kemajuan Papua

Saya berdoa dalam diam, berharap besar kepada mereka-mereka yang diberi biaya pendidikan oleh perusahan untuk dapat menguasai dan mengelola tanahnya sendiri.

Di Papua banyak sekolah-sekolah yang berdiri atas bantuan perusahaan-perusahaan. Pasalnya, Papua seperti yang sudah saya bilang, masih alami dengan banyaknya kekayaan alam yang dimiliki. Sedangkan penduduk asli masih sedikit, mereka tersebar di pelosok-pelosok.

Menurut pemikiran saya yang diperlukan saat ini adalah memberi pemahaman, sudut pandang, edukasi serta kepedulian lebih terhadap orang-orang Papua. Sehingga saling terjalin komunikasi antar suku yang ada di Nusantara.

Terakhir, tetap terus menjaga kelestarian alam. Pasalnya, kalau satu elemen saja seperti pariwisata dapat dikelola dengan baik. Hal ini akan jadi aset berharga bagi kemajuan bangsa.

Siapa yang tidak kenal Raja Ampat, destinasi wisata internasional, banyak wisatawan asing berdatangan, jumlahnya bahkan melebihi wisatawan lokal. Ahh, Raja Ampat, kapan bisa menginjakkan kaki di sana, Surga impian saya.

The Last Paradise, Raja Ampat, ini baru satu destinasi yang dikenal keindahannya, sedangkan masih banyak yang belum dikembangkan dan dikelola dengan maksimal seperti di Kaimana, Agas, Biak, dan lain-lain

Saya Tidak Menyangka, Selangkah Lagi Sampai Timika

Pada 26 Februari 2019, saya tiba di tempat yang dulu sebatas angan di kepala. Masih merasa tidak mungkin bisa menginjakan kaki di tanah ini.

Sepanjang perjalanan saya diantarkan oleh banyak doa dari setiap orang yang bertemu. Terutama restu kedua orang tua, kerabat dan kawan di Jatinangor. Tempat saya selalu memulai, ketika ingin melakukan perjalanan jarak jauh dan lama. Juga doa dari kawan-kawan di Jakarta, Depok, dan mereka yang bekerja di pelabuhan

Saat pamit, doa juga datang dari teman di berbagai kota di Indonesia. Mereka yang bertemu di pelabuhan, hendak pulang kampung ataupun merantau dengan menggunakan lajur transportasi laut.

Sepanjang perjalanan, setelah berlama-lama berbagi kisah dengan topik yang beragam. Setiap titik persinggahan siapapun saya jadikan kawan dan saudara.

Doa tersebut terkabul satu persatu mulai dari ketika menginjakkan kaki di Sorong pada 13 Februari 2019 dan sampai di Timika tujuan utama saya.

Selalu ada orang yang ramah kepada saya, mengasihi tumpangan tidur dan makan. Bahkan selama seminggu lebih sewaktu di Sorong. Doa-doa merekalah yang menepis anggapan secara logika nominal uang ini tidak cukup.

Saya tidak memandang perjalanan ini hanya sebatas nominal. Uang saya gunakan di saat sudah sangat dibutuhkan. Sisanya, memberanikan diri bersikap apa adanya

Episode Akhir: Air Kehidupan di Kota Timika (Bag VIII)

Tags: kelananusantaraPapuaRaja AmpatSorongTimika
Share300Tweet90Pin32SendShareSend
Previous Post

Nasi Mandhi Sapi Asap Pertama di Bandung

Next Post

Menelusuri Hutan Lindung Gunung Agal, Sumbawa

Deni Rajid

Deni Rajid

Saya bagian dari alumnus Seni musik tradisional, Sejarah, hingga menggauli backpacker writing story without money.

Related Posts

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!
Acara

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106
Kelana

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah
Sosok

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang
Kelana

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan
Akomodasi

Indahnya Honey Moon Penuh Petualangan di Santorini Beach Resort, Gili Trawangan

3 Februari, 2022
341
Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu
Budaya

Oriental Eksotik, Rub of Rub Mengajak Pendengar Menengok Masa Lalu

1 Februari, 2022
972

Discussion about this post

Artikel Terpopuler

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

Black Metal, Berkenalan dengan Kegelapan

14 September, 2020
2.5k
Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

Mahabhusana Wilwatiktapura, Pakaian Kerajaan Majapahit

26 Februari, 2020
15.6k
Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

Berkelana ke Wilayah Penutur Bahasa Sunda di Jawa Tengah

23 Mei, 2020
3.6k
Mengapa Orang Sunda Malas?

Mengapa Orang Sunda Malas?

15 Mei, 2020
11.2k
Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

Sanggama dan Pesantren: Penyatuan Nafsu dan Rahasia Ilahi (Bagian I)

14 September, 2020
2.3k
Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

Tizi Restaurant, Sajikan Makanan Khas Jerman di Bandung

5 Agustus, 2020
2.9k

Rekomendasi Kelana

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

7 Cara Promosikan Acara agar Ramai Peminat, Panduan untuk EO

2 Mei, 2025
185
Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

Coconuttreez Kembali dengan Energi Baru, Apong Siap Menggebrak Panggung!

2 Maret, 2025
106

Pesona Alam nan Magis Danau Kelimutu

24 Oktober, 2024
122
Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

Urban Farming Sansevieria Omset Hingga 50 juta, Terapkan Green Jobs dari Rumah

13 Maret, 2024
238
Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

Pahawang Culture Festival 2022, Kesadaran yang Lahir dari Nenek Moyang

16 Oktober, 2023
167
Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

Prahara Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan

21 September, 2023
126

Yuk Ikuti Kelana Nusantara!

  • Setiap jejak yang kita ingat  mengandung mineral-mineral lautan yang kita kecap    sumbawa  sumbawaisland  rumputlaut  kelananusantara
  • Saat ini kita buka program magang untuk siapa saja  sebab Kelana Nusantara kini hadir dengan wajah baru  Saat ini kita membutuhkan ide dan pemikiran kalian untuk dituangkan disini  khususnya di bidang media digital   Join with us   untuk form sudah tertera di bio  Selamat berpetualang
  • Penayangan perdana Demon Slayer  Entertainment District Arc menuai protes dari fans dengan Tengen Uzui salah satu protaganisnya disebut melakukan poligami   Demon Slayer  Entertainment District Arc memperkenalkan Tengen Uzui  seorang Hashira  mentor selanjutnya Tanjiro Kamado  mantan ninja yang memiliki 3 istri   Tengen Uzui hadir dengan segala pesona  mengakui dirinya pribadi yang selama hidupnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Nusa Penida kerap menjadi destinasi untuk dikunjungi wisatawan yang memiki hobi diving   Sahabat Kelana yang penasaran dengan eksotika keindahan bawah laut Nusa Penida tentu harus menyiapkan budget khusus    Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Kehadiran moda transportasi darat  dalam hal ini kereta api trem uap di Demak tidak lepas dari meningkatnya arus perdagangan antara Eropa dan Hindia-Belanda   Terutama setelah pembukaan Terusan Suez pada 1869   Investasi asing kemudian  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sebenarnya uang yang dihabiskan dunia untuk persenjataan militer dan perang dalam satu minggu cukup untuk memberi  makanan  seluruh manusia di bumi dalam setahun   Fakta yang mencengangkan  memang  sementara perang terus dilangsungkan tanpa jelas ujungnya  di pelosok dunia  miliunan manusia meringkih bertahan hidup dalam kelaparan   Tapi  bisakah makanan menjadi penopang basis perubahan   Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Sahabat Kelana  perlu diketahui sebelum mengulas 5 rekomendasi villa bambu terbaik untuk Honeymoon asik di Bali   Pemerintah saat ini memberlakukan pembatasan perjalanan bagi wisatawan asing  sebagai reaksi munculnya varian Covid-19 B 1 1 529  Omicron   Hongkong dan beberapa negara Afrika      Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Anantha Wijayanto salah satu pegiat kaktus asal Bali berbagi tips bikin Green House kaktus rumahan dengan budget Rp500 ribu   Idealnya  setiap tanaman khususnya kaktus disarankan memiliki naungan  untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan udara   Meski kaktus memiliki habitat asli di gurun  namun  ada pertimbangan tanaman ini umumnya  Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
  • Mang Eden salah satu petani kaktus terbesar di Lembang berbagi cara grafting kaktus yang benar   Tim redaksi Kelananusantara  beberapa waktu yang lalu  mengunjungi Kampung Cicalung Desa Wangunharja  Kecamatan Lembang  Kabupaten Bandung Barat   Lokasi ini berdekatan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal     Selengkapnya di www kelananusantara com Atau klik tautan di bio
Facebook Twitter Instagram

Bekal Petualanganmu

Iwakmedia Digital Indonesia

Iwakmedia Workshop II
Ruko Jatimurni, Jl Jatimurni No. 2.
Jatipadang, Pasar Minggu.
Kode Pos 12540. (+6221) 780 8020.
Jakarta - Indonesia
Basecamp Kelana Nusantara
Jl. Mentor, Gg Dakota, RT.01/RW.05
Sukaraja, Cicendo.
Kode Pos 40175.
Kota Bandung - Indonesia

Tentang Kelana Nusantara

  • About Us
  • Privacy Policy
  • Term Of Use
  • Disclaimer
  • CONTACT US

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Term Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Kelana
  • Sosok
  • Akomodasi
  • Budaya
  • Kuliner
  • Hipotesa
  • Acara
  • Login

Kelana Nusantara © 2020. All Rights Reserved. Powered by iwakmedia.

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Cookie settingsACCEPT
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary Always Enabled

Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.

Non-necessary

Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.

Add New Playlist